«

»

Pentingnya Promosi

22 Agustus 2019

Pada 14 Agustus 2019 di Jakarta diluncurkan Wonderful Event Sumatera Barat oleh Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya. Saya berkesempatan hadir di acara tersebut. Yang diluncurkan dalam acara tersebut merupakan event unggulan dari Sumbar, yaitu: Pasa Harau Art and Cultural Festival, Festival Pesona Budaya Minangkabau, dan Tour de Singkarak.

Pasa Harau Art and Cultur Festival telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Tema yang diangkat adalah, “Harau The Beautiful Valley”. Berlokasi di Nagari Harau, Kec. Harau, Kab. 50 Kota. Sedangkan Festival Pesona Budaya Minangkabau, merupakan event budaya terbesar di Sumbar yang diselenggarakan dalam rangka melestarikan budaya Minangkabau. Berlokasi di Istano Pagaruyuang, Lapangan Cindua Mato dan Gedung Maharajo Dirajo Batusangkar. Sementara Tour de Singkarak sudah memasuki pelaksanaan tahun ke-11. Kali ini temanya adalah “Connecting Sumatera”.

Dalam sambutannya, Menpar Arief Yahya menyatakan betapa pentingnya sektor pariwisata dikembangkan guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Selain itu beliau juga berpesan, dan sering disampaikan pada forum yang berbeda, bahwa pentingnya 3A untuk mengembangkan pariwisata. Yaitu Accessibility, Attraction, dan Amenity.

Accessibility adalah akses yang tersedia untuk menuju sebuah destinasi wisata. Semakin banyak dan mudah akses ke destinasi wisata, maka akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung. Alhamdulillah, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menuju destinasi wisata di Sumbar satu persatu bisa dilakukan, bekerja sama dengan pemkab/ko di Sumbar. Transportasi udara, darat dan laut juga sudah semakin memadai.

Sementara itu, attraction adalah atraksi atau kegiatan dalam rangka memberikan tontonan kepada wisatawan. Tiga event unggulan yang diluncurkan oleh Menteri Pariwisata merupakan bagian dari atraksi yang diharapkan bisa mendatangkan wisatawan. Baik saat pelaksanaan maupun setelah pelaksanaan event tersebut. Sumbar juga memiliki calendar of event dari seluruh kabupaten/kota. Untuk tahun 2019 ada 52 event unggulan yang bisa dinikmati oleh para wisatawan yang datang.

Sumbar juga memiliki Attractiveness (daya tarik), berupa alam yang indah, baik gunung, hutan, bukit, ngarai, air terjun, tebing, danau, laut, pantai, pulau. Dan juga adat budaya serta kulinernya. Hal ini melengkapi Attraction yang sudah disiapkan oleh pemprov dan pemkab/ko di Sumbar.

Dan Amenities adalah sarana penunjang wisata, seperti tempat istirahat atau rest area, kamar mandi, tempat ibadah, penginapan, rumah makan, dan lainnya. Alhamdulillah, untuk penginapan jumlah kamar semakin bertambah dari waktu ke waktu. Selain itu untuk rest area, satu per satu juga sudah dibangun. Rumah makan pun diminta untuk menunjukkan harga produknya agar informatif. Sementara untuk tempat ibadah dan kamar mandi, memang perlu diingatkan kembali bagi pengelola destinasi wisata untuk menyediakan tempatnya dengan tampilan yang baik dan bersih.

Dengan demikian, apa yang dipesankan oleh Menpar satu persatu sudah dilaksanakan oleh pemprov dan juga pemkab/ko serta bekerja sama dengan berbagai pihak terkait guna meningkatkan peran pariwisata sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Menpar dalam berbagai kesempatan juga sering menyampaikan pesan akan pentingnya promosi wisata. Destinasi wisata yang indah sekalipun, tanpa dipromosikan tidak bisa mengundang wisatawan datang. Promosi berpengaruh besar untuk memberikan persepsi positif kepada publik sehingga publik merasa diajak atau terpanggil untuk datang ke sebuah destinasi yang dipromosikan. Kami menyadari, bahwa attractiveness dan attraction yang ada di Sumbar tidak bisa langsung mendatangkan orang jika tidak dipromosikan. Oleh karena itu, promosi penting peranannya dalam mengajak orang untuk berwisata ke Sumbar.

Dalam wawancara door stop Menpar setelah memberikan sambutan peluncuran Wonderful Event Sumatera Barat, wartawan bertanya berapa banyak wisatawan yang hadir saat penyelenggaraan Tour de Singkarak (TdS). Menpar menjawab, bahwa saat berlangsungnya Tds tidak ada target menghadirkan wisatawan.

Yang lebih difokuskan, dari liputan media orang tahu berbagai destinasi wisata yang dilalui oleh peserta TdS. Karena titik start, titik finish, dan lintasan TdS adalah destinasi wisata. Termasuk juga, menginap di destinasi wisata. Liputannya terpublikasi baik di skala nasional maupun internasional. Arsip kliping pemberitaannya pun jika ditumpuk mencapai tinggi sekitar 1 meter. Dengan publikasi dari event seperti TdS, maka orang yang menonton atau membaca liputannya mendapat informasi tentang destinasi wisata, dan selanjutnya terdorong untuk datang ke Sumbar.

Ke depannya, kami di pemprov, bersama pemerintah pusat, pemkab/ko serta pihak terkait insya Allah akan terus melakukan promosi wisata guna mendatangkan wisatawan ke Sumbar. Yang dampaknya insya Allah akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 22 Agustus 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>