«

»

Launching MTQ XXVIII

5 Agustus 2020

Pada 29 Juli 2020 saya menghadiri peluncuran (launching) Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII di Hotel Grand Inna Muara Padang. Launching dilakukan oleh Menteri Agama secara daring (online) yang berada di Jakarta. Selain itu, melalui aplikasi Zoom, acara ini diikuti oleh gubernur seluruh Indonesia. Pelaksanaan MTQ XXVIII dijadwalkan pada 12-21 November 2020 di Padang.

Dengan pelaksanaan MTQ XXVIII di Padang, Menteri Agama menyebut acara ini mungkin merupakan satu-satunya acara nasional yang diagendakan tahun 2020 yang masih berjalan. Dengan adanya pandemi Covid-19, ada acara nasional yang pelaksanaannya ditunda atau dibatalkan. Di Sumbar sendiri, ada beberapa acara nasional yang dibatalkan/ditunda pelaksanaannya. Di antaranya adalah, Penas Tani, Hari Anak, dan Hari Keluarga Nasional. Sedangkan MTQ XXVIII tetap berjalan.

Pelaksanaan MTQ XXVIII merupakan suatu tantangan bagi Sumbar. Karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Dengan demikian, pelaksanaan MTQ XXVIII akan mengikuti protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak, tidak berkerumun, dan lainnya. Seluruh peserta dan rombongan tim yang datang ke Sumbar disyaratkan mengantongi surat hasil tes kesehatan negatif covid. Adapun panitia pelaksana seperti juri, hakim, penanggung jawab dan pelaksana acara juga harus mengikuti tes swab.

Selain itu, di setiap pertandingan atau acara (event), peserta juga dibatasi. Termasuk acara pembukaan dan penutupan, pengunjung pun akan dibatasi. Demikian pula dengan penampilan kesenian, akan dibatasi.

Tiga belas tempat pertandingan juga akan dibatasi mengikuti protokol kesehatan, dan akan dibuatkan streaming bagi penonton. Sedangkan peserta tetap berada di tempat. Dengan demikian, MTQ XXVIII tetap berjalan dan para juara langsung mendapatkan medali seperti lazimnya pertandingan. Tak lupa disertai protokol kesehatan.

Tiga belas tempat tersebut di antaranya adalah Masjid Raya Sumbar, Masjid Nurul Iman, Masjid Al-Mujahidin dan Masjid Al-Hakim (keduanya berlokasi di Pantai Padang). Selain itu juga menggunakan gedung serba guna yang ada di UNP, Unand, UIN Imam Bonjol dan Universitas Baiturrahmah.

Kami berharap seluruh kafilah tetap aman dari covid dan sehat dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Baik ketika berada di Sumbar maupun ketika keluar Sumbar. Kami juga berharap, MTQ XXVIII di Sumbar bisa menjadi kebanggaan bersama seluruh masyarakat Sumbar. Karena Sumbar terakhir menjadi tuan rumah MTQ XIII pada tahun 1983 di masa Gubernur Azwar Anas dan sukses menyelenggarakan MTQ tersebut. Semoga MTQ XXVIII bisa sesukses MTQ XIII.

Yang tidak bisa dihindari adalah, pelaksanaan MTQ XIII berbeda dengan MTQ XXVIII. Karena pada MTQ XXVIII sebagian dilaksanakan secara virtual mengikuti protokol kesehatan. Seluruh pendaftaran dilakukan secara daring. Penilaian juri juga dilakukan secara digital, sehingga memaksimalkan peran teknologi informasi.

Sebagai daerah yang masyarakatnya memiliki falsafah hidup Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, pelaksanaan MTQ Nasional di Sumbar merupakan sebuah kebanggaan. Karena juga turut serta dalam syiar Islam di pentas nasional.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa pelaksanaan MTQ XXVIII harus tetap diselenggarakan tahun 2020. Jawabannya adalah, agar proses-proses atau pertandingan tingkat lainnya tidak terganggu atau tidak terlambat. Jika satu tingkat terlambat, tingkat yang lain akan terlambat semua. Dalam pelaksanaan MTQ, ada MTQ tingkat kecamatan, MTQ tingkat kabupaten/kota, MTQ tingkat provinsi. MTQ ada pula yang tingkat regional dan internasional. Selain itu, juga ada Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) sebagai pelaksana MTQ. Semuanya saling berkaitan, maka pelaksanaannya harus sesuai jadwal.

Sebagai tuan rumah MTQ XXVIII, kami mengharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk menerima kedatangan para peserta dan rombongan. Tidak semua peserta yang menginap di hotel. Sebagian mereka nanti juga akan menginap di rumah-rumah penduduk. Maka harapan kami, mereka dilayani dengan baik. Kemudian, kami juga mengharapkan agar dengan ada yang menginap di rumah penduduk bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan. Agar tidak terjadi penyebaran covid.

Insya Allah pembukaan MTQ Nasional XXVIII direncanakan akan dilakukan di Stadion Utama (Main Stadium) Sumbar di Sikabu Kab. Padang Pariaman. Dan penutupan akan dilakukan di Masjid Raya Sumbar.

Harapan kami, seluruh masyarakat Sumbar mendukung acara ini sehingga bisa sukses terlaksana dan Sumbar bisa meraih lima besar di MTQ XXVIII. Untuk itu kami meminta para qari dan qariah serta seluruh tim Sumbar untuk menyiapkan penampilan terbaiknya dengan berlatih sungguh-sungguh. Mari kita buktikan, bahwa pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat masyarakat Sumbar untuk ikut mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ XXVIII. Selain itu juga bagi tim Sumbar bisa meraih prestasi terbaiknya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Padang Ekspres 5 Agustus 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>