«

»

Penyaluran Dana Desa

26 Februari 2020

Pada 18 Februari 2020 saya menghadiri rapat kerja percepatan penyaluran dan pengelolaan dana desa tahun anggaran 2020 di Auditorium Universitas Negeri Padang. Rapat ini dihadiri oleh Dirjen Otonomi Daerah Bpk. Akmal Malik yang mewakili Mendagri. Selain itu juga dihadiri oleh Forkompimda, Kajati, para Kajari, Kapolda, para Kapolres, beserta para Wali Nagari se Sumatera Barat, dan para Bupati/Wali Kota.

Kehadiran seluruh pemangku kepentingan tersebut juga memberikan manfaat yang besar kepada peserta rapat. Sehingga mereka, khususnya wali nagari mendapat informasi dari para narasumber tentang bagaimana mekanisme dan cara penggunaan dana desa tersebut.

Salah satu poin penting dari rapat kerja adalah agar wali nagari mempercepat proses penyaluran dan penyerapan dana desa di nagari. Dalam raker ini wali nagari juga diminta menyalurkan dana tersebut ke proyek padat karya. Yaitu proyek yang menyerap banyak tenaga kerja. Namun tetap memperhatikan kebutuhan yang ada di masing-masing nagari serta sesuai aturan yang berlaku. Harapannya, dengan banyaknya tenaga kerja di nagari yang mendapatkan pembayaran dari pekerjaan tersebut akan meningkatkan ekonomi di nagari tersebut.

Rapat kerja penyaluran dan pengelolaan dana desa ini merupakan perintah Mendagri kepada seluruh provinsi, di mana enam provinsi serentak termasuk Sumbar melakukannya pada waktu yang sama. Dan ini merupakan pertama kali dilakukan dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan terkait yang dilaksanakan di daerah.

Dengan kehadiran seluruh pemangku kepentingan, termasuk dari kepolisian dan kejaksaan, diharapkan para wali nagari bisa mematuhi aturan yang berlaku yang disampaikan oleh narasumber. Dengan demikian, penyalahgunaan dana bisa dihindari. Di samping itu, hasil kesepakatan antara wali nagari dengan masyarakat tentang penggunaan dana harus tetap berpijak kepada aturan yang berlaku dan juga sesuai kebutuhan. Jangan sampai dana tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Karena dana desa ini jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Khusus untuk tahun ini, peran pemanfaatan dana nagari harus semakin bisa memberikan dampak positif kepada ekonomi masyarakat nagari. Karena pada tahun ini kondisi ekonomi dikhawatirkan melambat dengan adanya isu virus Corona yang telah masuk ke banyak negara. Hal ini berdampak kepada ekonomi global termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, pada tahun ini peran dana nagari sangat penting untuk menggerakkan ekonomi nagari. Dengan demikian, selain dipercepat penyalurannya, juga jangan sampai tidak terserap semuanya. Tentu saja dengan tetap memperhatikan aturan.

Selain itu, penyaluran dana desa juga langsung ditransfer oleh pemerintah pusat ke rekening nagari atau desa. Dengan demikian, transfer ke desa atau nagari sudah semakin cepat. Maka, penyaluran dan penyerapannya juga harus bisa dipercepat. Jika dana bisa semakin cepat disalurkan dan terserap, perputaran uang di nagari akan menggerakkan ekonomi nagari. Sehingga bisa diantisipasi pengaruh perlambatan ekonomi dengan bergeraknya ekonomi nagari.

Jika melihat bagaimana dana nagari dimanfaatkan, sudah seharusnya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat nagari. Karena penggunaan dana tersebut berdasarkan aspirasi masyarakat di nagari yang dimusyawarahkan dengan berbagai elemen masyarakat. Ini sesungguhnya merupakan proses yang bottom up, aspirasi dari bawah. Bukan merupakan kebijakan yang diputuskan dari atas atau top down.

Harapan kami, dengan adanya rapat kerja yang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan maka dana nagari yang langsung ditransfer oleh pemerintah pusat ke rekening nagari benar-benar bermanfaat bagi nagari, sesuai kebutuhan, mampu menggerakkan ekonomi nagari, dirasakan oleh masyarakat, cepat tersalurkan dan terserap semua, serta sesuai aturan yang berlaku.

Jika wali nagari dan seluruh elemen masyarakat kompak dalam penggunaan dana nagari, saya meyakini insya Allah akan memberikan dampak positif yang lebih dari yang diharapkan. Semoga dana desa yang masuk ke nagari bisa memberikan banyak kebaikan untuk nagari-nagari tersebut. Terutama di saat seperti sekarang, di mana perlambatan ekonomi global berdampak kepada ekonomi Indonesia, seperti sektor pariwisata, investasi dan perdagangan. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Padang Ekspres 26 Februari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>