«

»

Irwan Prayitno di Mata Mahyeldi

11 November 2015

SEBAGAI kader binaan Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc., Datuk Rajo Bandaro Basa, Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah, SP mempunyai kesan tersendiri terhadap sosok murabbinya tersebut. Sejak tahun 1985, Irwan Prayitno memang aktif mengkader aktivis dakwah di Ranah Minang. Tercatat, 186 kali dirinya harus bolak-balik PP Jakarta – Padang dengan naik bus untuk mentarbiyah kader-kader muda yang dipersiapkan untuk menjadi da’i di daerah ini.

Selama melakoni aktivitas sebagai murabbi (guru) dari tahun 1982 sampai 1995 tersebut, sudah tak terhitung jumlahnya murid-murid Irwan Prayitno. Deretan nama terkenal yang sempat menimba ilmu agama dengan Irwan Prayitno di antaranya adalah Mahyeldi Ansharullah yang saat ini menjabat Wali Kota Padang. Sebelumnya Mahyeldi juga pernah menjabat Wakil Wali Kota Padang mendampingi Fauzi Bahar sebagai Wali Kota ketika itu. Mahyeldi ditarbiyah Irwan Prayitno di Bukittinggi.

“Saya mengenal pak Irwan sejak 1985. Beliau adalah orang yang ikut membina saya. Banyak hal yang saya pelajari dari beliau. Pak Irwan orangnya enerjik. Boleh dikata, orang yang bertemu pak Irwan, maka akan tergerakan untuk melakukan aktivitas. Ini juga terbukti ketika beliau menjadi Gubernur Sumatera Barat, semuanya harus bergerak cepat. Orang yang enerjik itu dapat ditandai dari gaya berjalannya. Pak Irwan itu jalannya cepat, tidak menunduk. Banyak ide beliau dalam membangun Sumbar. Misalnya ide pembangunan di bidang fisik adalah pembangunan jembatan, pelebaran jalan, dan lain sebagainya,” ungkap Mahyeldi Ansharullah kepada penulis usai jumpa pers di Resto Metro Purus II Kota Padang, Selasa (10/11/2015).

Menurut Mahyeldi, ada dua hal yang berkesan dari Irwan Prayitno. Pertama, kemampuan Irwan Prayitno menggerakan orang. Irwan Prayitno mampu memotivasi seseorang agar melakukan sesuatu. Ini mungkin disebabkan Irwan Prayitno merupakan seorang psikolog. Kedua, di dalam melakukan suatu aktivitas atau pekerjaan Irwan Prayitno mempunyai target. Target yang ingin dicapai jelas dan terukur.

Disamping seorang pemimpin dan politisi, ungkap Mahyeldi, Irwan Prayitno juga seorang pengusaha. Dan hampir semua bidang usaha yang digelutinya berhasil semua. Sebagai seorang da’i, jelas Mahyeldi, Irwan Prayitno adalah sosok yang dekat dengan masyarakat. Mahyeldi berharap, Irwan Prayitno terpilih lagi, sehingga pembangunan di Sumatera Barat bisa lebih ditingkatkan.

Apa yang disampaikan Mahyeldi itu memang nyata adanya. Beberapa contoh di bidang pembangunan fisik di Kota Padang dapat disebutkan di sini. Pelebaran jalan Alai-Bypass salah satu bukti keberanian seorang Irwan Prayitno dalam menerobos segala hambatan yang terjadi di lapangan. Padahal, sebelum pelebaran banyak persoalan yang menjadi kendala, salah satunya adalah persoalan tanah.

Irwan Prayitno dengan tegas waktu itu menginstruksikan agar persoalan pembangunan jalur evakuasi Padang di kawasan Alai sampai ke jalan Padang Bypass dilanjutkan saja dengan membiarkan 13 titik masalah yang tidak kunjung tuntas diurus Pemko Padang. Untuk penyelesaian Alai Bypass ini Pemprov Sumbar mengusulkan dana tambahan sebesar Rp10 miliar lagi dalam APBN dan APBD Sumbar. Sedangkan soal pembayaran ganti rugi yang tersisa, tentu tetap jadi tanggung jawab Pemko Padang.

Dengan demikian langkah yang ditempuh Irwan Prayitno selaku gubernur waktu itu adalah dalam rangka penyelamatan anggaran dan ‘mengangsur’ bengkalai yang sudah bertahun-tahun tak kunjung tuntas itu. Alhamdulillah, saat ini jalan Alai-Bypass tersebut hampir tuntas dikerjakan dan sudah dapat dinikmati warga kota. Perekonomian di daerah itu pun sudah terlihat maju pesat.

Demikian juga pelebaran jalan Bypass Padang. Walau Pemerintah Kota Padang belum berhasil sepenuhnya membebaskan lahan konsolidasi, tetapi pembangunan tetap dimulai oleh Dinas Prasjaltarkim Sumbar berdasarkan instruksi Irwan Prayitno ketika masih menjabat Gubernur Sumatera Barat. Kepastian pengerjaan pembangunan jalur dua Bypass Padang terjawab, setelah adanya jaminan dari Pemprov Sumbar seputar pembebasan lahan di ruas jalan Bypass.

Dalam menangani pembebasan lahan, Irwan Prayitno selaku gubernur waktu itu menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk membantu Pemko Padang. Sementara itu, Pemko Padang sendiri sudah pula menyiapkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembebasan lahan. Jalur Bypass akan diperlebar menjadi dua jalur di sisi kanan dan dua jalur lagi di sisi kiri. Proyek jalur dua Bypass meliputi jalan sepanjang 22 km dari simpang Lubuk Begalung ke fly over Duku dengan aspal hotmix. Kemudian 5 km dari simpang Lubeg sampai Pampangan, Teluk Bayur dengan beton.

Selain pelebaran jalan, akan dibangun 9 jembatan panjang pendek dan sederhana, mulai dari Teluk Bayur. Jembatan itu di antaranya, Jembatan Ampalu dan jembatan di atas rel kereta api, jembatan Batang Arau, jembatan Kuranji, Jembatan Air Dingin, Jembatan Belimbing, jembatan Kandis 1 dan Kandis 2.

Wallahu A’lam Bishawab, dan hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya
Pimpinan Bara Online Media (BOM) Group

Bentengsumbar.com, 11 November 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>