«

»

Mengekspor Rendang

25 April 2018

Salah satu makanan asal Indonesia yang namanya sudah mendunia adalah rendang. Rendang bahkan pernah menjadi juara dalam survei yang dilakukan oleh CNN Travel sebagai makanan terlezat di dunia pada 2011, dan kemudian dirilis kembali oleh CNN pada 2017. Rendang pernah pula ada di urutan 5 besar dan 10 besar makanan terlezat. Masakan khas orang Minang ini juga telah mengambil hati orang-orang mancanegara. Bagi orang di Malaysia, Singapura, dan juga Indonesia, rendang dikenal dari para perantau yang datang ke daerah itu.

Ada sebuah mimpi yang ingin diwujudkan dalam rangka menginternasionalisasikan rendang, yaitu mengekspor rendang ke mancanegara. Peluang rendang terjual di mancanegara cukup besar karena namanya sudah dikenal lebih dahulu dan rasanya sudah teruji oleh lidah orang-orang luar negeri. Kendala memang ada, seperti larangan mengekspor dagingĀ  ke negara tertentu. Namun ini justru menjadi tantangan bagaimana rendang bisa masuk ke sana.

Untuk itu Pemprov Sumbar saat ini sedang serius berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan agar bisa membantu mengurus berbagai izin dan syarat yang diperlukan sehingga rendang bisa masuk ke suatu negara seperti halnya produk lain yang berbahan daging yang bisa masuk ke negara tersebut.

Dengan kelezatan rendang yang bisa mengalahkan steak, maka peluang rendang masuk ke sebuah negara cukup bagus. Steak yang sudah menjadi makanan pokok orang di negara-negara Barat seperti Eropa dan Amerika, kini juga sudah banyak dikenal di Indonesia. Masakan berbahan daging ini biasanya disajikan dalam keadaan panas di mana daging yang sudah dibakar diberikan sejenis saus yang menjadikannya nikmat disantap. Sementara rendang memiliki kelebihan rasa bumbu yang nikmat hingga ke dalam daging sehingga dikenal sebagai daging berbumbu. Berbeda dengan steak yang kelezatan dagingnya akan bisa dinikmati bersama dengan saus yang disiram ke daging, yang berarti jika hanya daging saja kurang terasa nikmat steak tersebut. Maka tak heran jika ada acara kuliner berupa promosi rendang di luar negeri langsung disantap oleh mereka yang hadir dan bahkan minta tambah karena merasakan kelezatannya. Rendang juga lebih praktis. Bisa langsung dimakan, dan juga bisa bersama dengan roti, serta mudah dipanaskan.

Dengan fenomena demikian, tidak salah jika mengekspor rendang ini adalah sebuah mimpi yang insya Allah bisa diwujudkan, karena rasanya yang lezat sudah diakui secara internasional. Jika pada saat ini rendang belum bisa diekspor secara masif, maka bumbu rendang sudah berhasil dijual di Sydney dan Eropa. Meskipun dengan bumbu yang dijual konsumen bisa membuat rendang, saya menduga masakan yang dihasilkan tidak selezat rendang yang dimasak dengan bumbu asli dengan proses pemasakan berjam-jam seperti yang dilakukan oleh orang Minang.

Dengan adanya teknologi baru mesin iradiator yaitu membebaskan rendang dari bakteri (iradiasi) maka upaya untuk menjual rendang di mancanegara akan semakin besar peluangnya. Karena teknologi ini bisa mengawetkan rendang selama 18 bulan sehingga rasanya tetap terjaga dan bisa dikonsumsi. Pemprov sudah menandatangani MoU dengan BATAN selaku pemilik mesin dan teknologinya dalam hal ini. Maka, rentang keawetan yang lama sudah bisa memenuhi syarat untuk diekspor jika melihat masa berlakunya. Dengan demikian rendang akan bisa dijual di pasar swalayan di luar negeri. Dengan kepraktisannya, rendang bisa disimpan di kulkas, atau dipanaskan untuk santapan makan orang-orang Barat.

Sambil menunggu untuk bisa menembus pasar ekspor, rendang pun bisa memasuki pasar Indonesia. Dengan teknologi pengawetan yang ada rendang bisa dijual di mini market, pasar swalayan, hypermarket dan juga mal-mal. Jika pada hari ini banyak orang yang datang ke Sumbar membawa rendang sebagai oleh-oleh untuk keluarga, teman dan kerabat bersama kripik balado, maka ke depannya mereka akan bisa membeli rendang di mini market, pasar swalayan atau hypermarket yang ada di kota tempat tinggal mereka.

Jika rendang telah bisa didapatkan di berbagai kota di Indonesia yaitu di mini market, pasar swalayan dan hypermarket, maka insya Allah hal ini akan mengangkat taraf kesejahteraan UMKM Sumbar yang bergerak di bidang pembuatan rendang.

Pada 9 April 2018 lalu telah dilaksanakan rakor penguatan sentra IKM rendang di Sumbar, bersama BPOM, BATAN, Asosiasi Industri Pengolahan Daging Indonesia, praktisi rendang, asosiasi IKM rendang Kota Padang, dan pelaku usaha rendang di Sumbar. Acara ini dalam rangka peningkatan daya saing rendang melalui penguatan sentra IKM rendang.

Semoga dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan ini bisa menghasilkan suatu kebaikan bagi masyarakat, khususnya mereka yang terkait langsung dengan produksi dan penjualan rendang. Dan semoga mimpi untuk mengekspor rendang dengan dukungan serta kebersamaan berbagai pihak terkait, bisa diwujudkan atas izin Allah Swt. Amin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 25 April 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>