«

»

Tindak Tegas Penebang Liar : Kerugian Banjir Solsel Mencapai Rp8,5 Miliar

22 September 2017

Gubernur Irwan Prayitno memperhatikan kayu-kayu gelondongan sisa terbawa arus banjir yang melanda Pakan Rabaa, Solsel.

Banjir bandang yang melanda bandang yang melanda daerah Pakan Rabaa, Solok Selatan kamis pekan lalu diduga akibat penebangan liar. Banjir diperkirakan menyebabkan kerugian Rp8,5 miliar.

“Kita lihat banyak bekas potongan rapi pada kayu yang terbawa oleh arus banjir bandang. Ini menandakan adanya aksi penebangan liar di hulu sungai,” sebut Gubernur Irwan Prayitno saat meninjau ke lokasi banjir bandang di Sungai Lolo, Solok Selatan, Rabu (20/9).

Gubernur membandingkandengan dengan potongan potongan kayu lain yang juga dibawa oleh arus air banjir bandang. “Kalau ini jelas bukan sengaja dipotong, karena yang terbawa oleh arus air sekalian dengan akar pohonnya” terangnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi terjadinya banjir bandang susulan, perlu adanya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, untuk segera menyisir batang sungai hingga hulu, guna memastikan kondisi hulu sungai.

“Jika memang ada akti aktivitas ilegal logging, bupati perlu bekerjasama dengan pihak yang berwenang untuk memastikan hal tersebut, bila terbukti harap ditindak tegas karena akibatnya sangat merugikan masyarakat” tegasnya.

Menanggapi arahan dari gubernur, Bupati Muzni Zakaria mengatakan untuk melakukan penelusuran atau penyisiran hingga ke hulu sungai dan akan membentuk sebuah tim, yang secara khusus bekerja untuk memeriksa kondisi aliran sungai.

“Banjir bandang yang terjadi hari Kamis malam pekan lalu, telah membuat sejumlah aspek mengalami kerusakan, seperti lahan pertanian, rumah warga, dan infrastruktur lainnya,” jelasnya.

Muzni juga menjelaskan, dari bencana tersebut telah mengakibatkan kerugian yang besar. “Tercatat kerugian mencapai Rp8,5 miliar, yang mana kerusakan yang paling banyak dialami yakni rumah penduduk mencapai 138 unit,” ungkapnya.

Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan dari Baznas Sumbar Rp100 juta, Bank Nagari Rp50 juta, Dinas Sosial Sumbar memberikan 1,6 ton beras dan uang senilai Rp35 juta.

Jumat, 22 September 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>