«

»

Kesadaran Masyarakat

29 Juli 2020

Pandemi Covid-19 sudah berjalan sekian lama. Berbagai kebijakan seperti lockdown, PSBB, dan lainnya di berbagai negara termasuk Indonesia sudah dijalankan. Kemudian pelonggaran, new normal, maupun adaptasi kebiasaan baru juga sudah dilakukan. Sudah banyak yang terinfeksi, kemudian sembuh. Ada juga yang meninggal. Bahkan tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat banyak juga yang terinfeksi dan meninggal. Namun ternyata kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan masih belum menunjukkan perubahan besar.

Tanda-tanda yang mudah dilihat adalah tidak memakai masker ketika di luar rumah, kemudian juga tidak menjaga jarak serta mulai terbiasa berkerumun. Sedangkan tanda-tanda yang tidak bisa dilihat langsung adalah seperti kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan dan kesehatan.

Maka dengan melihat orang-orang di luar rumah memakai atau tidak memakai masker, bisa dijadikan acuan bagaimana masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan. Dengan semakin lamanya pandemi, saya meyakini semakin bertambah orang yang sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan. Karena mereka bisa dapatkan informasi tentang perkembangan penanganan covid-19 melalui televisi, radio, surat kabar, internet maupun informasi dari teman, keluarga, tenaga kesehatan, dan lainnya. Hingga tulisan ini dibuat, jumlah positif covid sudah tembus 100.000 orang di Indonesia. Sedangkan di dunia, sudah tembus 16 juta orang yang positif covid.

Selain bertambahnya orang-orang yang sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan, orang yang belum sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan juga tak kalah banyak. Mereka mungkin beranggapan, dengan mematuhi protokol kesehatan akan menyulitkan hidup mereka, terutama dalam hal mencari nafkah.

Namun faktanya, ada orang-orang yang sejak ditemukannya kasus positif covid di Sumbar hingga sekarang, masih bisa produktif dengan pekerjaanya. Sebabnya, karena mematuhi protokol kesehatan. Mereka justru terlindungi dari covid karena sudah melindungi dirinya dengan mematuhi protokol kesehatan.

Pemerintah berupaya mengendalikan covid dengan testing, tracking, menyiapkan rumah sakit, dan juga program-program lainnya. Jika masyarakat tidak mengimbangi dengan mematuhi protokol kesehatan, maka kemungkinan muncul kegagalan menangani covid semakin besar. Di negara-negara lain, lonjakan jumlah positif covid terjadi karena masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan. Bahkan ada yang melawan secara terang-terangan dengan mengajak orang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Dengan belum adanya vaksin atau antivirusnya, maka sudah seharusnya masyarakat memiliki kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena ini merupakan hal yang sangat penting. Pemerintah selalu mengingatkan masyarakat, melalui berbagai media seperti televisi, radio, surat kabar, internet, pesan singkat (sms) dan lainnya.

Dengan berdisiplin mematuhi protokol kesehatan, insya Allah kita akan aman dan produktif. Ini juga dibuktikan dari melihat hasil tracking orang yang terkena covid, kebanyakan mereka tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan. Seandainya saja mereka mau patuh terhadap protokol kesehatan seperti memakai masker, maka akan lebih terlindungi.

Jika dua orang yang memakai masker bertemu atau melakukan kontak, maka peluang terkena virus kecil, sekitar 1 persen. Termasuk juga peluang menularkan virus, karena sudah dihambat oleh masker. Apalagi jika ditambah dengan disiplin menjaga jarak dan rajin cuci tangan. Sebaliknya, jika tanpa masker, peluang terkena droplet semakin besar. Sehingga bisa menularkan dan tertular.

Namun demikian, memakai masker pun perlu diperhatikan. Karena salah satu perilaku yang sering dijumpai adalah, memakai masker tetapi ditaruh di dagu, sehingga mulut dan hidungnya tidak tertutup. Ada lagi perilaku lainnya, memakai masker ketika diam, dan melepas masker ketika berbicara dengan orang lain. Padahal justru ketika bicara itulah seseorang tanpa sadar mengeluarkan droplet yang berbahaya bagi orang lain. Seharusnya, masker tetap dipasang ketika diam atau bicara.

Selain itu, sebaiknya kita menghindari tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya penyebaran virus. Seperti pusat keramaian. Jika kita berada di tempat tersebut, maka diusahakan berhati-hati. Di tempat-tempat wisata yang sudah buka, masyarakat yang datang harus memperhatikan protokol kesehatan. Karena di situ muncul keramaian.

Sementara itu, pihak yang memberikan layanan kepada masyarakat juga perlu mematuhi protokol kesehatan. Misalnya sopir angkot, pelayan rumah makan, pelayan hotel, dan lainnya.

Di luar hal tersebut, nampaknya sosialisasi, promosi dan edukasi untuk mematuhi protokol kesehatan tidaklah cukup. Perlu adanya sanksi. Maka kami bersama DPRD Provinsi sedang menyiapkan perda tentang aturan adaptasi kebiasaan baru, di mana di dalamnya terdapat sanksi bagi yang melanggar aturan. Sehingga dengan aturan diharapkan masyarakat bisa semakin disiplin.

Harapan kami, masyarakat tanpa dipaksa bisa semakin sadar akan pentingnya memakai masker ketika di luar rumah, dan menjaga jarak, yang merupakan bagian protokol kesehatan. Namun, melihat masih banyaknya yang belum sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, aturan perlu dibuat agar masyarakat bisa disiplin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Singgalang, 29 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>