«

»

Pasar Raya Padang

21 Februari 2018

Pada 13 Februari 2018 lalu saya bersama Wali Kota Padang Bpk. Mahyeldi meresmikan Blok I, II, III dan IV Pasar Raya Padang. Pasar yang porak-poranda terkena gempa 2009 lalu  kini sudah dibangun kembali dengan tampilan lebih megah dari sebelumnya. Bahkan bangunan baru Pasar Raya kini juga berfungsi sebagai shelter evakuasi tsunami seperti juga kantor-kantor pemerintahan lainnya yang dibangun kembali akibat gempa dan menjadi shelter evakuasi tsunami.

Selain pembangunan Blok I, II, III dan IV, Pasar Raya Padang juga mengalami pembenahan tempat parkir, tempat pejalan kaki, dan juga jalan yang dilalui kendaraan. Hasil pembenahan ini bertujuan agar konsumen yang datang, termasuk para wisatawan merasakan kenyamanan dalam berbelanja. Saya melihat konsep Pasar Raya saat ini juga diberikan berbagai sentuhan seni dan estetika sehingga pengunjung yang datang bisa betah berlama-lama dan di beberapa sudut bisa menjadi tempat berswafoto atau tempat yang “instagramable”.

Dari sisi anggaran, pembangunan Pasar Raya Padang Blok I, II, II dan IV menelan dana sekitar 247,2 miliar rupiah. Dari besaran dana tersebut, APBD Provinsi menyumbang 72 miliar rupiah. Selebihnya mayoritas merupakan APBD Kota Padang dan ada juga sedikit bantuan dari APBN.

Pasar Raya Padang zaman dulu merupakan pusat kehidupan masyarakat Kota Padang. Saya pernah turut merasakan peran sentral Pasar Raya Padang sebagai pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Waktu itu, dengan keberadaan Terminal Lintas Andalas dan terminal angkot, sangat berperan dalam melancarkan pergerakan barang-barang dagangan dari dan ke Pasar Raya dan juga pergerakan orang. Hal ini menjadikan Pasar Raya sebagai pusat perdagangan bagi Sumbar sendiri dan Provinsi sekitar seperti Bengkulu, Riau dan Jambi.

Selain Pasar Raya Padang yang sudah dibenahi, beberapa pasar sudah terlebih dahulu dibenahi, seperti Pasar Bandar Buat, Pasar Lubuk Buaya, dan Pasar Nanggalo. Dan rencana berikutnya adalah Pasar Belimbing.

Berbicara pembenahan pasar ini, saya jadi teringat ketika tinggal di Indarung, semenjak selesai dari jabatan Gubernur pada Agustus 2015, kemudian dilantik pada Februari 2016 hingga akhirnya menempati rumah dinas pada Oktober 2016. Saya setiap hari melewati Pasar Bandar Buat yang selalu macet. Tapi saat ini berkat penataan dari Pemko Padang kemacetan tersebut sudah berkurang drastis. Demikian pula Pasar Lubuk Buaya yang merupakan jalur yang saya lewati untuk menuju Bandara, sebelumnya selalu diwarnai kemacetan. Tapi setelah Pemko Padang melakukan penataan maka lalu lintas di depan Pasar Lubuk Buaya telah lancar.  Begitu juga dengan pasar di Siteba.

Saya mengapresiasi kebijakan penataan pasar yang dilakukan Pemko Padang. Selain pasar yang ditata hingga menjadi tertib dan berperan positif dalam kelancaran lalu lintas, dalam hal komunikasi dengan pedagang juga saya apresiasi. Ini saya lihat ketika meresmikan Pasar Raya Padang. Tidak ada gejolak seperti demo dari para pedagang, karena hak dari pedagang lama yang menempati Pasar Raya dipenuhi oleh Pemko Padang. Sementara  pedagang baru pun diatur sedemikian rupa sehingga haknya terpenuhi. Demikian pula dengan pasar lainnya, yang mengedepankan komunikasi yang baik dengan pedagang.

Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Padang khususnya dan Sumbar umumnya, mari kita berbelanja di Pasar Raya Padang yang kini sudah berfungsi kembali. Mari kita jadikan Pasar Raya Padang kebanggaan masyarakat Padang dan Sumbar. Bagi pedagang semoga bisa berjualan dengan baik menempati tempat yang sudah ditentukan. Dan bagi konsumen semoga bisa tertib berkunjung, terutama dalam memarkir kendaraannya sehingga tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Sehingga dengan ketertiban tersebut mampu menjadikan Pasar Raya sebagai salah satu tempat yang selalu ingin dikunjungi oleh masyarakat.

Saya juga mendengar, terkait pembenahan Pasar Raya Padang ada rencana pembangunan untuk fase berikutnya yang tetap akan mengajak diskusi dan musyawarah dengan pedagang lama. Semoga rencana ini bisa terealisasi dengan baik sehingga membawa kebaikan bagi masyarakat. Semoga berbagai pembenahan yang dilakukan Pemko Padang di Pasar Raya Padang mampu menjadikan Pasar Raya Padang sebagai penggerak roda perekonomian masyarakat. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 21 Februari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>