«

»

Silaturahmi Daring

28 Mai 2020

Pertama sekali, kepada seluruh masyarakat kami ucapkan “Selamat Idulfitri 1441 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin“. Alhamdulillah, setelah sebulan penuh berpuasa kita merayakan Idulfitri di rumah saja dengan keluarga inti. Kondisi ini memang berbeda dengan tahun lalu. Karena baru tahun ini terjadi pandemi Covid-19.

Dengan keterbatasan dalam merayakan Idulfitri, mulai dari salat ied yang tidak bisa dilaksanakan berjemaah di Masjid/Lapangan hingga silaturahmi yang tidak bisa mengunjungi banyak orang, bukan berarti Idulfitri kurang bermakna. Bahkan ini adalah sebuah penyikapan yang merupakan bagian dari tujuan (maqashid) syariat Islam, yaitu melindungi nyawa.

Salat Idulfitri memang tidak bisa dilakukan secara berjemaah di lapangan, tapi bisa dilakukan di rumah. Dan silaturahmi tidak bisa banyak bertemu orang, tapi bisa dilakukan dari rumah menggunakan ponsel atau komputer. Melalui aplikasi seperti WhatsApp, Google Duo atau Zoom silaturahmi bisa dilakukan dengan video call. Sehingga masih bisa bertatap muka secara online (daring).

Kita patut bersyukur, meskipun saat ini harus menghadapi penyebaran Covid-19, kemajuan teknologi telah membantu terhubungnya orang melalui ponsel. Sehingga masih bisa berkomunikasi dan bersilaturahmi. Beberapa tahun lalu, teknologi yang ada di ponsel baru sebatas mengandalkan audio atau suara untuk berkomunikasi. Dan saat ini kemajuan teknologi sudah mampu menyediakan komunikasi video. Sehingga bisa saling melihat di layar ponsel atau komputer seperti sedang bertemu muka di dunia nyata.

Pada tahun ini, kerinduan untuk salat ied di lapangan atau masjid pasti ada di benak kita. Karena ternyata sungguh sangat nikmat sekali bisa salat ied di lapangan. Demikian juga silaturahmi setelah salat ied, menyempurnakan perayaan Idulfitri setelah satu bulan berpuasa. Namun apa boleh buat, kita juga harus memikirkan keselamatan diri dan keluarga kita.

Perkembangan penanganan Covid-19 mengalami perubahan cepat. Sebelumnya, pernah ada suatu daerah dinyatakan aman, ternyata esoknya sudah ada informasi bahwa ada warga yang positif covid. Dari sebelumnya ada tiga daerah aman di Sumbar, berubah menjadi dua. Dan menjelang Idulfitri ada informasi yang menyatakan warga daerah tersebut ada yang positif Covid-19. Sehingga akhirnya tinggal satu daerah di Sumbar yang warganya masih terbebas dari infeksi Covid-19.

Perubahan yang demikian cepat ini membutuhkan antisipasi yang cepat pula. Salah satunya adalah imbauan agar tidak melakukan salat ied berjemaah di Masjid/Lapangan. Bagi yang belum terkena, memang masih ada yang menganggap remeh Covid-19. Tapi bagi yang sudah terkena akibat keteledorannya, barulah ia sadar dan bisa memahami apa yang disampaikan oleh pemerintah dan ulama.

Oleh sebab itu, kita patut bersyukur masih bisa salat ied di rumah, dan silaturahmi daring melalui ponsel. Kita perlu bersyukur karena masih dilindungi Allah Swt dari terinfeksi Covid-19. Jangan sampai sebaliknya, menganggap remeh dan menyombongkan diri. Di Amerika Serikat, seorang aktivis anti-lockdown terinfeksi Covid-19 sehingga tidak bisa ikut demonstrasi menentang lockdown yang sudah ia siapkan sebelumnya.

Maka, dengan kondisi yang ada, mari kita maksimalkan silaturahmi daring melalui ponsel atau komputer. Para pengembang aplikasi juga telah berupaya agar silaturahmi daring dalam sebuah waktu bisa diikuti banyak orang. Hal ini bisa membantu kita yang ingin bersilaturahmi dengan teman sekolah, teman kantor, kerabat dekat, tetangga, dan lainnya dalam waktu yang sama.

Dengan kemajuan teknologi informasi, dan kemudahan akses komunikasi daring, sudah sepantasnya kita bersyukur. Karena di masa sulit masih bisa melihat orang-orang yang kita sayangi dan hormati lewat video call. Selain itu, kita bisa menempatkan foto diri atau keluarga terkini di aplikasi seperti Facebook atau Instagram agar keluarga, kerabat, teman bisa melihat kondisi kita terkini. Sehingga mereka bisa berkomentar untuk ucapkan selamat Idulfitri atau sekedar menyapa.

Intinya, begitu banyak pilihan untuk silaturahmi daring saat ini. Tinggal kita sendiri yang harus kreatif menggunakannya untuk berbagai keperluan. Sebagai makhluk sosial, kita memang butuh silaturahmi dan komunikasi. Namun, kita juga harus memperhatikan keamanan dan keselamatan diri. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres 28 Mei 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>