«

»

Menatap Tahun 2018

27 Desember 2017

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar memprediksi laju pertumbuhan ekonomi Sumbar pada tahun 2018 berada di kisaran 5,1 – 5,5 persen dengan dukungan konsumsi rumah tangga yang semakin baik. BI Sumbar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2018 relatif stabil.

Jika melihat asumsi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 5,4 persen pada tahun 2018, yang tidak jauh berbeda dengan kisaran pertumbuhan ekonomi Sumbar yang diprediksi BI, maka sedikit banyaknya ekonomi Sumbar akan memiliki kesamaan terhadap beberapa hal yang juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Di antaranya terkait belanja online yang nilainya semakin meningkat dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah yang penghasilannya cukup baik.

BI memperkirakan investasi akan semakin baik berjalan di Sumbar dengan gencarnya pemda mengembangkan sektor pariwisata dan juga menarik investasi baru. Pembangunan berbagai sarana prasarana dan infrastruktur yang akan, sudah dan sedang jalan, mendorong investasi untuk masuk ke Sumbar. Salah satu yang nilainya sangat besar adalah investasi di bidang panas bumi.

BI juga menyarankan agar pemda mendorong investasi semakin terbuka agar dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan juga disarankan agar pemda memaksimalkan sektor pariwisata, menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Apa yang disampaikan BI ini adalah masukan yang sangat berharga. Dan alhamdulillah hampir semua yang disarankan itu sudah dilakukan oleh Pemprov Sumbar, bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat, kabupaten/kota, masyarakat, dan lainnya.

Untuk pengendalian inflasi, pemprov telah bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak penimbun yang akan mempermainkan harga yang berpotensi meningkatkan inflasi. Alhamdulillah untuk tahun ini inflasi bisa terkendali dan masyarakat bisa terlindungi dari kenaikan harga yang irasional. Pemprov juga sedang membangun gedung inflasi yang nantinya berupaya melindungi dan membantu petani agar harga produknya tidak jatuh. Dan di sisi lain juga membantu konsumen agar tidak terjadi kenaikan harga tinggi.

Pemprov juga berupaya untuk membantu petani dan lainnya menjaga harga produk mereka agar tidak jatuh yaitu mengeluarkan program-program dan kebijakan yang membantu petani. Satu di antaranya yang baru-baru ini dilakukan adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan pemko Batam untuk menjual produk pertanian ke Batam. Semoga di tahun 2018 pemprov, kepolisian, BI dan seluruh pihak terkait tetap mampu bekerja sama dalam mengendalikan inflasi sehingga hasilnya dirasakan oleh masyarakat.

Sementara di sektor pariwisata, pembenahan tetap berjalan terus. Karena pariwisata dijadikan sebagai gerakan, yang melibatkan seluruh OPD untuk berkontribusi di bidangnya masing-masing terhadap pariwisata dan hal yang masih terkait. Pariwisata Sumbar juga semakin dikenal masyarakat dalam dan luar negeri karena dinobatkan sebagai tujuan wisata halal dan kuliner halal dunia dalam ajang pariwisata halal dunia beberapa waktu lalu.

Seiring makin meningkatnya wisatawan datang ke Sumbar, maka makin bertambah pula investor yang ingin berinvestasi di Sumbar di sektor pariwisata, di antaranya untuk membangun hotel dan resort. Baik dari dalam negeri, termasuk perantau maupun dari luar negeri.

Demikian pula dengan investasi di bidang panas bumi, selain sudah ada investor yang menanamkan usahanya di Sumbar, calon investor pun berdatangan. Baik untuk meninjau terlebih dahulu, maupun langsung menyatakan ingin menanamkan usahanya di Sumbar. Untuk investasi di bidang panas bumi ini, sudah ada calon investor dari beberapa negara yang menyatakan minatnya. Mudah-mudahan keinginan mereka bisa diimplementasikan, dan pemprov berusaha memfasilitasi dan mempermudah para investor untuk menanamkan usahanya di Sumbar.

Selain itu, kunjungan ke beberapa negara untuk mengajak berinvestasi di Sumbar maupun bekerja sama dalam perdagangan juga sudah mulai menampakkan hasilnya. Beberapa calon investor maupun pebisnis sudah menjalin komunikasi dengan pemprov untuk meningkatkan kerja sama lebih dalam lagi. Semoga ini juga terwujud, karena memang butuh proses yang tidak sebentar.

Sementara itu, peran ABPD dan APBN tak kalah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, maka di sini selalu diupayakan agar dana APBD dan APBN bisa terserap dengan baik sehingga dana tersebut juga bisa menambah pergerakan ekonomi di masyarakat.

Dengan kerja keras dan sungguh-sungguh, utamanya di tahun 2017, insya Allah di tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Sumbar akan meningkat, dengan target 6,26 persen. Beberapa program pembangunan yang terkait infrastruktur insya Allah akan ada yang selesai seperti pembangunan jalan Bypass Padang dan jalur kereta bandara dan Stasiun Dukuh dan BIM, dan ini bisa semakin mempercepat jalannya roda perekonomian sehingga berdampak positif bagi masyarakat. Kemajuan di sektor pariwisata, investasi (terutama energi panas bumi dan juga tenaga air), serta perdagangan insya Allah akan lebih baik di tahun 2018, setelah di tahun 2017 pelaksanaanya cukup baik. Dan ini mudah-mudahan membuka lapangan kerja baru sehingga bisa menyerap tenaga kerja.

Berbagai kekurangan yang ada, menjadi evaluasi dan tetap menjadi perhatian dan catatan. Demikian pula kritikan konstruktif dari berbagai pihak, menjadi masukan yang berharga bagi kami. Semoga dengan modal sosial yang selama ini sudah ada, kebersamaan dalam membangun Sumbar ini insya Allah akan semakin baik lagi di tahun 2018. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 27 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>