«

»

I-Ternak

9 Januari 2018

Pada 6 Januari 2018 lalu di Hotel Balairung Jakarta, saya meresmikan peluncuran aplikasi i-ternak. Sebuah aplikasi yang merupakan pengembangan dari konsep Tri Arga Model yang mengalami banyak perbaikan di sana-sini.

Konsep Tri Arga Model sendiri adalah sebuah inovasi yang mempertemukan pemilik kandang, pemasok pakan ternak, pemelihara sapi, dengan investor secara manual, dan pihak asuransi. Di mana nantinya investor mempercayakan sapi yang dibelinya dikelola untuk digemukkan oleh pemilik kandang, pemasok pakan ternak dan pemelihara sapi dengan menerapkan sistem bagi hasil. Jika sapi hilang atau mati maka pihak asuransi yang akan menggantinya.

Sedangkan i-ternak, memasukkan unsur teknologi informasi dan juga teknologi keuangan serta manajemen. Hal ini akan menjadikan setiap pihak lebih fokus. Bagi pihak manajemen bisa fokus dalam mengelola dan mendata sapi yang sudah diinvestasikan serta memeriksa jadwal jatuh tempo pemberian bagi hasil kepada investor. Selain itu pemilik kandang, pemasok pakan ternak, serta pemelihara sapi bisa lebih fokus untuk menggemukkan sapi.

Dengan pembagian kerja yang jelas ditambah penggunaan teknologi informasi dan teknologi keuangan maka diharapkan dan insya Allah i-ternak akan bisa menyerap investasi dari masyarakat. Di samping itu tidak tertutup kemungkinan jumlah kandang yang teregister akan bertambah terus. Dengan demikian akan bertambah lagi pemilik kandang baru yang dilatih agar bisa memenuhi standar yang sudah ditetapkan.

Aplikasi i-ternak bisa didownload melalui aplikasi android yang ada di dalam Play Store. Setelah didownload maka calon investor nanti akan melihat sapi jenis apa yang bisa diinvestasikan untuk penggemukan. Kemudian berapa harganya dan mekanisme transfer, konfirmasi dan pelaporan hasil investasi. Ada pula sapi yang bisa diinvestasikan dengan sistem patungan dengan jumlah perorang lebih terjangkau. Hal ini tentu saja makin memudahkan calon investor yang dananya belum banyak untuk berinvestasi. Pihak OJK pun sudah meloloskan aplikasi i-ternak  yang artinya ini bukan investasi bodong yang sering menipu masyarakat.

Pada tahap awal kapasitas atau jumlah sapi yang ditawarkan untuk investasi sudah cukup banyak, dan untuk sementara difokuskan di Sumbar. Tidak tertutup kemungkinan jika nanti permintaan dari investor tinggi maka ini akan menambah jumlah kandang yang teregister. Dengan demikian semakin banyak pelaku ternak lokal yang diberdayakan  sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan pelaku ternak lokal lebih baik lagi dan bisa bertambah jumlah pelakunya.

Di belakang kehadiran aplikasi i-ternak sesungguhnya banyak pihak yang terlibat, untuk melakukan fokus pekerjaan masing-masing sehingga insya Allah bisa semakin profesional. Karena ini merupakan tuntutan investor yang sudah menaruh dananya di i-ternak. Di samping itu dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari tingkat bunga deposito, dengan rentang 9-16 persen, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa mencapai 24 persen, berinvestasi di i-ternak memberikan peluang alternatif investasi. Karena tingkat bunga deposito saat ini  tergolong rendah sehingga orang kemungkinan mencari alternatif investasi selain deposito.

Selain itu, karena ada beberapa pihak di belakang aplikasi i-ternak maka ada pihak yang akan memberdayakan pelaku ternak lokal atau pemilik kandang dan juga pemasok pakan ternak. Karena jika investasi ini berkembang maka pasokan kandang harus diperbanyak. Dengan demikian pelaku ternak lokal juga akan mengalami perbaikan kesejahteraan dan juga mendapatkan pemberdayaan karena pengetahuan dan kemampuan mereka dilatih kembali agar bisa memenuhi standar tertentu.

Di samping hal di atas, adanya i-ternak yang prospektif akan meningkatkan investasi sehingga permintaan jumlah ternak juga meningkat. Meningkatnya jumlah ternak yang digemukkan untuk dipotong dan juga jumlah ternak yang dibibitkan merupakan upaya menjaga kedaulatan pangan. Selain itu juga akan menyerap tenaga kerja sehingga bisa mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Momentum peluncuran aplikasi i-ternak ini juga berbarengan dengan akan dimanfaatkannya teknologi pengawetan rendang, yang bisa awet hingga 18 bulan. Teknologi pengawetan ini dibuat oleh Batan. Mudah-mudahan kedua hal ini bisa bersinergi di lapangan. Semoga berbagai inovasi dan kemajuan teknologi ini bisa memberi dampak positif bagi masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka lebih baik lagi.

Mari kita dukung berbagai inovasi dan kemajuan teknologi yang insya Allah memberi dampak positif kepada masyarakat. Semoga i-ternak yang semakin membuat efektif dan efisien orang berinvestasi ini bisa berkembang lebih baik ke depannya, serta mampu menjaga kepercayaan masyarakat yang menaruh dananya di sana, dan juga bisa semakin memberdayakan pelaku ternak lokal. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 9 Januari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>