«

»

Kepala Daerah Inovatif

29 Agustus 2019

Pada 22 Agustus 2019 bertempat di halaman Kantor Gubernur Sumbar diselenggarakan acara nasional bernama Kepala Daerah Inovatif yang dilakukan oleh Koran Sindo dan sindonews dotcom. Pada acara ini, Sindo menganugerahkan penghargaan atau award kepada kepala daerah, yaitu gubernur, wali kota dan bupati yang memiliki terobosan atau inovasi dalam membangun daerah.

Penilaian yang dilakukan Sindo berupa pengumpulan data-data, baik statistik kuantitatif maupun kualitatif dari seluruh daerah di Indonesia. Sindo juga turun ke lapangan untuk memverifikasi data yang masuk. Kemudian diadakan seleksi. Yang masuk 10 besar dipanggil untuk diwawancara dan kemudian diputuskan peraih penghargaannya.

Koran Sindo memberikan apresiasi kepada kami selaku kepala daerah yang telah mengubah Sumbar pascagempa dalam keadaan minus dan porak poranda menjadi kembali bangkit dan menorehkan berbagai prestasi dalam hal pembangunan dan kesejahteraan. Pada Agustus 2010 saat kami dilantik sebagai kepala daerah, kondisi Sumbar masih minus dan tanggap darurat, serta belum ada rehab rekon. Pelantikan pun dilakukan di sebuah bangunan yang biasa digunakan sebagai garasi mobil di DPRD Prov. Sumbar. Pendataan rumah dan bangunan yang rusak serta korban masih mewarnai suasana tanggap darurat.

Sumbar yang porak poranda akibat gempa 30 September 2009, diperlihatkan dengan banyaknya rumah masyarakat yang rusak. Demikian pula jalan dan jembatan, kantor instansi pemerintah, rumah ibadah, fasilitas umum. Kesemuanya banyak mengalami kerusakan. Jumlahnya mencapai hampir 300.000 unit. Kemudian dilakukan tahapan rehab rekon, yang dimulai dari rumah-rumah masyarakat, sekolah, rumah ibadah, dan seterusnya.

Dan kini bekas-bekas gempa tersebut bisa dibilang sudah tidak terlihat lagi, karena sudah banyak bangunan-bangunan baru dan juga sarana dan prasarana serta infrastruktur yang telah dibangun kembali atau diperbaiki.

Bekas-bekas psikis pun sudah tidak terlihat lagi. Kawasan pinggir pantai sudah banyak dihuni, bahkan ada bangunan baru termasuk hotel di kawasan pinggir pantai. Masyarakat pun tidak canggung beraktivitas di pantai. Sementara mereka yang sempat pindah ke luar Sumbar atau luar Padang juga sudah ada yang kembali lagi. Sedikitnya, total 6,7 triliun rupiah yang terkumpul untuk pembangunan pascagempa 2009 yang berasal dari ABPN, APBD, bantuan luar negeri, bantuan swasta, perantau, dan masyarakat.

Koran Sindo menilai bahwa kebijakan dalam pembangunan infrastruktur di Sumbar yang dilakukan pascagempa 2009 telah menjadi sebuah strategi dan inovasi dalam membangkitkan kondisi Sumbar kepada kondisi yang semakin baik. Dengan APBD yang terbatas, rehab rekon rumah masyarakat, rumah ibadah, fasilitas umum, kantor pemerintah, jalan dan jembatan alhamdulillah bisa dilakukan. Hal ini tidak hanya memulihkan kondisi yang ada, tetapi juga mampu meningkatkan kondisi ekonomi. 10 tahun setelah gempa 2009, kondisi pembangunan Sumbar sudah berubah banyak.

Beberapa catatan perubahan itu di antaranya: PDRB perkapita mengalami kenaikan pesat dari 2009/2010 sebesar 17 juta rupiah menjadi 37,21 juta rupiah di 2016. Angka pengangguran di 2009/2010 7,97% berkurang menjadi 5,09% di 2016. Sedangkan angka kemiskinan di 2009/2010 9,45% turun menjadi 6,55% di 2018. Rasio Gini juga membaik, pada 2010 angkanya 0,325 turun menjadi 0,305 di 2018. Pada September 2017, angka ketimpangan Sumbar termasuk yang paling rendah se nasional setelah Babel.

Penghargaan Kepala Daerah Inovatif yang diberikan Koran Sindo kepada kami sesungguhnya merupakan penghargaan untuk seluruh elemen masyarakat di Sumbar. Karena seluruh elemen masyarakat telah memberikan kontribusinya dalam bangkitnya Sumbar dari keterpurukan. Untuk itu kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat, BNPB, DPR RI, DPRD Provinsi, TNI, Polri, ASN, OPD, Pemkab/ko, pemuka masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, pemuda, mahasiswa, pelajar, pihak swasta dan yang tidak bisa disebutkan di sini satu persatu, yang telah memberikan kontribusinya kepada bangkitnya Sumbar dari keterpurukan pascabencana 2009. Hanya Allah Swt lah yang bisa memberikan balasan terbaik.

Semoga kita bisa terus bersama dalam membangun Sumbar, sehingga kesejahteraan bisa kita rasakan bersama-sama. Dan semoga kita tetap selalu bergantung kepada Allah Swt agar dijauhkan dari bencana besar yang tidak kita inginkan terjadi di negeri kita. Karena hanya dengan bergantung (mengingat) Allah sajalah hati kita menjadi tenang.

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ra’d: 28). ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekpsres 29 Agustus 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>