«

»

Mengendalikan Covid-19

17 Juli 2020

Pandemi Covid-19 terus berjalan di seluruh dunia. Hingga hari ini belum ditemukan obat atau antivirusnya. Berbagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid sudah diupayakan. Namun tetap saja jumlah pasien positif terus bertambah. Beberapa negara yang dianggap sukses menerapkan lockdown akhirnya kembali melakukan lockdown setelah sempat melonggarkan untuk memberi ruang pemulihan ekonomi dan hidup normal. Contohnya adalah Melbourne (Australia, selama enam pekan) dan Leicester (Inggris). Sekjen WHO Tedros Adhanom bahkan menyatakan, banyak negara yang terlalu meremehkan Covid-19, sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan kasus baru.

Sementara di Indonesia, ada daerah yang tadinya dinyatakan aman dan terkendali ternyata kembali terjadi lonjakan penambahan pasien postif covid. Contohnya adalah DKI Jakarta yang bertambah 344, 257, dan 359 orang pada 8, 11, dan 12 Juli 2020. Daerah lain pun ada yang mengalami lonjakan pertambahan pasien positif covid seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Hal demikian juga tidak menutup kemungkinan bisa saja terjadi di Sumbar.

Meskipun Sumbar sudah lebih satu bulan grafik pertambahan pasien positif covid menunjukkan tren melandai, kita tidak tahu jika ternyata terjadi lonjakan kenaikan pasien positif covid di kemudian hari. Namun, jika kita patuh terhadap protokol kesehatan penanganan covid-19, insya Allah kondisi bisa terkendali. Ditambah dengan penanganan Covid-19 oleh pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan secara baik termasuk kesadaran masyarakat itu sendiri untuk disiplin protokol kesehatan.

Dengan patuh kepada protokol kesehatan dan adanya penanganan Covid-19 oleh pemerintah,  alhamdulillah muncul zona hijau di Sumbar. Yaitu zona di mana tidak ada penambahan pasien positif covid selama sebulan terakhir. Dua minggu lalu ada 11 kabupaten kota yang masuk kategori zona hijau. Yaitu Tanah Datar, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, Solok, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Sawahlunto, Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Payakumbuh.

Seminggu berikutnya, muncul kasus positif covid di beberapa daerah zona hijau tersebut. Yaitu di Tanah Datar, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, dan Solok. Sehingga masuk menjadi zona kuning. Pada 6 Juli 2020, saat diumumkan enam daerah zona hijau dalam pertemuan dengan bupati dan wali kota, sehari kemudian pada 7 Juli 2020 Lima Puluh Kota menjadi zona kuning. Kemudian pada 8 Juli 2020 Payakumbuh menjadi zona kuning. Zona hijau akhirnya tinggal empat. Hingga 13 Juli 2020 empat daerah tersebut masih zona hijau sehingga ditetapkan sebagai daerah yang bisa melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka oleh SKB 4 Menteri dan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada 13 Juli 2020 yang merupakan awal tahun ajaran baru di 4 daerah zona hijau dibuka pembelajaran dengan tatap muka. Namun kemungkinan tidak akan permanen. Jika nanti daerah tersebut masuk zona kuning, pembelajaran tatap muka dihentikan. Beralih ke pembelajaran jarak jauh (daring, online). Sementara 15 daerah yang masih zona kuning ternyata minggu berikutnya masuk ke zona hijau. Jika memenuhi kriteria, maka bisa dilakukan pembelajaran tatap muka. Perpindahan zona ini kemungkinan akan terus terjadi. Salah satu sebabnya, adanya pergerakan orang yang masuk ke Sumbar dan keluar Sumbar. Sehingga potensi penularan akan tetap ada.

Saat ini masyarakat sudah terbiasa dengan informasi tentang penambahan jumlah pasien positif covid, termasuk juga jumlah yang sembuh dan meninggal. Sensitivitas terhadap informasi tentang lonjakan kasus positif atau penambahan jumlah yang meninggal seperti sudah tidak ada lagi. Kebanyakan orang merasa saat ini adalah kehidupan normal. Maka, untuk tetap bisa mengendalikan Covid-19 diperlukan langkah-langkah penanganan yang tepat. Di antaranya dengan memperhatikan beberapa indikator. Seperti testing rate, yaitu jumlah orang yang dites dibagi dengan jumlah penduduk. Alhamdulillah, Sumbar hingga saat ini sudah melakukan tes sebanyak lebih 56 ribu berarti  lebih 10 ribu orang untuk 1 juta penduduk (lebih dari 1%). Testing rate ini juga berarti satu perseribu kali jumlah penduduk dalam seminggu. Capaian kita sudah lebih 9 ribu per minggu atau 1.7 perseribu melebihi target WHO 1 perseribu.

Kemudian positivity rate, yaitu perbandingan jumlah orang yang positif covid dibanding dengan jumlah yang sudah diperiksa di laboratorium. Alhamdulillah Sumbar sudah di angka 1,28%, di bawah yang disarankan WHO yaitu di bawah 5%. Berikutnya tracking rate, yaitu jika ada 1 orang positif covid maka yang diswap minimal 64 orang. Kemudian incidence rate, yaitu persentase penduduk yang diprediksi terkena covid-19, Sumbar angkanya sebesar 0,075%. Selain itu Sumbar sudah mencapai tingkat kesembuhan sebesar di atas 80%, melewati angka nasional sekitar lebih 40%. Kemudian angka kematian, Sumbar sekitar 4%, sedangkan nasional sekitar 5%. Dan reproduksi efektif (Rt) seminggu belakangan angkanya di bawah 1.

Alhamdulillah, dengan kerja sama dan kerja keras seluruh pihak di Sumbar, Covid-19 bisa dikendalikan. Hal ini bisa terlihat dari indikator di atas yang sudah diuraikan. Termasuk juga memantapkan tracking, tracing, karantina, dan penjagaan di pintu masuk baik darat, udara dan laut. Kami pun tak ingin terkesan membanggakan diri dengan hasil yang sudah dicapai, karena saat ini situasi masih krisis. Sehingga harus selalu siap siaga menghadapi berbagai kemungkinan. Namun, kami bersyukur bahwa dengan kerja sama seluruh pihak dan pemangku kepentingan, Sumbar bisa lebih baik dalam menangani dan mengendalikan Covid-19.

Untuk itu, kami tak bosan-bosannya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menjaga kesehatan dan kebersihan. Dengan peran serta seluruh masyarakat, insya Allah di saat pandemi seperti ini kita masih bisa berusaha, bekerja, mencari nafkah untuk keluarga. Kondisi demikian mesti kita syukuri jika melihat negara lain yang sudah kembali melakukan lockdown. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Singgalang 17 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>