«

»

Memaknai Tahun Baru

3 Januari 2018

Setiap tahun, kita di Indonesia dan juga negara lain di dunia melewati pergantian tahun Masehi. Tahun Masehi diawali 1 Januari diakhiri 31 Desember dan menjadi semacam standar penanggalan internasional untuk memudahkan komunikasi. Sedangkan tahun Hijriah lebih dikenal masyarakat umum awal tahunnya saja yaitu 1 Muharam. Kedua tahun ini akan terus kita lewati setiap tahun.

Dari 31 Desember 2017 ke 1 Januari 2018 memang akan terjadi perubahan angka tahun. Pernah pula terjadi perubahan tahun 1999 ke tahun 2000. Di mana sebagian orang melakukan persiapan di sistem komputer untuk antisipasi sistem penanggalan setelah melewati tahun 2000. Karena waktu itu sistem penanggalan di komputer dikabarkan hanya sampai 31 Desember 1999. Tapi aktivitas manusia di dunia termasuk Indonesia tetap seperti biasa, baik di akhir 1999 dan awal 2000.

Maka dengan demikian, tahun baru sesungguhnya hanyalah momentum pergantian hari seperti biasa. Bukan merupakan hal yang istimewa. Di kalender Indonesia, tahun baru Masehi dan Hijriah memang ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga banyak orang yang ingin menikmati pergantian tahun dengan menunggu datangnya detik-detik tersebut di tengah malam. Lalu setelah tanggal berganti, balik kepada kondisi biasa. Bahkan mungkin banyak yang beristirahat karena lelah semalaman.

Bagi yang tidak menunggu datangnya tahun baru, ia akan tetap melewati tanggalnya. Demikian pula bagi yang tidak merayakan, tanggal baru tetap akan dilewati.

Perubahan hari atau tanggal yang menyebabkan usia kita semakin tua memang harus disikapi dan dipikirkan dengan baik. Karena ada sebuah ungkapan yang sering dipakai untuk mengingati manusia agar tidak lalai yaitu, “Barang siapa yang kondisinya hari ini lebih baik dari kemarin maka ia tergolong orang yang beruntung. Dan barang siapa yang kondisinya hari ini sama dengan kemarin maka ia tergolong orang yang merugi.”

Ada yang melakukan ibadah, pengajian, zikir ketika mengakhiri tahun yang dijalani. Ada pula yang menyalakan kembang api atau meniup terompet ketika menjelang pergantian tahun. Atau ada yang sekedar menonton pertunjukan yang sudah disiapkan di malam akhir tahun, maupun menyiapkan pesta. Tapi ada pula yang berkutat menyelesaikan pembukuan satu tahun.

Memanfaatkan momentum pergantian tahun dengan mengevaluasi hasil kerja di tahun sebelumnya agar lebih siap dan produktif lagi di tahun yang baru adalah sebuah hal positif yang dapat dilakukan. Atau memaknai tahun yang baru untuk melangkah lebih cepat lagi sehingga banyak kesuksesan yang bisa diraih adalah hal yang baik.

Bagi pemerintah, keinginannya adalah bagaimana di awal tahun, anggaran dan rencana yang sudah disepakati dan ditetapkan bisa segera dilakukan. Di mana untuk mencapainya, menjelang akhir tahun sebelumnya, apa yang harus dikerjakan dan anggarannya sudah ada kejelasan. Sehingga penyerapan anggaran bisa dimaksimalkan supaya perekonomian juga bisa bergerak agar dampaknya bisa sampai ke masyarakat.

Bagi seorang kepala keluarga, kepala kantor, pimpinan instansi, individu, mahasiswa, pelajar, ibu rumah tangga, dan profesi lainnya, pasti memerlukan waktu untuk mengevaluasi maupun merenungi apa yang sudah dikerjakannya. Dan jika ingin menggapai keberhasilan perlu membuat rencana atau strategi baru yang bisa mencapai rencana tersebut. Jangan sampai kesalahan yang lalu terulang kembali.

Semoga di tahun yang baru kita sebagai manusia dan juga hamba Allah  SWT bisa mensyukuri apa yang sudah didapat dan berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang baru. Serta penting pula beristighfar karena selaku manusia pasti ada kesalahan yang dibuat, betapapun kecilnya.

Allah SWT akan menambah nikmatNya kepada kita jika kita mau bersyukur kepadaNya (QS. Ibrahim:7). Dan Allah SWT juga berfirman bahwa demi masa (waktu) manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, yang nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran (QS. Al ‘Asr: 1-3)

Semoga di awal tahun baru Masehi kita mampu menjadi orang yang senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang sudah didapat dan sekaligus menjadi orang yang tidak masuk kategori orang yang merugi. Kita manfaatkan setiap waktu di tahun ini sehingga wujud syukur kita insya Allah akan menjadi penambah nikmat di masa berikutnya.

Selamat memasuki tahun yang baru, 2018. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>