«

»

Pelantikan Kepala Sekolah

9 Januari 2019

Pada 4 Januari 2019 lalu saya melantik 83 kepala sekolah SMA, SMK, SLB Negeri tahap 3 di Auditorium Gubernuran. Pada tahap 2 telah dilantik sebanyak 156 kepala sekolah SMA, SMK, SLB yang juga bertempat di Auditorium Gubernuran. Sedangkan pelantikan tahap 1 berjumlah 80 orang kepala sekolah. Masih ada belasan kepala sekolah lagi yang akan dilantik dalam waktu dekat.

Pelantikan kepala sekolah dilakukan dengan berbagai latar belakang. Seperti ada kepala sekolah yang pensiun, meninggal, mutasi, promosi, maupun pengukuhan. Pelantikan kepala sekolah ini telah melalui tahapan dengan proses yang obyektif. Termasuk di dalamnya dilakukan penilaian dan pemetaan potensi. Sejak tahun 2016 SMA, SMK dan SLB telah masuk ke dalam wewenang pemerintah provinsi. Di mana sebelumnya mereka berada di bawah wewenang kabupaten dan kota.

Kepala sekolah berperan dalam mengarahkan sekolah yang dipimpinnya untuk mencapai prestasi tertentu, seperti menghasilkan lulusan yang kompetitif. Contoh sederhananya, sebuah sekolah lulusannya banyak diterima di perguruan tinggi negeri, apalagi yang favorit, tak lepas dari peran kepemimpinan kepala sekolah.

Sebaliknya, sekolah yang lulusannya sedikit diterima di perguruan tinggi negeri disebabkan minimnya peran kepala sekolah untuk berprestasi. Demikian pula sekolah kejuruan, jika tamatannya banyak diterima di berbagai lapangan pekerjaan pertanda kepala sekolahnya berhasil mengarahkan sekolah tersebut untuk berprestasi.

Selain fakta empiris yang memperlihatkan adanya hubungan antara diterimanya lulusan sekolah di perguruan tinggi negeri dan lapangan pekerjaan dengan peran kepala sekolah, tes pemetaan potensi yang dilakukan kepada para kepala sekolah juga menunjukkan adanya hubungan antara nilai yang diperoleh dari tes dengan kemampuan mengarahkan sekolah untuk berprestasi.

Jadi, bisa dikatakan bahwa sekolah yang bagus ternyata dipimpin kepala sekolah dengan nilai tes pemetaan potensi yang bagus. Begitu pula dengan sekolah yang dianggap kurang bagus, kepala sekolahnya memiliki nilai tes yang kurang bagus.

Dari hal tersebut maka pemprov Sumbar berkepentingan mensyaratkan kepala sekolah memiliki kompetensi dengan nilai tertentu agar bisa mengarahkan sekolahnya untuk berprestasi. Adapun aspek yang dilihat dari pemetaan potensi tersebut adalah potensi diri, indeks pembelajaran, kemampuan verbal, penalaran verbal, kemampuan bekerja dengan angka, penalaran angka, motivasi kerja, kepemimpinan, keteraturan, sosiabilitas, sikap positif, pengambilan keputusan, kerja sama, kemandirian, dan pertimbangan obyektif.

Jika kepala sekolah memiliki nilai yang bagus yang merupakan gabungan dari aspek-aspek di atas, maka ia bisa mengarahkan sekolahnya untuk berprestasi. Meskipun sekolah tersebut berada di wilayah terpencil atau jauh dari kota, dan siswanya bukanlah siswa unggulan, jika kepala sekolahnya bagus maka sekolahnya pun akan bagus.

Suatu hal yang utama dari sebuah pendidikan di sekolah adalah proses yang dijalani. Jika kepala sekolah bisa membentuk lingkungan yang bagus dalam proses pendidikan di sekolah maka akan menghasilkan lulusan yang cemerlang.

Misalnya, kepala sekolah menekankan kedisiplinan dengan berdiri langsung di pintu gerbang sekolah setiap pagi. Maka seluruh siswa dan guru akan datang sebelum bel berbunyi. Sehingga tercipta lingkungan yang disiplin.

Demikian pula ketika ada siswa yang nilai ujiannya untuk suatu mata pelajaran tidak bagus, maka kepala sekolah meminta guru yang bersangkutan untuk menambah jam pelajaran guna menambah kepahaman kepada siswa. Maka siswa pun termotivasi untuk mendapat nilai yang baik.

Potensi dasar siswa SMA Negeri dan SMK Negeri umumnya berada pada rata-rata dan di atas rata-rata. Maka kepala sekolah juga bersama guru berperan dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kapasitas akademis bagus, diikuti karakter yang bagus.

Pemprov Sumbar berkepentingan terhadap kualitas sekolah yang baik yang diciptakan oleh kepala sekolah dan guru. Dengan kemampuan kepala sekolah dan guru membentuk lingkungan yang mendukung terciptanya proses pendidikan yang baik, maka hasilnyapun akan didapati lulusan sekolah yang berkualitas.

Orangtua siswa pun berharap anaknya bisa mendapatkan lingkungan pendidikan terbaik di sekolahnya. Maka, meskipun baru dua tahun bergabung dengan provinsi, secara bertahap SMA dan SMK Negeri akan mendapatkan standar perlakuan yang sama. Di mana sebelumnya ketika berada di bawah kabupaten dan kota, mereka juga tergantung cara dari masing-masing pemda (kota dan kabupaten) mengarahkan proses pendidikan berdasar kebijakan yang ada.

Para kepala sekolah dan guru secara bertahap akan mengikuti tes pemetaan potensi. Hal ini berguna untuk mendapatkan informasi potret diri dari para kepala sekolah dan guru SMA Negeri dan SMK Negeri. Sehingga nanti bisa disajikan data personel dan penyebaran guru. Dengan demikian bisa dilihat di daerah mana kepala sekolah dan guru yang perlu ditingkatkan kualitasnya. Di samping itu aset sekolah yang ada pun akan didata. Demikian pula masalah pengelolaan keuangan sekolah, akan disiapkan untuk menjadi lebih baik.

Selain itu, kurikulum pun akan ditinjau, terutama tentang muatan lokal. Guru-guru juga akan diikutkan pelatihan untuk menaikkan kemampuannya. Kegiatan ekstrakurikuler pun akan disiapkan untuk lebih baik lagi di sekolah. Dan pesantren Ramadhan juga akan dicari bentuk terbaik yang cocok dengan kondisi yang ada setelah melakukan evaluasi terhadap pesantren Ramadhan yang sudah ada selama ini.

Dalam waktu dekat tim dari Inspektorat Sumbar akan datang ke sekolah untuk menyiapkan model pengelolaan keuangan di sekolah. Dan nantinya akan dijadikan peraturan gubernur.

Semoga berbagai upaya ini bisa memberikan yang terbaik, bagi siswa sendiri, orangtua, guru dan kepala sekolah, serta pemerintah provinsi. Untuk itu kami mohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar pendidikan di Sumbar bisa lebih baik ke depannya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 9 Januari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>