«

»

Nagari Tageh Covid

4 November 2020

Meningkatnya jumlah orang yang positif covid di Sumbar menjadikan seluruh pihak terkait berupaya terus-menerus untuk mengendalikan penyebarannya. Selain itu juga terus menerus berpikir mencari solusi alternatif yang bisa membantu mengendalikan penyebaran covid.

Nagari sebagai struktur pemerintahan terendah di Sumbar turut memegang peranan penting dalam pengendalian penyebaran covid. Selama ini pemprov, pemkab dan pemko terkesan lebih terlihat peranannya dalam pengendalian penyebaran covid. Terutama dalam pemberitaan media. Padahal nagari juga memiliki peranan penting dalam pengendalian penyebaran covid di Sumbar.

Nagari yang pemerintah dan masyarakatnya memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi penyebaran covid, insya Allah bisa melakukan mengendalikan penyebaran covid di wilayahnya. Sehingga wilayah tersebut bisa terlindungi.

Saat ini di Sumbar sudah ada beberapa nagari tageh yang menjadikan seluruh elemen masyarakat berdaya menghadapi covid. Mereka memiliki pengetahuan dan juga solidaritas dalam membantu warga yang terkena covid. Masyarakat juga berupaya mencegah masuknya covid ke nagari mereka secara bersama-sama agar wilayah mereka bisa lebih sehat dan aman covid.

Nagari tageh adalah nama lain dari kampung tangguh yang merupakan program Presiden Joko Widodo dan Kapolri. Nagari tageh melibatkan TNI, Polri, Forkopimda, pemda, perantau, pihak swasta, BUMN, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dalam pelaksanaannya. Dengan adanya nagari tageh maka diharapkan nagari tersebut bisa melindungi wilayahnya dari penyebaran covid, mengamankan wilayahnya dari gangguan keamanan, kuat ekonominya dan kuat ketahanan pangannya.

Di nagari tageh dibangun rumah isolasi nagari untuk isolasi orang yang positif covid dan rumah aman nagari untuk ibu hamil yang akan melahirkan. Untuk mewujudkan hal tersebut membutuhkan upaya dan dana. Peran perantau dan pihak ketiga atau perusahaan (swasta, BUMN, LSM dan lainnya) sangat membantu terwujudnya kedua rumah tersebut. Selain itu pendanaan kebutuhan harian untuk orang yang melakukan isolasi mandiri dan ibu hamil yang akan melahirkan turut dibantu dari masyarakat. Baik berupa donasi atau infak dan sedekah.

Rumah isolasi nagari dibuat dalam rangka menyatukan orang yang positif covid di sebuah nagari untuk diisolasi di satu tempat. Sehingga mereka tidak menularkan kepada yang lain, dan nagari itu aman dari penyebaran covid. Sedangkan rumah aman nagari dibuat untuk menyiapkan ibu hamil dalam keadaan aman covid ketika hendak melahirkan.

Dr. Andani Eka Putra menambah konsep nagari tageh yang sudah ada, di antaranya dengan melibatkan pihak kampus. Di mana pelaksana teknisnya adalah dosen dan mahasiswa. Hal ini akan diterapkan di Solok Selatan. Mahasiswa berada langsung di lapangan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan praktik nagari tageh. Terutama dalam bidang kesehatan. Yaitu di rumah isolasi nagari dan rumah aman nagari.

Nagari tageh mulai diterapkan ketika adaptasi kebiasaan baru atau new normal mulai berjalan. Di masa ini, sudah tidak ada lagi PSBB. Maka aktivitas masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan mereka sudah bisa berjalan kembali. Orang keluar masuk Sumbar pun sudah boleh, termasuk perjalanan dinas dan mudik. Tempat wisata juga sudah dibuka kembali.

Namun akibat masyarakat sudah bebas melakukan kegiatan, maka muncul klaster-klaster covid. Seperti klaster perantau, perkantoran, pesta perkawinan, rumah makan, dan lainnya. Lonjakan pertambahan orang positif covid juga terjadi.

Maka, keberadaan nagari tageh dalam membantu mengendalikan penyebaran covid cukup penting. Dan untuk menjadikan nagari tageh mampu menjalankan perannya dengan baik dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Karena nagari tanpa dukungan dari pihak luar tidak bisa maksimal berperan dalam mengendalikan penyebaran covid. Di samping itu peran pihak internal seperti tokoh masyarakat dan pemuda serta tokoh agama juga tidak kalah pentingnya. Pihak-pihak yang memiliki ikatan emosional dengan nagari akan memberikan pengaruh positif pelaksanaan nagari tageh.

Dengan pelibatan pihak kampus dan juga tenaga kesehatan serta pihak terkait lainnya seperti organisasi profesional dan keagamaan, nagari tageh mampu berperan membantu mengendalikan penyebaran covid.

Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungannya kepada nagari tageh di berbagai tempat di Sumbar. Semoga semakin banyak nagari tageh yang terbentuk sehingga pengendalian peyebaran covid bisa dikendalikan dengan lebih baik lagi.

Dengan semakin banyaknya nagari tageh, semoga bisa menjadi nagari yang mandiri dalam menghadapi penyebaran covid. Dan bisa menjadi contoh bagi nagari lain untuk menjadi nagari tageh. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Insya Allah. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Singgalang 4 November 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>