«

»

Di Mata Pelajar, Irwan Prayitno Sosok yang Sederhana

27 Oktober 2015

SENIN siang (26/10/2015), Tim Relawan Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc, Datuk Rajo Bandaro Basa dan Drs. H. Nasrul Abit, MBA bekerjasama dengan Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kota Padang mengadakan kegiatan bagi-bagi masker kepada pengendara yang melawati jalan di seputaran Tugu Simpang Haru.

“Dan kerjakanlah amal kebaikan agar kalian beruntung!” (QS. Al-Hajj: 77). “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling menyantuni adalah bagaikan satu tubuh; jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit, niscaya seluruh anggota tubuh lainnya ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rupanya, kegiatan tersebut mengundang perhatian banyak pihak, termasuk siswa-siswi yang kebetulan sedang menunggu angkot sepulang sekolah. Mereka ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Walau sudah dilarang oleh beberapa orang Tim Relawan Pemenangan IP2NA, para siswa-siswi tersebut tetap ngotot ikut ambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan mengantisipasi dampak kabut asap di Kota Padang tersebut.

Keterlibatan siswa-siswi itu mengundang takjub Nofrianto Lublin yang akrab disapa Noa Rang Kuranji, salah seorang pimpinan Bara Online Media (BOM) yang belakangan dikenal dekat dengan sosok Irwan Prayitno. Pria ganteng, bergigi putih dan berkulit sedikit agak kelam yang humoris ini pun mencoba mengorek keterangan, kenapa siswa-siswi tersebut rela berpanas-panas sepulang sekolah nimbrung dalam aksi sosial bagi-bagi masker tersebut? Apatah lagi, mereka baru saja pulang sekolah dan menunggu angkot yang akan mengantarkan mereka pulang, dan tentu saja mereka belum makan siang.

Menurut Ali, salah seorang siswa SMK swasta di kota ini, ia tertarik dengan sosok Irwan Prayitno yang sederhana, tampil apa adanya, dan tak suka diatur dengan protokoler. Ia mengaku mendapat informasi tentang sosok Irwan Prayitno selama ini dari media sosial dan media online yang dia baca. Dan baru bertemu langsung dengan Irwan Prayitno pada kegiatan aksi sosial bagi-bagi masker ini. Informasi yang dia dapat ternyata benar, dalam keseharian, Irwan Prayitno berpenampilan sederhana.

Ali pun mengaku mengagumi sosok Irwan Prayitno. Baginya, pemimpin yang baik itu pasti dicintai rakyatnya. Hujatan apa pun yang dialamatkan lawan-lawan politik kepadanya, pasti tidak akan mengurangi nilai kepemimpinannya di tengah-tengah masyarakat. Sebagai pemilih pemula, yang baru untuk pertama kalinya akan memberikan hak suaranya dalam pemilu pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang, Ali mengaku tidak ada pilihan lain, selain Irwan Prayitno.

 

“Barangsiapa yang meninggalkan pakaian (yang bagus) disebabkan tawadhu’ (merendahkan diri) di hadapan Allah, sedangkan ia sebenarnya mampu, niscaya Allah memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segenap makhluk dan ia disuruh memilih jenis pakaian mana saja yang ia kehendaki untuk dikenakan.” (HR. Ahmad-Tirmidzi).
Senada dengan itu, Sari, siswa cantik berhijab ini mengaku kagum kepada Irwan Prayitno karena sosok pemimpin yang multi talenta. Tak hanya piawai dalam melaksanakan amanah kepemimpinan, Irwan Prayitno juga memiliki jiwa seni. Bahkan Irwan Prayitno mengajak anak muda berkarya di bidang seni.

Pendekatan Irwan Prayitno kepada anak muda melalui jalur seni musik dan tarik suara, mengundang perhatian tersendiri dari Sari. Ia mengaku, jarang seorang pemimpin yang berstatus ustadz, tetapi mendekati anak muda melalui seni musik dan tarik suara. Biasanya seorang ustadz mendekati pemimpin di atas mimbar mesjid atau mushalla.

Tak hanya itu, Sari pun menilai Irwan Prayitno seorang pemimpin yang penyabar dan tak suka marah. Irwan Prayitno belum pernah dia dengar melontarkan kata-kata kotor di depan publik. Irwan Prayitno pun tak pernah terdengar menghardik kepala sekolah dengan kata-kata “goblok” atau sejenisnya. Ini yang membuat Sari kagum kepada sosok yang sederhana, namun multi talenta ini.

Usai membagi-bagi masker, siswa-siswi ini pun meminta Tim Relawan Pemenangan IP2NA untuk selfie bersama. Kali ini, Noa Rang Kuranji diperlakukan bak artis. Para siswi cantik tersebut, meminta selfie dengan Noa Rang Kuranji, untuk sekedar kenang-kenangan.

 

“Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian. Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga yang kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (HR. Muslim)
Ditulis Oleh:
Zamri Yahya
Salah Seorang Pimpinan Bara Online Media (BOM) Group

 

Bentengsumbar.com, 27 Oktober 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>