«

»

SPT Tahunan

28 Maret 2018

Pada 20 Maret 2018 lalu saya bersama jajaran Forkopimda Sumbar melakukan pelaporan SPT Tahunan Pajak Orang Pribadi Tahun 2017. Pelaporan ini dilakukan melalui e-filling dan tanda terima pelaporan SPT yang dikirim ke email kami perlihatkan kepada wartawan yang meliput acara itu.

Kegiatan ini merupakan sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya membayar pajak dan juga melaporkan pajak yang sudah dibayarkan. Acara ini difasilitasi oleh Kanwil Ditjen Pajak Sumbar Jambi, dan dihadiri Kepala Kanwil  beserta jajarannya.

Melalui acara ini ada pesan yang disampaikan kepada masyarakat bahwa para pejabat publik telah membayar pajak dan melaporkannya kepada Ditjen Pajak yang merupakan kewajiban warga negara yang memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Maka segenap staf pun harus melaporkan pajaknya seperti yang sudah dilakukan pemimpinnya.

Di samping itu, acara ini juga mengajak para warga negara yang memiliki NPWP selain membayar pajak juga melaporkannya. Dan waktu pelaporannya paling lambat 31 Maret 2018. Dengan adanya contoh dari pejabat publik yang melaporkan sebelum 31 Maret 2018 diharapkan masyarakat pun ikut melaporkan SPTnya sebelum batas akhir pelaporan.

Dan acara ini juga ingin menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa ikut membayar dan melaporkan pajak  adalah untuk kepentingan bersama. Bukan kepentingan pemerintah semata. Karena sekitar 78 persen penerimaan APBN berasal dari pajak. Dana pajak digunakan kembali untuk pembangunan infrastruktur (seperti jalan dan jembatan), program kesehatan, program pendidikan, program ekonomi, program sosial, dan lainnya. Ini berarti uang pajak kembali lagi kepada masyarakat.

Dengan besarnya peran pajak dalam pembiayaan pembangunan, maka ketiadaan pajak akan berdampak kepada ketiadaan pembangunan. Jika pun pembangunan berjalan, dananya kecil, tidak bisa mendukung berbagai program pembangunan yang dibutuhkan.

Tidak dipungkiri bahwa dari waktu ke waktu semakin banyak warga negara yang menikmati hasil pembangunan, seperti jalan, jembatan, puskesmas, rumah sakit, sekolah, telekomunikasi, pasar, perdagangan, dan lainnya. Maka konsekuensi dari hal ini adalah kewajiban warga negara untuk membayar pajak harus semakin lebih baik lagi. Keberadaan sarana dan prasarana tersebut juga turut mendorong keberhasilan mereka sehingga sudah sangat pantas bagi mereka untuk membayar pajaknya.

Membayar pajak dan melaporkan pajak tidak hanya dilakukan oleh para pegawai pekerja formal seperti ASN, pegawai swasta, dan lainnya. Tetapi juga dilakukan oleh mereka yang bekerja di sektor informal seperti UKM, termasuk usaha mikro. Karena selama ini ada kesan di masyarakat bahwa yang melaporkan SPT hanya para pekerja formal saja yang memang di instansinya sudah memiliki sistem pemotongan pajak. Mereka yang sudah berusaha dan mendapat keuntungan, sesungguhnya sudah banyak mendapat manfaat dari hasil pembangunan yang pembiayaannya berasal dari pajak (salah satunya). Dengan demikian, sudah sewajarnya pelaku usaha pun membayarkan pajaknya sesuai aturan berlaku, kemudian melaporkannya melalui SPT.

Ikut membayar pajak dan melaporkannya adalah salah satu cara bagi bangsa ini untuk membiayai sendiri pembangunannya. Semakin banyak warga negara yang sadar untuk membayar pajak maka akan semakin baik pembiayaan pembangunan. Dan pajak yang sudah dikumpulkan tersebut kembali lagi untuk membiayai pembangunan.

Allah Swt tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak ada kemauan untuk mengubahnya. Maka jika kemauan dan kesadaran warga negara semakin baik untuk membayar pajak, kelak perubahan positif juga akan semakin dirasakan bersama-sama.

Mudah-mudahan ke depannya pembiayaan pembangunan dari pajak semakin lebih besar porsinya dalam penerimaan di APBN, di mana jumlah wajib pajak dan pemilik NPWP semakin bertambah. Oleh karena itu, pelaporan SPT Tahunan yang terus disosialisasikan oleh Kanwil Ditjen Pajak bekerja sama dengan Pemda setiap tahun mudah-mudahan bisa mengajak seluruh masyarakat untuk membayar pajak dan melaporkannya melalui SPT Tahunan.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang,

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>