«

»

Irwan Prayitno dan Pemanfaatan Energi Panas Bumi

28 November 2015

Al-QURAN menyatakan bahwa sumber daya alam yang ada di bumi ditujukan untuk kemakmuran manusia, manusia yang menjadi khalifah untuk mengurusi dan memanfaatkannya tanpa merusak tatanan yang telah ada. Allah menciptakan alam dan isinya untuk manusia, supaya manusia bisa mengambil manfaat dari semua yang dihalalkan-Nya, tidak ada di alam ini yang diciptakan Allah secara sia-sia.

Semua unsur yang ada di alam ini disebut lingkungan, lingkungan yang bisa diperoleh manfaat bagi manusia disebut sumber daya alam. Sumber daya alam bisa dimanfaatkan manusia untuk menopang kebutuhan hidup dan untuk kelangsungan hidup manusia. Manusia juga diperintahkan Allah untuk mengelola bumi dan menjaga kelestariannya, dalam Al Quran disebut manusia adalah khalifah di bumi, manusia sebagai khalifah harus bisa bertanggung jawab atas semua yang terjadi di alam.

“…dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al An’am: 165).

Salah satu sumber daya alam yang sangat bermanfaat bagi manusia adalah panas bumi (geothermal). Untuk diketahui potensi geothermal terbesar di dunia itu ada di Indonesia, perkiraan para pakar ada 40%-60 %, dimana dapat memenuhi 80 % kebutuhan energi listrik di Indonesia. Sumatera Barat merupakan provinsi yang pertama kali memberlakukan Undang-Undang Panas Bumi dengan turunannya, dalam penggalian dan pemanfaatan geothermal yang ada di daerah ini.

Menurut Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, PSi, MSc., Datuk Rajo Bandaro Basa, salah satu upaya untuk meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumatera Barat adalah melalui investasi yang masuk ke daerah ini. Salah satunya adalah investasi di bidang geothermal ini. Untuk Sumatera Barat telah banyak perusahaan asing yang berminat ingin menanamkan modal di Indonesia, namun kendala saat ini kebijakan pusat belum lagi memberikan kemudahan dalam sektor ini.

Potensi geothermal yang ada di Sumatera Barat ini cukup besar, ada sekitar 1.600 MW pada 16 titik lokasi yang telah disurvei. Borring pertama telah dilakukan oleh Supreme Energy di Solok Selatan. Namun, mesti melihat pembangunan pemanfaatan geothermal secara bertahap, mudah-mudah ini memberikan hasil yang membuka mata semua orang untuk berinventasi di daerah ini. Potensi geothermal adalah energi yang tidak habis-habisnya, selain itu energi panas bumi merupakan energi hijau yang justru menjaga kelestarian hutan, sebagai penyangga kelanggengan potensi panas bumi tersebut.

Energi panas bumi di Sumbar akan diproduksi menjadi listrik dengan daya 250 MW. Bila ini terealisasi, Sumbar tidak akan lagi mengalami krisis listrik. Pada tahun 2009, UU Panas Bumi disahkan. Dengan keluarnya aturan itu, tidak ada halangan bagi investor melakukan eksplorasi. Tahun 2015, Supreme Energy menargetkan akan mengolah energi panas bumi di Muarolabuah, Solok Selatan. Sumbar mendapatkan bagian dari panas bumi tersebut sebanyak 10 sen dollar/KWH. Operasional Supreme Energy adalah yang pertama di Indonesia menggunakan UU Panas Bumi, dikelola oleh swasta. Selama ini pengolahannya selalu di bawah Pertamina.

Menurut Irwan, banyak hal positif dari pemanfaatan panas bumi ini pada berbagai sektor. Seperti, sektor pariwisata, peternakan, pertanian, industri serta menjaga kelestarian lingkungan secara lebih baik. Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memprioritaskan sektor energi panas bumi atau geothermal sebagai jualan utama untuk menarik investor asing. Potensi energi panas bumi sangat menarik bagi investor asing, karena ramah lingkungan. Sehingga, sejalan dengan kampanye global tentang perubahan iklim yang menuntut pemanfaatan energi tanpa merusak lingkungan.

Ketika Irwan Prayitno masih menjabat Gubernur Sumatera Barat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah menjalin kerjasama dengan sejumlah negara untuk menggarap potensi itu. Serta menjajaki kerjasama dengan negara lainnya untuk menggarap potensi yang tersisa. Kedutaan Besar Hungaria, Bulgaria, dan Finlandia sudah menyatakan ketertarikan untuk menggarap potensi itu. Duta besar tiga negara tersebut menjanjikan akan mempromosikan potensi yang ada di Sumbar ke investor di negaranya serta mengajak untuk menanamkan modal di Tanah Air.

Pada masa kepemimpinan Irwan Prayitno pula, Pemprov Sumbar memberikan kemudahan bagi investor asing, seperti mempercepat dan mempermudah proses perizinan melalui kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Untuk mengirim izin prinsip kalau surat-suratnya lengkap, cukup tiga jam selesai. Hal itu sesuai dengan semangat pemerintah pusat melalui program paket kebijakan ekonomi jilid II yang menekankan kepada kemudahan investasi dan perizinan. Salah satu contoh adalah PT Hytai Energy yang mengajukan izin dukungan untuk melakukan survey panas bumi di Bukit Killi, Gunung Talang.

“Potensi panas bumi yang begitu besar, ini mesti kita syukuri sebagai anugerah Allah SWT dengan melakukan pemanfaatan semaksimal mungkin, jika tidak ini bakalan mubazir dan menyia-nyiakan rahmat Allah SWT dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumbar memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber enegri hijau, seperti air, matahari, angin dan ombak laut. Namun saat ini kita fokus dulu pada pemanfaatan sumber panas bumi dan matahari terutama untuk kelangkaan listrik di Kepulaan Mentawai, serta potensi energi angin di tepi laut,” ungkap Irwan Prayitno dalam sebuah Debat Publik Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Pilkada 2015, pekan lalu.

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya
Salah Seorang Pimpinan Bara Online Media (BOM)

Bentengsumbar.com, 28 November 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>