«

»

Bappeda se-Indonesia Rakernas ke-IX di Sumbar

15 Februari 2018

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IX Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Indonesia  tahun 2018. Dalam Rakernas tersebut, Bappeda se-Indonesia menyasar persoalan yang sama.

Yakni terkait tugas dan kewenangannya. Rakernas tersebut juga bertujuan menyamakan presepsi antara pusat dan daerah agar perencanaan pembangunan daerah berorientasi pada seluruh program serta sukses sesuai dengan rencana.

“Sebagai tuan rumah Rakernas IX Bappeda se-Indonesia, kita membahas persoalan serta menyamakan presepsi antara Bappeda se-Indonesia agar perencanaan pembangunan sesuai dengan program yang dijalankan dan sinkron antara pusat dan daerah. Selain itu, kita juga memperkenalkan pariwisata yang ada di Sumbar kepada jajaran Bappeda se- Indonesia yang hadir di Rakernas tersebut,” ujar Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri saat kegiatan Rakernas IX di Hotel Grand Inna Padang, Rabu (14/2).

Dikatakannya, berbagai pemasalahan dan tantangan yang dihadapi perlu dicarikan jalan keluarnya melalui koordinasi , integrasi, sinergitas dan sinkronisasi yang lebih optimal antara pusat dan daerah. Sehingga, pemerataan pembangunan dapat terwujud sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan dalam dokumen perencanaan jangka panjang, menengah dan pendek.

“Untuk itu, perlunya pendekatan yang menyatukan beberapa kewenangan ke dalam satu proses terpadu dan fokus dalam upaya pencapaian pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno berharap adanya Rekernas Bappeda se-Indonesia ini dapat mensinergikan perencanaan dari pusat dan daerah. Sehingga, terjadi pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

“Bagi Pemprov Sumbar, kegiatan ini sangat penting. Karena dengan keberhasilan perencanaan maka berdampak pada keberhasilan program yang dilakukan. Sebab, keberhasilan suatu program maupun kegiatan, tergantung pada penyusunan dan perencanaannya,” katanya.

Oleh karena itu, kata Irwan dengan mengangkat tema Rakernas strategi perencanaan pusat daerah yang berkualitas dalam mencapai pemerataan pembangunan, maka Rakernas ini dapat memberikan masukan dan pemahaman mengenai langkah-langkah ke depannya yang mesti dilakukan.

Sehingga, pada akhirnya akan meningkatkan sinergi antara pusat dan daerah dalam rangka menuju efektivitas dan efisiensi perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.

Percepat Pembangunan Daerah Tertinggal Pemprov Sumbar akan mempercepat pembangunan di tiga daerah yang masuk kategori daerah tertinggal di Sumbar. Tiga daerah itu adalah Kabupaten Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Kepulauan Mentawai.

“Dari 19 kabupaten/kota, tiga di antaranya diperlakukan khusus. Mengingat tiga daerah tersebut masih dalam kategori tertinggal. Ke depannya, diharapkan tahun 2019 Kabupaten Solok dan Pasaman Barat keluar dari  kategori tertinggal,” ujar Kepala Bappeda Sumbar, Hansastri.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa tiga daerah masuk kategori tertinggal disebabkan oleh beberapa faktor di   antaranya kemiskinan, kesehatan, dan keterbatasan akses pendidikan serta kurang lancarnya konektivitas antar daerah.

“Persoalan daerah tertingal tidak bisa dilepaskan dari sulitnya akses untuk menjangkau daerah tersebut. Seperti Mentawai dan Solok Selatan,” katanya.

Untuk diketahui, Rakernas IX ini telah didahului dengan jamuan makan malam oleh Gubernur pada Selasa malam (13/2), kemudian Rabu (14/2) Rakernas dengan Bappeda se Indonesia, dan Kamis (15/2) Rakernas akan dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionan (PPN) Bambang Brodjonegoro.

Padang Ekspres, 15 Februari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>