«

»

Gubernur Dukung Inyiak Canduang jadi Pahlawan

31 Januari 2018

AUDIENSI: Panitia pengusulan Inyiak Canduang sebagai Pahlawan Nasional audiensi dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Gubernuran, Selasa (30/1).

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mendukung rencana pengusulan Syekh Sulaiman Arrasuli atau Inyiak Canduang sebagai Pahlawan Nasional. Apalagi, kontribusi Inyiak Canduang semasa hidup, yang turut serta berjuang mewujudkan kemerdekaan lewat gerakan pendidikan, agama, dan politik, sudah tidak dapat dibantah lagi.

“Kalau menurut saya, ini cukup terlambat. Harusnya, sejak jauh-jauh hari pengusulan ini dilakukan. Sebab, Syekh Sulaiman Arrasuli atau Inyiak Canduang sudah memenuhi kriteria sebagai tokoh besar Ranah Minang yang pantas diangkat sebagai pahlawan,” kata Irwan Prayitno saat menerima kunjungan Panitia Pengusulan  Inyiak Canduang menjadi Pahlawan Nasional, di Istana Gubernur Sumbar, Selasa (30/1).

Irwan mengakui beliau berjuang melalui pendidikan, pemikiran, agama, dan tentu saja politik. Ikut menginisiasi berdiri Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah, beliau juga mendirikan pondok pesantren yang mendidik orang-orang besar.

“Kemudian, menulis buku-buku penting dan menjadi Ketua Sidang Pertama Badan Konstituante pada tahun 1950. Jadi perjuangannya sangat jelas,” tuturnya.

Dalam kunjungan ke Gubernur Sumbar itu hadir sejumlah panitia pengusulan yakni Ketua Yayasan Syekh   Sulaiman Arrasuli (YSSA) Syukri Iska, Ketua Panitia Pengusulan Syamsul Bahri, dan tokoh Tarbiyah-PERTI seperti Prof Makmur Syarif, Prof Sufyarma Marsidin, Muhammad Kosim, dan anggota lainnya.

Syukri Iska menuturkan audiensi dengan Gubernur Sumbar merupakan tindak lanjut dari upaya panitia dalam mewujudkan Inyiak Canduang sebagai Pahlawan Nasional. “Tentu ini dukungan berarti. Kami berharap dengan bertambahnya dukungan ini, panitia semakin terus bersemangat mewujudkan rencana pengusulan ini,” harap Syukri.

Ditambahkan Ketua Panitia Pe ngusulan Syamsul Bahri menyebutkan, sebelumnya panitia telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Bupati Agam tentang pengusulan Inyiak Canduang menjadi Pahlawan Nasional. Dalam waktu dekat, pihaknya segera menggelar berbagai seminar dan diskusi public untuk mendudukkan aspek akademik pengusulan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Syekh Sulaiman Arrasuli, ulama besar Ahlussunnah Wal Jamaah yang lahir di Canduang Kabupaten Agam, 10 Desember 1871 lalu dan wafat pada usia 99 tahun pada tanggal 1 Agustus Tahun 1970. Sekembali dari Makkah, Inyiak Canduang mendirikan Ponpes MTI Canduang dan membidangi  lahirnya organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah.

Dalam syiarnya, Inyiak Canduang fokus pada pendidikan agama dan adat, serta menentang berbagai kebijakan kolonial Belanda pada masa penjajahan. Selain pernah menjadi Ketua Badan Konstituante, Inyiak Canduang juga dianugerahi gelar Tokoh Perintis Kemerdekaan RI pada tahun 1969.

Padang Ekspres, 31 Januari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>