«

»

Muhammadiyah Suatu Gerakan

5 Maret 2020

Pada 21 Februari 2020 saya menghadiri Regional Meeting LPCR dan Workshop Pemetaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se Sumatera. Kegiatan yang dilakukan di antaranya berupa seminar dan kunjungan lapangan. Lokasi acara di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Padang.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua LPCR PP Muhammadiyah Bpk Jamaluddin Ahmad, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Bpk Agung Danarto. Acara diikuti oleh seluruh provinsi di Sumatera dengan peserta para pengurus wilayah, daerah, cabang dan ranting. LPCR adalah singkatan dari Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting.

Satu hal yang saya apresiasi kepada Muhammadiyah sebagai ormas Islam di Indonesia adalah perhatian kepada dakwah yang terus menerus dijalankan sambil memelihara akar rumput atau grass root. Grass root yang dimaksud di sini adalah cabang dan ranting. Maka Muhammadiyah bisa disebut sebagai ormas gerakan. Di mana di satu sisi, secara kelembagaan memiliki eksistensi dan merupakan ormas besar di Indonesia. Dan di sisi lain dengan memelihara grass root dakwah bisa dijalankan terus menerus.

Kegiatan dakwah Muhammadiyah diarahkan kepada berbagai bidang, di antaranya pendidikan, kesehatan, ekonomi, seni, dan sosial budaya. Ini bisa dilihat dari adanya rumah sakit, sekolah, lembaga ekonomi, lembaga sosial, masjid yang dimiliki oleh Muhammadiyah, jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Jika ada ormas yang tidak memiliki grass root yang kuat, maka biasanya akan sulit bertahan dan akhirnya perlahan-lahan mati dan hilang. Lain halnya dengan Muhammadiyah yang terus menerus bergerak, dari atas hingga bawah. Dengan adanya LPCR, berperan penting dalam meregenerasi kader-kader pengurus cabang dan ranting, juga daerah dan wilayah. Sekaligus mengembangkan cabang dan ranting. Sehingga bisa mengisi berbagai posisi di lembaga struktural maupun lembaga otonom.

LPCR juga melakukan evaluasi sekaligus memotivasi kegiatan di ranting dan cabang yang ada di daerah. Jika di suatu wilayah atau daerah belum ada pengurus cabang dan ranting, maka akan disiapkan personelnya. Targetnya, seluruh kelurahan atau nagari memiliki personel ranting. Sebagai sebuah ormas dan gerakan, Muhammadiyah telah melakukan penyiapan generasi baru untuk selalu menjalankan peran dakwahnya di berbagai bidang.

Saya mengapresiasi kegiatan LPCR berupa Regional Meeting dan Workshop Pemetaan Cabang dan Ranting Muhammadiyah se Sumatera yang dilaksanakan di Padang. Penyiapan SDM atau personel merupakan suatu hal yang amat penting dan strategis guna menggerakkan organisasi.

Dalam acara jamuan makan malam yang kami lakukan menjamu peserta dari seluruh Sumatera, nampak semangat dan antusias mereka. Ini mencerminkan bagaimana para personel itu sungguh-sungguh dan serius menggerakkan organisasi. Ini bisa dilihat dari adanya cabang atau ranting yang mandiri dan bahkan mampu menghasilkan hingga ratusan juta rupiah untuk mendanai kegiatan mereka. Ada yang berbisnis sarang burung wallet, lembaga pendidikan, perkebunan, dan lainnya.

Dengan karakter organisasi yang personelnya semangat dan sungguh-sungguh, memiliki bisnis yang bisa menopang atau mendanai organisasi, tak heran jika Muhammadiyah bisa terus berdakwah, bergerak, dan menjadi organisasi besar di tanah air.

Keberadaan Muhammadiyah, bagi kami selama ini merupakan mitra pembangunan. Karena selama ini Muhammadiyah sudah berkontribusi dalam pembangunan di Sumbar. Keberadaan sekolah-sekolah, rumah sakit, masjid, lembaga ekonomi, lembaga sosial dan yang lainnya telah membantu kami melaksanakan pembangunan.

Hal demikian turut membantu berpartisipasi dalam membentuk indeks pembangunan manusia (pendidikan dan kesehatan), pengurangan pengangguran dan penurunan kemiskinan (ekonomi), solidaritas sosial (lembaga sosial), serta peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat (dakwah).

Kami sadar bahwa keberadaan pemerintah saja tidak bisa mewujudkan kesejahteraan. Peran serta masyarakat, termasuk ormas seperti Muhammadiyah dan ormas lainnya turut memberikan sumbangsih nyata. Oleh karena itu kami siap bermitra dengan Muhammadiyah dan juga ormas lainnya dalam membangun Sumbar.

Semoga Muhammadiyah sebagai suatu gerakan bisa semakin sukses ke depannya. Baik secara kelembagaan maupun dalam hal penyiapan personel. Sehingga bisa berkontribusi lebih besar dari sebelumnya untuk pembangunan di Sumbar khususnya dan Indonesia umumnya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Singgalang 5 Maret 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>