«

»

1 Muharam

6 September 2019

1 Muharam 1441 Hijriah baru saja berlalu, yang bertepatan dengan 1 September 2019. Tidak terasa kita umat Islam telah beberapa hari memasuki tahun yang baru. Memang tidak ada perintah di dalam Alquran atau hadis terkait memperingati tahun baru. Bahkan di masa Nabi Saw dan sahabat serta tabi’ dan tabi’in tidak ada perayaan tahun baru hijriah.

Karena tahun baru hijriah sendiri muncul akibat kebingungan kaum muslimin dalam membaca arsip. Misalnya arsip dari surat-surat khalifah atau pemimpin suatu wilayah yang hanya menuliskan tanggal dan bulan, tanpa tahun. Ketika arsip tersebut berusia semakin lama, semakin tidak diketahui kapan waktu penulisannya.

Maka, jika melihat sejarah lahirnya tahun hijriah, tidak ada yang menginginkan adanya peringatan 1 Muharam seperti perayaan 1 Januari. Saya pun termasuk yang tidak menginginkan perayaan 1 Muharam seperti perayaan 1 Januari. Namun saya setuju bahwa 1 Muharam bisa dijadikan pengingat bahwa waktu terus berjalan, dari hari ke minggu, minggu ke bulan, bulan ke tahun, dan seterusnya.

Maka dengan masuknya 1 Muharam bisa menjadi tolok ukur bagi kita untuk merenungi makna pertambahan usia. Kita akan semakin tua, dan kemudian menghadap Allah Swt.

Yang bisa kita lakukan dalam memperingati bergantinya waktu, termasuk 1 Muharam adalah mengevaluasi diri atau muhasabah. Sudah sejauh mana perjalanan hidup kita diisi oleh hal positif dan juga amal saleh.

Mungkin sebagian kita yang muslim tidak begitu perhatian dengan tulisan “1 Muharam”. Bahkan mungkin ada yang masih bertanya tentang “1 Muharam”. Sehingga banyak yang melewatkan begitu saja momentum 1 Muharam.

Berbeda halnya jika melihat tulisan “1 Januari”. Masyarakat langsung tahu bahwa 1 Januari adalah awal tahun baru. Hal ini wajar karena kalender yang digunakan dan ada di rumah, kantor, dan berbagai tempat adalah kalender yang ada tulisan “1 Januari”.

Selama ini “1 Muharam” kurang tersosialisasi di tengah umat Islam atau kurang disadari keberadaannya. Berbeda dengan “1 Januari” yang persiapan menyambutnya bisa seminggu atau beberapa hari sebelumnya, dan mungkin pula bulanan dan tahunan. Bahkan jika yang memiliki uang cukup, mereka akan mencari tempat yang memiliki persiapan sangat gemerlap dan spektakuler menyambut 1 Januari.

Bagi umat Islam, 1 Muharam bisa menjadi pintu masuk untuk terus mengingat kisah dan sejarah perjuangan para Nabi dan mengamalkan berbagai sunnah Nabi Saw yang penuh dengan manfaat yang positif untuk diri, keluarga, masyarakat dan bangsa.

Dari bulan Muharam, kita bisa menelusuri bulan-bulan tahun hijriah berikutnya. Bulan-bulan yang ada dalam tahun hijriah sesungguhnya sarat dengan berbagai momentum perbaikan dan peningkatan kualitas diri. Misalnya saja, momentum puasa tengah bulan (ayyamul bidh) tanggal 13, 14, 15 bulan hijriah.

Sementara di bulan Muharam ada puasa Asyura yang keutamaanya adalah menghapus dosa kecil selama setahun sebelumnya. Selain itu di hari Asyura umat Islam juga bisa mengingat kembali sejarah para Nabi. Seperti Nabi Nuh yang selamat dari banjir besar, Nabi Ibrahim yang selamat dari api Namruj, kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan bertemu Nabi Yusuf, selamatnya Nabi Musa dari kejaran Firaun dan pasukannya, dan diangkatnya Nabi Isa ke langit. Pada hari Asyura umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sedekah kepada fakir miskin dan anak yatim.

Di bulan Dzulhijjah yang baru saja kita lalui pada Agustus 2019 lalu, juga ada momentum yang memiliki keutamaan. Misalnya puasa di hari Arafah yaitu hari kesembilan bulan Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak pergi haji. Keutamaan bagi yang berpuasa di hari tersebut adalah menghapuskan dosa tahun lalu dan sesudahnya. Demikian juga memperbanyak amalan selama 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Maka, dengan kita mengikuti penanggalan tahun hijriah sambil tetap mengikuti tahun masehi, insya Allah banyak manfaat positif yang bisa kita dapatkan. Begitu banyak amalan dan juga kisah-kisah Nabi yang terjadi di berbagai tanggalan hijriah yang bisa kita ambil hikmah dan juga sekaligus menyelami sejarahnya.

Beriringan dengan masuknya 1 Muharam 1441 Hijriah, dilaksanakan pelantikan Anggota DPRD Provinsi Sumbar periode 2019-2024 pada 28 Agustus 2019. Semoga momentum yang hampir bersamaan ini juga bisa memberikan semangat bagi anggota dewan yang dilantik untuk bersama-sama membangun Sumbar ke depannya.

Semoga di tahun 1441 Hijriah keimanan kita, hidup kita semakin baik, dan senantiasa mendapat lindungan dari Allah Swt. Amin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 6 September 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>