<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prof. Irwan Prayitno, M.Sc, Ph.D &#187; Profil</title>
	<atom:link href="http://irwan-prayitno.com/category/profil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irwan-prayitno.com</link>
	<description>Informasi tentang Irwan Prayitno</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Jul 2025 05:01:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.1</generator>
		<item>
		<title>Bermarga Sembiring Irwan Prayitno Jadi Keluarga Besar Muslim Karo</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2023/12/bermarga-sembiring-irwan-prayitno-jadi-keluarga-besar-muslim-karo/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2023/12/bermarga-sembiring-irwan-prayitno-jadi-keluarga-besar-muslim-karo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Dec 2023 04:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=12185</guid>
		<description><![CDATA[PADANGÂ â€“ Rektor Universitas Adzkia, Prof.Dr.H. Irwan Paryitno, PSi, MSc dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar muslim Karo. Mantan Gubernur Sumbar dua periode itu pun sah menyandang marga Sembiring. Sementara, sang isti, Hj. Nevi Zuairina menyandang marga Boru Sitepu. Pengukuhan Irwan Prayitno dilaksanakan dalam sebuah acara sederhana di Gedung Rektorat Universitas Adzkia, Senin (18/12). Irwan Prayitno &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2023/12/bermarga-sembiring-irwan-prayitno-jadi-keluarga-besar-muslim-karo/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2023/12/bermarga-sembiring-irwan-prayitno-jadi-keluarga-besar-muslim-karo/' addthis:title='Bermarga Sembiring Irwan Prayitno Jadi Keluarga Besar Muslim Karo '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2023/12/InShot_20231219_041730625-e1702934288475.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-12186" title="InShot_20231219_041730625-e1702934288475" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2023/12/InShot_20231219_041730625-e1702934288475.jpg" alt="" width="500" height="281" /></a></p>
<p>PADANGÂ â€“ Rektor Universitas Adzkia, Prof.Dr.H. Irwan Paryitno, PSi, MSc dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar muslim Karo.</p>
<p>Mantan Gubernur Sumbar dua periode itu pun sah menyandang marga Sembiring. Sementara, sang isti, Hj. Nevi Zuairina menyandang marga Boru Sitepu.</p>
<div><ins data-ad-format="auto" data-ad-client="ca-pub-5133389092197539" data-adsbygoogle-status="done" data-ad-status="unfilled"></p>
<div id="aswift_5_host" title="Advertisement"><span style="font-size: 13px;">Pengukuhan Irwan Prayitno dilaksanakan dalam sebuah acara sederhana di Gedung Rektorat Universitas Adzkia, Senin (18/12).</span></div>
<p>Irwan Prayitno yang dikenal dengan panggilan IP dikukuhkan oleh Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) Indonesia wilayah Sumatera Barat.</p>
<p></ins></div>
<p>Acara pengukuhan itu sendiri dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaifullah.</p>
<div><ins data-ad-format="auto" data-ad-client="ca-pub-5133389092197539" data-adsbygoogle-status="done" data-ad-status="unfilled"></p>
<div id="aswift_6_host" title="Advertisement"><span style="font-size: 13px;">Ketua KAMKA Sumbar, Jimmi Syah Putra Ginting menyebutkan, keinginan untuk menjadikan Irwan Prayitno sebagai bagian dari keluarga besar Muslim Karo sudah terbesit sejak lima tahun lalu.</span></div>
<p>Ketika IP masih menjadi Gubernur Sumbar. Namun, karena berbagai hal, pemberian marga baru bisa dilaksanakan saat ini.</p>
<p></ins></div>
<p>â€œKarena Pak Irwan Prayitno sudah bermarga Sembiring, maka ia merupakan bagian dari keluarga besar muslim Karo,â€ ujar Jimmi.</p>
<p>Pemberian marga berdasarkan adat Karo menurut Jimmi berbeda dengan pemberian gelar di Minangkabau.</p>
<p>Kebetulan, Irwan Prayitno sendiri bergelar datuk dan menjadi penghulu di kaumnya suku Tanjung, Kuranji, Padang. Pemberian gelar datuk mesti memakai adat malewakan.</p>
<p>Sementara, pemberian marga menurut Jimmi lebih sebagai penerimaan kekeluargaan.<br />
Pemberian marga bisa karena berbagai hal.</p>
<p>Misalnya, karena pernikahan. Kemudian, penerimaan terhadap sosok yang datang ke tanah Karo dan diterima sebagai bagian dari keluarga Karo.</p>
<p>Bisa juga karena jasa baik sosok tersebut.<br />
Irwan Prayitno menurut Jimmi bukanlah sosok asing bagi masyarakat muslim Karo di Sumatera Barat.</p>
<p>Bersebab itulah, IP sudah direncanakan diberi marga sejak lima tahun lalu. Dengan marga Sembiring yang disandangnya, maka Irwan Prayitno terhubung sebagai keluarga dengan masyarakat muslim Karo yang ada di tanah Karo.</p>
<p>â€œKalau Pak Irwan Prayitno ke Karo, itu sama halnya pulang ke keluarga sendiri,â€ ujar Jimmi.</p>
<p>Karo adalah salah satu suku utama yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Suku Karo ini juga terbagi atas marga-marga, di antaranya Sembiring yang kini disandang Irwan Prayitno.</p>
<div><ins data-ad-format="auto" data-ad-client="ca-pub-5133389092197539" data-adsbygoogle-status="done" data-ad-status="unfilled"></p>
<div id="aswift_5_host" title="Advertisement"><span style="font-size: 13px;">Karo sendiri menjadi nama salah satu kabupaten di Sumut. Namun, sebaran suku Karo itu sangatlah luas, tidak hanya di Kabupaten Karo. Kota Binjai, Langkat termasuk kampung asal orang Karo.Â </span></div>
<p>Bahkan, Kota Medan yang menjadi ibukota Sumut saja didirikan oleh orang Karo.</p>
<p></ins></div>
<p>Di Sumbar sendiri, masyarakat muslim Karo menurut Jimmi terbilang banyak.</p>
<p>Rata-rata, orang Karo yang merantau ke Sumbar karena pekerjaan.</p>
<p>Irwan Prayitno mengaku berterimah kasih dan bersyukur atas penganugerahan marga Sembiring kepada dirinya.</p>
<p>â€œTerima kasih telah dijadikan saudara. Tak ada doa menolak persaudaraan. Kalau menyambung silaturrahim, umurnya panjang, rezkinya diperbanyak.â€ ujar Irwan Prayitno.</p>
<p>Sebagai sesama muslim, Irwan Prayitno mengaku masyarakat muslim Karo sudah menjadi saudaranya juga.</p>
<p>Dengan dipersaudarakan dirinya oleh masyarakat muslim Karo, maka kekeluargaan itu semakin kuat lagi.</p>
<p>Irwan Prayitno berharap, persaudaraan ini semakin kokoh dan terus dipelihara.</p>
<p>â€œPersaudaraan itu mendatangkan nikmat yang luar biasa. Mempersaudarakan itu baik, kita harus memeliharanya,â€ ujar Irwan Prayitno.</p>
<p>Pengukuhan marga Sembiring kepada Irwan Prayitno ditandai dengan pemasangan kain beka buluh yang dilakukan oleh Penasehat KAMKA Sumbar, Jambur Sitepu.</p>
<p>Istri Irwan Prayitno, Hj. Nevi Zuairina diberikan marga Boru Sitepu. Pengukuhan ini dihadiri juga oleh petinggi Universitas Adzkia, juga pembina dan pengurus Yayasan Adzkia Sumatera Barat, seperti Syukri Arief dan Muhardanus. (zal)</p>
<p>Singgalang, 18 /12/2023</p>
<p>Foto: Singgalang</p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2012/06/profil-2/" rel="bookmark" class="wherego_title">Profil Irwan Prayitno</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2023/12/bermarga-sembiring-irwan-prayitno-jadi-keluarga-besar-muslim-karo/' addthis:title='Bermarga Sembiring Irwan Prayitno Jadi Keluarga Besar Muslim Karo '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2023/12/bermarga-sembiring-irwan-prayitno-jadi-keluarga-besar-muslim-karo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Irwan Prayitno Resmi jadi Guru Besar Luar Biasa UNP</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2021/02/irwan-prayitno-resmi-jadi-guru-besar-luar-biasa-unp/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2021/02/irwan-prayitno-resmi-jadi-guru-besar-luar-biasa-unp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2021 00:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=11877</guid>
		<description><![CDATA[PADANGÂ â€“ Prof. H. Irwan Prayitno, Msc. Psi., resmi menjadi Guru Besar Luar Biasa Universitas Negeri Padang setelah pengukuhan yang berlangsung, Senin (15/2). Pengukuhan oleh Rektor UNP Prof. Ganefri, PhD., dalam Sidang Senat Terbuka. Sebelum pengukuhan dalam kegiatan yang dibuka dan ditutup Ketua Senat UNP, Prof Sufyarma Marsidin itu, pria yang pernah menjabat Gubernur Sumbar dua &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2021/02/irwan-prayitno-resmi-jadi-guru-besar-luar-biasa-unp/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2021/02/irwan-prayitno-resmi-jadi-guru-besar-luar-biasa-unp/' addthis:title='Irwan Prayitno Resmi jadi Guru Besar Luar Biasa UNP '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip005.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-10706" title="ip005" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip005.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>PADANGÂ â€“ Prof. H. Irwan Prayitno, Msc. Psi., resmi menjadi Guru Besar Luar Biasa Universitas Negeri Padang setelah pengukuhan yang berlangsung, Senin (15/2). Pengukuhan oleh Rektor UNP Prof. Ganefri, PhD., dalam Sidang Senat Terbuka.</p>
<p>Sebelum pengukuhan dalam kegiatan yang dibuka dan ditutup Ketua Senat UNP, Prof Sufyarma Marsidin itu, pria yang pernah menjabat Gubernur Sumbar dua periode tersebut menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul â€œStrategi Pembelajaran dengan Pendekatan Psikologi dan Hati Nuraniâ€.</p>
<p>Dalam orasi tersebut, Irwan Prayitno menyampaikan pembelajaran adalah sebuah proses berpindahnya suatu ilmu pengetahuan, emosi, kemampuan, keahlian kepada seseorang. Seiring perkembangan zaman, proses pembelajaran juga mengalami perubahan dari dulu transfer materi secara satu arah dari guru ke murid hingga kini peran guru berubah bagaimana mampu menciptakan suasana layak dan nyaman bagi peserta didik dalam proses belajar mengajar. Intinya, ada tiga perubahan, dari tradisional, transisi hingga modern, seperti saat ini.</p>
<div>
<p>Untuk menciptakan suasana layak dan nyaman diakuinya, memang tak mudah, karena sangat dibutuhkan guru yang ideal, yaitu guru yang tak cuma menguasai materi atau metode pembelajaran, tapi juga orang yang jujur, santun, tak pemarah, berkata baik, sabar, peduli, sungguh-sungguh, penuh kasih sayang dan memiliki karakter ideal lainnya. â€œUntuk melahirkan guru ideal ini, peran LPTK (Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan-Red) sangat diperlukan, sehingga benar-benar lahir guru yang tidak hanya pintar atau menguasai ilmu yang diajarkannya, tapi juga mampu mendidik peserta didiknya dengan baik, jujur, berkata baik dan sebagainya itu,â€ katanya.</p>
<p>Menurut IP, sapaan populernya, ada beberapa pendekatan yang dapat diterapkan dalam mewujudkan guru ideal, yaitu lewat pendekatan psikologis, spritual, hati nurani, dan budaya sekolah.</p>
<p>Rektor UNP, Prof. Ganefri, PhD., dalam sambutannya menyampaikan berbagai pertimbangan diangkatnya mantan gubernur Sumbar ini sebagai guru besar luar biasa di kampus yang dipimpinnya. Bergabungnya IP sebagai guru besar di kampus bermotto alam takambang jadi guru ini diharapkan bisa mendorong program studi Psikologi yang ada di UNP bisa segera menjadi fakultas.</p>
<p>â€œProdi Psikologi adalah 10 prodi yang paling diminati dari 171 prodi yang ada di UNP. Saat ini, belum ada guru besar bidang psikologi di prodi ini,â€ tutur rektor Sebagai guru besar, Irwan Prayitno nantinya akan mengajar dan menguji mahasiswa.</p>
<p>Sementara itu Irwan Prayitno yang saat pengukuhannya juga dihadiri isteri tercinta, Hj. Nevi Irwan Prayitno tersebut menyambut baik pengukuhannya sebagai guru besar luar biasa. Sebagai bagian dari UNP, dia akan berupaya membantu pengembangan prodi Psikologi yang sangat penting keberadaannya saat ini dan akan datang. â€œSaya akan mendukung dan membantu berbagai persiapan untuk menjadikan prodi psikologi menjadi fakultas. Selain tentu saja mengajar sesuai tugas yang diberikan kepada saya,â€ katanya. (008)</p>
</div>
<p><em>hariansinggalang.co.id 15 Februari 2021</em></p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/08/orang-minang-tetap-hebat/" rel="bookmark" class="wherego_title">Orang Minang Tetap Hebat</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/02/berpisah-bukan-bercerai/" rel="bookmark" class="wherego_title">Berpisah Bukan Bercerai</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2012/06/profil-2/" rel="bookmark" class="wherego_title">Profil Irwan Prayitno</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/01/jalan-menjadi-kepala-daerah/" rel="bookmark" class="wherego_title">Jalan Menjadi Kepala Daerah</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/02/incumbent-tumbang/" rel="bookmark" class="wherego_title">Incumbent Tumbang</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/02/jabatan-gubernur-sumbar-selesai-irwan-prayitno-jadi-dosen/" rel="bookmark" class="wherego_title">Jabatan Gubernur Sumbar Selesai, Irwan Prayitno Jadi Dosen</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2021/02/irwan-prayitno-resmi-jadi-guru-besar-luar-biasa-unp/' addthis:title='Irwan Prayitno Resmi jadi Guru Besar Luar Biasa UNP '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2021/02/irwan-prayitno-resmi-jadi-guru-besar-luar-biasa-unp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jabatan Gubernur Sumbar Selesai, Irwan Prayitno Jadi Dosen</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2021/02/jabatan-gubernur-sumbar-selesai-irwan-prayitno-jadi-dosen/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2021/02/jabatan-gubernur-sumbar-selesai-irwan-prayitno-jadi-dosen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2021 00:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=11874</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Â Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu akan kembali ke kampus dan menjadi dosen, usai masa jabatan sebagai Gubernur Sumbar berakhir pada 12 Februari 2021. IrwanÂ mengatakan bakal mengajar di empat kampus besar di Indonesia.Â  &#8220;Kembali ke dunia kampus. Mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Andalas &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2021/02/jabatan-gubernur-sumbar-selesai-irwan-prayitno-jadi-dosen/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2021/02/jabatan-gubernur-sumbar-selesai-irwan-prayitno-jadi-dosen/' addthis:title='Jabatan Gubernur Sumbar Selesai, Irwan Prayitno Jadi Dosen '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip015.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-10686" title="ip015" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip015.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Â <span style="background-color: #ffffcc;">Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu akan kembali ke kampus dan menjadi dosen, usai masa jabatan sebagai Gubernur Sumbar berakhir pada 12 Februari 2021. IrwanÂ mengatakan bakal mengajar di empat kampus besar di Indonesia.Â </span></p>
<p>&#8220;Kembali ke dunia kampus. Mengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Andalas (Unand) Padang, Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Adzkia yang sedang dalam proses,&#8221; terang Irwan di Padang dikutip dariÂ <em>Antara</em>, Kamis (11/2).</p>
<p>Irwan mengatakan, nantinya akan mengajar untuk S1 serta S2 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).</p>
<p>Selain itu di Universitas Andalas, dia juga tercatat sebagai pengajar, pendamping serta penguji di Fakultas Kedokteran. Sudah banyak mahasiswa yang didampingi lulus S3.</p>
<p>Irwan juga dianugerahi gelar Guru Besar Luar Biasa pada Fakultas Ilmu Pendidikan UNP. Pelantikan akan dilakukan pada Senin (15/2).</p>
<p>&#8220;Jadi di UNP saya juga akan mengajar,&#8221; kata dia lagi.</p>
<p>Irwan pun diketahui tengah mengupayakan berdirinya Universitas Azkia&#8211;lembaga pendidikan yang sudah ia besarkan di Sumbar.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan dalam waktu dekat disetujui. Kalau jadi, saya jadi rektor pertama di sana,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Meski tidak lagi menjadi gubernur, Irwan Prayitno memastikan akan tetap mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk mengabdi bagi Sumbar. Baik itu sebagai seorang pendidik, rektor ataupun, guru besar luar biasa.</p>
<p>Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyebut masih menunggu hasil sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).</p>
<p>&#8220;Apapun hasilnya adalah garisan dari Yang Maha Kuasa. Saya menerima dengan ikhlas. Jika kalah di MK, saya mau istirahat dulu sementara sebelum memutuskan kegiatan selanjutnya,&#8221; kata Nasrul.</p>
<p>Meski demikian, ia memastikan akan tetap berdomisili di Padang.</p>
<p><strong>(Antara/nma)</strong></p>
<p><em>cnnindonesia.com 12 Februari 2021</em></p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2013/04/gubernur-apresiasi-gedung-baru-bank-nagari-dan-sayangkan-keraguan-pemkab-ko-menambaah-modal/" rel="bookmark" class="wherego_title">Gubernur Apresiasi Gedung Baru Bank Nagari dan Sayangkan Keraguan Pemkab-ko Menambah Modal</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/09/lupa-allah-itu-ada/" rel="bookmark" class="wherego_title">Lupa Allah Itu Ada</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/08/salat-jumat-saya-imam-beliau-muazin/" rel="bookmark" class="wherego_title">Salat Jumat, Saya Imam, Beliau Muazin</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/10/irwan-prayitno-yakin-universitas-adzkia-bangun-sumbar-lebih-baik-lagi/" rel="bookmark" class="wherego_title">Irwan Prayitno Yakin Universitas Adzkia Bangun Sumbar Lebih Baik Lagi</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2012/06/profil-2/" rel="bookmark" class="wherego_title">Profil Irwan Prayitno</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/05/pemimpin-harus-punya-bakat-kompetensi-dan-kemampuan/" rel="bookmark" class="wherego_title">Pemimpin Harus Punya Bakat, Kompetensi dan Kemampuan</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2021/02/jabatan-gubernur-sumbar-selesai-irwan-prayitno-jadi-dosen/' addthis:title='Jabatan Gubernur Sumbar Selesai, Irwan Prayitno Jadi Dosen '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2021/02/jabatan-gubernur-sumbar-selesai-irwan-prayitno-jadi-dosen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Syi&#8217;r Al-Tasjiliy dan Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2018/11/al-syir-al-tasjiliy-dan-pantun-spontan-ala-irwan-prayitno/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2018/11/al-syir-al-tasjiliy-dan-pantun-spontan-ala-irwan-prayitno/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2018 10:21:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=10798</guid>
		<description><![CDATA[(Keberlanjutan Sejarah Tradisi Sastra Melayu,Â  Arab Klasik dan Ulama Minang Menyair) Oleh: Yulizal Yunus Menarik, seorang Gubernur seperti Irwan Prayitno gemar menulis dan membaca pantun dalam berbagai orasi. Bahkan ia mentradisikan berpidato (berorasi) spontan berpantun dalam memberi sambutan dan memberi amanat pada setiap acara (event) yang dihadiri dan atau yang dibukanya selaku Gubernur. Dari lidahnya &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2018/11/al-syir-al-tasjiliy-dan-pantun-spontan-ala-irwan-prayitno/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/11/al-syir-al-tasjiliy-dan-pantun-spontan-ala-irwan-prayitno/' addthis:title='Al-Syi&#8217;r Al-Tasjiliy dan Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center"><strong><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/10/ip048.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-10765" title="ip048" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/10/ip048.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>(Keberlanjutan Sejarah Tradisi Sastra Melayu,Â </strong></p>
<p style="text-align: left;" align="center"><strong>Arab Klasik dan Ulama Minang Menyair)</strong></p>
<p style="text-align: left;" align="center"><strong>Oleh: Yulizal Yunus</strong></p>
<p>Menarik, seorang Gubernur seperti Irwan Prayitno gemar menulis dan membaca pantun dalam berbagai orasi. Bahkan ia mentradisikan berpidato (berorasi) spontan berpantun dalam memberi sambutan dan memberi amanat pada setiap acara (<em>event</em>) yang dihadiri dan atau yang dibukanya selaku Gubernur. Dari lidahnya meluncur spontan serangkaian pantun. Untaian pantunnya (genre syair) ini memperlihatkan keaslian pikir dan keaslian stilistika (<em>uslub</em>, gaya) sastra yang spasifik. Tidak hasil hafalan â€œbatangâ€, â€œrantingâ€ dan â€œbungaâ€ pantun â€œsakoâ€ yang sudah ada diwariskan turun temurun di dalam masyarakat adat Minangkabau. Fenomena cara berpantunnya ini menginspirasi keberlanjutan tradisi intelektual sastrawan Ulama Minang menyair masa pujangga lama. Ia sendiri menyebut pantun spontannya adalah gayanya sendiri â€œala Irwan Prayitnoâ€. Artinya pantun itu terucap serta merta, tanpa pikir dan wajar sebagai bagian makna spontan.</p>
<p>Dampak cara berpantun spontan Irwan Prayitno ini tanpa disadari mentradisi. Faktanya cara berpantun ini diikuti para pejabat terutama oleh unsur Forkopimda Sumatera Barat dalam pidato amanat dan memberikan sambutan pada setiap acara. Tradisi berpantunnya (bersyair) seperti ini selain mengingat kegemilangan â€œsyair siar syiâ€™ar taklimat syariâ€™at dan akidahâ€ dari ulama, juga menginspirasi mengungkap kembali tradisi Islam masa kejayaan Islam dahulu. Tradisi itu bagian warisan tradisi agung Arab klasik dalam pidato dan orasi, maternya sudah merupakan wacanaÂ <em>talkÂ </em>menarik dan bergaya khas syair. Bahkan pidatonya yang seperti style syair itu, sudah memiliki unsur musikal dengan rimaÂ <em>aa aa</em>atauÂ <em>ab ab</em>. Demikian pula cara berpantun yang ditradisikan Irwan itu, menggugah ingatan kolektif umat Islam pada tradisi para khalifah Islam masa keemasan dulu. Khalifah pada masa itu justru memberi perhatian khusus terhadap syair dan sastra umumnya.</p>
<p>Para khalifah Islam dulu itu, terutama masa Abbasiyah, menghargai syair dan memotivasi penyairnya menulis dan membaca syair. Para penyair termotivasi berkarya kreatif menulis syair dan membacanya di depan khalifah. Khalifah pun terinspirasi bersyair dalam setiap berpidato dan memerintahkan syair itu diajarkan pada anak-anak mereka, agar anak mereka memiliki kearifan dan piawai bicara santun. Gerakan bersyair dari istana itu disebut dengan istilahÂ <em>tasyjiâ€™ al-khulafaÂ </em>(gong sastra itu dibunyikan dari istana). Para ulama pun termasuk di Minangkabau sudah pula sejak lama mewarisi dan mempunyai tradisi bersyair yang sudah sampai ke tahap antropomorfik meminjam istilah Braginsky (1998). Dari tradisi ulama bersyair itu dapat dicatat, â€œmenyair menjadi ulama, syair itu syiarâ€. Rata-rata ulama di Minangkabau menyair. Dari fakta ini pula untuk kasus subkultur Minangkabau boleh diteorikan, â€œtiada ulama tanpa menyairâ€ (Yulizal Yunus, 2010).</p>
<p>Tidak saja ulama Minangkabau dahulu hampir semua menyair bahkan pelopor sastra sufistik, juga di negara-negara Melayu Nusantara lainnya. Mereka menulis karya kreatif (sastra: syair, cerkan). Coba sebut, seorang saja ulama di Minangkabau, pasti ada karya kreatif syairnya. Di antara ulama itu misalnya, Dr. Abdullah Ahmad (Padang) punya antologi syair â€œ<em>Paroekoenan</em>â€, Dr. HAKA (ayah Hamka di Bayur, Maninjau) ada manuskrip antologi â€œ<em>Syams al-Hidayah</em>â€, Syekh Sulaman al-Rasuli (Candung) ada 5 antologi syair di antaranya terbesar â€œ<em>Enam Risalah</em>â€ dan â€œ<em>Tsamarat al-Ihsan</em>â€, Syekh Chatib Ali al-Fadani (Lolo, makam di Masjid Istighfar Parak Gadang Padang) ada antologi â€œ<em>Delapan Masalah</em>â€, Syekh Muahmmad Dalil bin Muhammad Fatawi (Bayang, makam di Masjid Raya Ganting Padang) ada antologi â€œ<em>Nazam Dar</em><em>al-Mauâ€™izhah</em>â€ yang pernah menginspirasi saya menulis buku â€œSastra Islam di Indonesia, Kajian Kritis Syair Apologetik Syekh Bayang Pembela Tarekat Naqsyabandiâ€ (Yulizal Yunus,1999). Semua ulama itu hidup masa pujangga lama yang sudah muncul sejak penghujung abad ke-20. Saya pikir Irwan Parayitno satu di antara pelanjut ulama menyair itu seperti ulama dan khalifah dahulu, justru ia juga ulama &#8211; muballigh dan khalifah (Gubernur) yang piawai berpantun spontan.</p>
<p><strong>Irwan Prayitno, Singkat dalam Multi Talenta</strong></p>
<p>Irwan Prayitno disadari atau tidak, sudah tercatat sebagai pelanjut ulama Minangkabau dan Melayu seperti juga khalifah masa kejayaan Islam dahulu, yang mentradisikan menyair. Ia putra bangsa terbaik dari suku bangsa Minangkabau, persisnya dari suku Tanjung di bawah payung panji Datuk Rajo Bandaro Basa dariÂ Taratak Paneh, Kuranji,Â Pauh IX, Kota Padang. Ia bersaudara Khairul Ikhwan, Adib Al-Fikri dan Dewi Fitriana, lahir di Yogyakarta, 20 Desember 1960. Sebagai anak kamanakan dalam suku Tanjung,Â <em>sirih</em>pulang ke gagangnya dan pinang pulang ke tampuknya, kepadanya dipercayakan memangku gelar pusako, 27 Maret 2005 dengan gelar kebesaran Datuk Rajo Bandaro Basa payung di Suku Tanjung Taratak Paneh, Kuranji, Pauh IX Kota Padang (baca juga â€œSang Datuak, 2005:10). Sekarang ia mengamanahkan tugas dalam jabatan sebagai Gubernur Sumatera Barat sudah untuk periode ke-2 (2016-2021) didampingi Wagub Nasrul Abit, sejak dikukuhkan 12 Februari 2016. Ia multi talenta. â€œ&#8230; Namun ia selalu bersahaja, apa adanyaâ€ (Hendri Hassan, 2015: viii). Ia sukses, tentu tidak terlepas dari dukungan dan peranan keluarga bahagia isterinya Nevi Zuairina perempuan Minang (suku sepanjang, lahir 20 September 1965) dengan anak-anaknya. Di samping ia sebagai Gubernur, juga pemangku adat sebagai penghulu/ datuk, ustazd, ulama, pengusaha, politisi plus pernah anggota DPR RI, budayawan, penulis, penyair, seniman, musisi/ pemusik drummer plus penyanyi dan pembuat lagu, olah ragawa berbakat/ karatekawan dan pemotor trail. Ia sebagai salah seorang Doktor (Dr) lulusan cum laude UPM dengan IP 3,97 ini, dikenal sebagai akademisi terpandang dengan jabatan fungsional Profesor (Guru Besar) dengan gelar akademik Doktor (Dr.) Psi., M.Sc.Â Â Guru Besar mengajar pada program pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta sejak tahun 1999.</p>
<p>Sebagai Guru Besar dan pendidik Islam, Irwan juga pendiri/ pemdina Yayasan Pesantren Adzkia, PT. Pendidikan Adzkia Indonesia, dan Yayasan Pendidikan Islam Adzkia yang sekolah dinaunginnya itu, cukup populer dan diminati anak-anak bangsa mulai dari pendidikan dasar (PAUD/ TK dan SD), pendidikan menengah (SMP dan SMA) sampai tingkat perguruan tinggi. Ia juga seorang politisi Indonesia pernah menjadi anggota legislatif di DPR RI (1999-2004) dari basis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil 1 Sumbar.</p>
<p>Tak pula dapat dilupakan Irwan, di samping mengajar sebagai guru besar, dan pemangku penghulu adat, juga ia ulama dan aktif sebagai daâ€™i dan senantiasa berdakwah sepanjang kariernya sebagai Gubernur, politisi dan pengajar sebagai guru besar itu. Fenomena aktifitas dakwahnya terkesan sekali mengalir darah ulama dari ayahnya (Djamrul Djamal) dan ibunya (Sudarni Sayuti) keduanya lulusan PTAIN Yogyakarta dan dosen IAIN Imam Bonjol (sekarang UIN Imam Bonjol yang direktori Dr. Eka Putra Wirman, MA).</p>
<p>Sebagai Gubernur didampingi wagub Muslim Kasim awal periode (2010-2015) punya obsesi menyumbangkan dirinya â€œIrwan Prayitno untuk Sumbar Bangkitâ€, dituangkan dalam bukunya dengan judul sama dengan obsesinya itu. Adalah bangkit dari keterpurukan dalam puing-puing gempa 30 September 2009. Diikuti â€œkerja keras dan profesional serta saling bahu membahu multi stakeholdersâ€ (Yongki Salmeno,2015:20). Mendapat apresiasi pemerintah (pusat) dan daerah. Rakyat menyambutnya. Melihat langsung keadaan nagari dan masyarakat adat dalam setiap kunjungan dengan tekat Sumbar Bangkit. Setiap kunjungan daerah sering diadulat menjadi khatib jumâ€™at. Di mana ia berkhutbah, berorasi dan berceramah dari lidah Irwan mengalir pantuan sebagai color orasi di samping ayat-ayat dan hadis sebagai sumber utama Islam. Penguasaan terhadap sumber dan permasalahan agama â€œsudah melebihi syarat seorang daâ€™iâ€. Ceramahnya sarat analisa kritis. â€œAnalisa dan ceramahnya tentang masalah agama dan kehidupan sehari-hari sederhana, masuk akal dan menyejukkanâ€ (Yongki Salmeno, 2014:xix). Ia layaknya ulama. Ulama yang sastrawan penyair piawai berpantun spontan. Pantunnya itu menarik dan dikumpulkan, diterbitkan dan diluncurkan dalam bentuk antologi, yang diberi judul:Â <em>Pantun Spontan ala Irwan Prayitno, cet.I.</em>Padang: CV.K.Abdi Nusa, 2017. Saya mendapat kabar, sudah 16 jilid/ seri buku antologi Irwan, dengan titel yang sama.</p>
<p><strong>Antologi Pantun Spontan Irwan Prayitno: Integratif</strong></p>
<p>Saya memiliki 4 antologi Irwan Prayitno yakni buku antologi-1, buku antologi-2, buku antologi-3 dan buku antologi-4. Keempatnya dihadiahi langsung Irwan Prayitno kapasitas sebagai Gubernur ketika suatu kali saya bersama budayawan pemangku adat berkunjung ke kediamannya (rumah dinas Gubernur) di Gubernuran Sumatera Barat jalan Sudirman Padang. Saya pun menghadiahi sebuah al-Qurâ€™an berbahasa Minangkabau bagian titipan Balitbangdiklat Kementerian Agama RI sebagai tim penyusun dan penerbitnya.</p>
<p>Secara esensial dari pantun spontan ala Irwan Prayitno teridentifikasi keaslian sitilistika dan pikiran (pesan) sarat dengan konten Islam dan Adat Minangkabau. Secara faktual, pantun spontannya ini bukan sekedar pantun. Lebih merupakan sayir dengan rangkaian konten bercerita (pragment) bersyair. Dari baris-baris inti pantunya secara didaktik kognitif sarat dengan materi pengajaran dalam berbagai displin keilmuan seperti konten Islam, adat, filsafat, sosiologi, sejarah, pendidikan Islam dsb. Cara berpantunnya pun, baik pantunnya itu sebagaiÂ Â color dari orasi dan sambutan Gubernur, maupun materi dan pesan pengajaran yang dikomunikasikannya dengan cara bersyair dan berceritaÂ <em>pragment</em>dapat dijadikan model pembelajaran modern. Sebagai modelÂ pembelajaranmodern mengikuti pakar kurikulum di UIN Imam Bonjol Prof. Dr.Â Syafruddin Nurdin, MPd. bahwa cara bercerita pragement itu dapat digolongkan sebagai model pembelajaran modern<em>integrative<a title="" href="applewebdata://2C2F99CD-473F-4501-8E73-1541DE2BEFF8#_ftn1"><strong>[1]</strong></a></em><em>.</em>Lebih meyakinkan sebagai model pembelajaran integratif cara pragment, bila melihat genre syair pantun Irwan Prayitno ini.</p>
<p>Genre syair Irwan Prayitno, boleh dicatat dalam tiga klasifikasi jenis syair.Â <em>Pertama</em>dari setting cerita (waktu dan tempat), dapat digolongkan sebagai genre puisi kronik (<em>chronicle</em><em>verse,</em>(<em>al-syiâ€™r al-tasjÄ«li</em>) dan puisi peristiwa (<em>occasional verse,</em><em>syiâ€™r al-munÄsibÄt</em>), yang secara esensial menjadi varian perjalan hidup.Â <em>Kedua</em>dari paradigma fungsi, pantunnya termasuk genreÂ <em>puisi majelis</em>dan atauÂ <em>puisi seminar</em>(<em>syair nadwat, society verse</em>) yang secara substansial memberi pemikiranÂ <em>sharing</em>dalam sebuah kerapatan.Â <em>KetigaÂ </em>Â dari sisi edukasi, pantunnya termasuk genre syairÂ <em>didaktik</em>Â Â (<em>al-syiâ€™r al-taâ€™limiy</em>), yakni secara didaktif kognitif memberi pengajaran berbagai ilmu pengetahuan dengan cara bersyair/ berpantun. Genre dan fungsi pantun Irwan Prayitno ini, secara skematik dapat saya gambarkan sbb.:</p>
<p><strong>Chronicle Verse dan Syiâ€™r al-MunÄsibÄt</strong></p>
<p>â€œPantun Spontan Ala Irwan Parayitnoâ€,Â <em>ala</em>itu pastilah menunjukkan milik atau gaya spesifik sendiri, tidak dimiliki oleh orang lain. Justru ia yang menulis dan mendeklamasikan pantun itu. Pantunnya itu merekamÂ <em>chronicle</em>danÂ <em>occasional</em>dalam â€œrangkaian kegiatanâ€ pada berbagai â€œperistiwaâ€ yang dihadiri sesuai dengan kepiawaiannya. Yang jelas ia menulis pantun itu tidak berdasarkan hafalan â€œbatangâ€, â€œdahanâ€, â€œrantingâ€ dan â€œbungaâ€ pantun adat dan atau pantun melayu, baik gayaÂ <em>rubaâ€™iÂ </em>(empat-emapat baris) yang mempunyai dua baris sampiran dan dua baris isi. Ia menggubahnya dengan kreasi gayanya sendiri dan menjadi asli kreasinya sendiri.Â <em>Stilistika</em>(gaya bahasa) dan pikiran (pesan,Â <em>rasiâ€™il</em>) asli miliknya sendiri. Kenapa pola pantunnya begitu dan begini dibanding dengan pola â€œpantun adatâ€ dan â€œpantun melayuâ€ empat-empat baris, yang bersajak (<em>rima</em>,Â <em>qafiyah</em>)Â <em>aa-aa</em>atauÂ <em>ab-ab</em>dan menghitung suku kata antara 9 paling banyak 12 suku kata, tidak serupa dengan pantun yang sudah ada itu. Karena itu, tidaklah dapat dibantah, ini adalah pantunÂ <em>ala Irwan Prayitno</em>.<em></em>Ya sudah. Justru pantunnya mengalir spontan (serta merta dan wajar), setiapÂ <em>event</em>, kegiatan dan peristiwa yang ia hadir di situ memberi sambutan dan amanat sekaligus membuka secara resmi acara itu dalam kapasitasnya sebagai Gubernur.</p>
<p><em>MakanahÂ </em>(fungsi) pantun spontan Irwan Prayitno cukup penting dalam mencatat mencatat peristiwa kronik berbagai kegiatan penting pula dalam varian kehidupannya yang muti talenta itu. Artinya pantunnya itu tidak sekedar pantun, tetapi di dalamnya sarat dengan catatan fenomena (peristiwa) berbagai rangkaian kegiatan sesuai denganÂ <em>setting</em>(waktu dan tempat tertentu). Peristiwanya ituÂ <em>runut</em>dan fenomenanya luas menceritakan jalan peristiwa dalam berbagaiÂ <em>setting</em>. Fenomena pantun gaya bersyair lama ini, tanpa disadari melanjutkan tradisi bersyair ulama intelektual masa pujangga lama. Isinya di samping mencatat peristiwa dan kronik kegiatan, juga tidak bisa dilepaskan sebagai varian sejarah hidup dan kehidupan yang ia catat sendiri (otobiografi) sepanjang karirnya sebagai Gubernur. Karenanya pantun Irwan ini, tidak sekedar pantun tetapi sudah berbentuk syair dan mentradisikan pidato dengan cara bersyair. Cara ini mengukuhkan kembali Minangkabau sebagai negeri puisi dengan kebesar â€œistana kataâ€ dan dibangun di hati sanubari yang bening dan intuitif. Justru tradisi bersyair Irwan seperti pada ulama Minangkabau sejak abad ke-19 dulu, syair yang dimunculkan berjenisÂ <em>chronicle</em><em>verse</em>(puisi koronik) danÂ <em>occasional verseÂ </em>(puisi peristiwa) juga. Kedua genre syair dimaksudkan (Emil Yaâ€™qub, 1987) itu, pertama puisi kronik, sengaja digubah untuk mencatat kronik kegiatan yang pernah dilakukan dan suatu kegiatan yang diberi sambutan, sekaligus mencatat peristiwa semasa yang menyejarahkan (dapat menjadi sejarah) berbagai rangkaian kegiatan. Karena rangkaian kegitan itu secara kronik diikuti dan menjadi esensi pantunnya, maka pantun itu merupakan varian perjalanan hidupnya sender (biografi atau otobiografi). Secara skematik dapat digambarkan sbb.:</p>
<p>SebagaiÂ Â bernilai varian biografi dan atau otobiografi, pantun Irwan Prayitno juga mengungkap kepribadiannya. Keperibadian seorang tokoh secara umum dapat dilihat dalam latar belakang lingkungan sosio-kultural tokoh itu sendiri. Syair kronik dan syair peristiwa Irwan bagian pencerminanÂ <em>setting</em>lingkungan sosialnya. Karenanya pantun Irwan ini bagian dari varian hidupnya sendiri yang langsung mengalami dan mencatat peristiwa kegiatan penting yang disambutnya dalam kapasitasnya sebagai Gubernur. Di antaranya lihatlah pantun Irwan merespon dan menyambut kegiatan â€œHUT Emas IAIN Imam Bonjol, 29 November 2016, saâ€™at-saâ€™at akan diresmikan menjadi UIN Imam Bonjol Padang, sbb.:</p>
<p>Makan di sawah nasi ramas</p>
<p>Sambalnya pedas sate urat</p>
<p>Hari ini ulang tahun emas</p>
<p>IAIN Imam Bonjol Sumatera Barat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini susah mencari delman</p>
<p>Niat hati membawa sobat</p>
<p>Di era Bapak Eka Putra Wirman</p>
<p>IAIN Imam Bonjol menjadi hebat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala kejedot terasa benjol</p>
<p>Di bawa berjalan terasa berat</p>
<p>Dies Natalis ke-50 IAIN Imam Bonjol</p>
<p>Kepada IAIN kita ucapkan Selma</p>
<p>Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat dengan pantunnya ini, mengakui sudah hebat. Ia berharap IAIN Imam Bonjol siap meningkat menjadi UIN Imam Bonjol. Tentu saja, harapannya ini bagian dari penghargaan terhadap lembaga perguruan tinggi ini basis pekerjaan orang tuanya, di mana masa kecil ia sering dibawa ke kampus Islam ini.Â Â Bertemu dengan warga kampus, terutama teman ayahnya (Djamrul Djamal) dan ibunya (Sudarni Sayuti) keduanya yang mulia ini ialah dosen IAIN Imam Bonjol (sekarang UIN Imam Bonjol). Harapannya itu terkesan dalam pantun genre syairÂ <em>occasional</em>Irwan berikut:</p>
<p>Mari berbenah di sana sini</p>
<p>Di hari H tak menjadi cemas</p>
<p>Minta IAIN jadi UIN saat ini</p>
<p>Menteri hadir jadi peluang emas</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pasar tumpah di bandar buat</p>
<p>Komunikasi intens selalu dirajut</p>
<p>Kedatangan bapak bisa memperkuat</p>
<p>IAIN ke UIN tentu akan terwujud</p>
<p>Tertulah harapan Irwan tidak hanya harapan pribadi. Juga bagian dari harapan dalam perjalanan hidupnya dengan kapasitasnya sebagai Gubernur Sumatera Barat, bahwa kampus basis kerja orang tuanya. Ia berharap IAIN Imam Bonjol ini menjadi UIN Imam Bonjol sebagai perguruan tinggi besar di Sumatera Barat khususnya dan bisa bersanding sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya di dunia. Dihargai menjadi yangÂ <em>excellent</em>. Penghargaan ini sejalan pula dengan harapannya kepada semua kerabat kerja yang banyak membantunya menjadi besar pula dan mendapat pengakuan eksistensinya dan dibesarkan sebagai anak nagari di Minangkabau. Misalnya orang yang langsung membantunya sebagai wakil gubernur ialah Nasrul Abit (NA). Ketika NA ini diangkat dan dikukuhkan kaumnya suku panai di Air Haji, Pesisir Selatan menjadi pemangku adat gelar pusako â€œDatuk Malintang Panaiâ€, 11 Februari 2017, ia menyambut dan mengucapkan selamat dengan pantun kroniknya sbb.:</p>
<p>Besar-besar si pohon sagu</p>
<p>Jangan ditebang pakai Gregg</p>
<p>Selamat kepada pak Nasrul Abit dan Ibu</p>
<p>Datuk Malintang Panai dari Air Haji</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanam cabe tanamlah bibit</p>
<p>Supaya subur disiram pagi</p>
<p>Puaslah sudah kini Bapak Nasrul Abit</p>
<p>Jadi Rang Minang tak ada yang meragukan lagi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Irwan Prayitno sebagai pemangku adat â€œDt. Rajo Bandaro Basaâ€ payung dalam suku Tanjung, nagari Pauh IX Padang peduli adat. Menjadi perhatiannya revitalisasi nilai adat, penguatan lembaga adat, revitalisasi peranan pemangku adat, prosesi adat dan bangunan arsitektur rumah gadang dll. Fakta kepeduliannya kepada adat, sebagai Gubernur, ia mengangkat visi â€“ misi pertamanya, adalah pelaksanaan ABS-SBK dengan indikator pembangunannya terpadu agama dan adat. Syair kronik dan syair peristiwanya tadi pada event pelewaan Wagub Nasrul Abit, mengisyaratkan pula, ia peduli adat dan peranan pemangku. Ia hadir pada event itu bagian dari kronik dan varian perjalanan hidupnya sebagai Gubernur dan pemangku adat. Ulama Minangkabau dahulu menyair, esensi syairnya juga sarat dengan varian hidup dan kehidupannya. Syair Syekh Sulaiman al-Rasuli misalnya, secara esensial juga memperlihatkan varian hidupnya dalam berbagai latar sosio kultural masyarakat pada masanya. Ulama ini mampu menyikat esensi hidup masyarakatnyaÂ Â dan keadaan sosio kultural kampungnya di Candung yang kadang memuakkannya dan seperti tidak kuasa mengubahnya (Yulizal Yunus, 2009). Lihat baris-baris syair Enam Risalah Syekh Sulaiman al-Rasuli (1920:2) sbb.:</p>
<p>Duduk di Canduang tidaklah znak</p>
<p>Di kiri di kanan maksiat banyak</p>
<p>Mengikut suruh banyak nan tidak</p>
<p>Alamat badan kena tumpalak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perasaian faqir sudahlah nyata</p>
<p>Faqir sebutkan sedikit saja</p>
<p>Karena banyak tidak terkira</p>
<p>Faqir menyebut tidak kuasa</p>
<p>Baris-baris Syekh Sulaiman al-Rasuli mencerminkan secara murni kehidupan masyarakat yang tetap memilih kampungnya Candung sebagai tempat â€œdudukâ€ (Melayu: tempat tinggal). Tak dapat dipungkiri syair tadi merupakan cermin murni kehidupan masyarakat pendukungnya yang tercatat dalam varian hidupnya. Dalam masyarakat tradisi Arab, Thaha Husen (1933) juga menyebut sastra sebagai cermin kehidupan (<em>al-marâ€™at al-shÄfiyah li l-hayÄh</em>). Pendapat itu ia ungkap dalam sebuah artikel ilmiah dipublikasiÂ <em>Majallat al-HilÄl,</em>Edisi Maret 1933, diterbitkan di Cicago &#8211; Amerika, topik â€œ<em>al-HayÄt al-Adabiyah fi Jazirat al-Arab</em>â€. Ungkapannya yang menyebut sastra cermin kehidupan Arab sbb.:</p>
<p><em>Al-adab&#8230;. hayyun qawiyun, lahu qaiyyimatuhu l-mumtaazah min haitsu innahu mirâ€™atun shafiyatun lihayaati l-aâ€™rab fi badiyatihimÂ </em>(sastra itu hudup dan kehidupan yang kuat, mempunyai nilai spesifik, dari aspek lain, ia cermin murni kehidupan sosial Arab di wilayah perkampungan mereka).</p>
<p>Justru itu, pandangan yang menyebut sastra sebagaiÂ <em>al-maraâ€™at al-shafiyahÂ </em>(cermin kehidupan), mengukuhkan sastra (syair) sebagai varian kehidupan sastrawan penyair itu sendiri. Varian kehidupannya itu bagian pula dari kehidupan masyarakat di mana penyair itu hidup. Pantun Irwan juga varian hidupnya pada masa jabatannya sebagai Gubernur. Syair Syekh Sulaiman al-Rasuli dalam dalam kumpulan â€œEnam Risalahâ€ tadi, mengesankan kaya dengan rekam prilaku masyarakat, terutama fenomena di kampungnya pada masa itu mendapat tempat dalam varian hidup dan kehidupannya. Seperti gambaran fenomena ironis, di satu sisi masyarakatnya kuat adat dan Islam, di sisi lain prilaku tidak menggambarkan budaya dan prilaku beradat Minang dan Islam. Esensi kehidupan masyarakatnya itu menjadi esensi syairnya, sekaligus menjadi bagian varian perjalanan hidupnya pula. Perspektif pencatatan fenomena (peristiwa) masyarakat itu dicatat dalam syair, maka syair itu disebutÂ <em>occasional verse</em>(<em>syiâ€™r al-munÄsibÄt,Â </em>atau syair peristiwa). Syair peristiwa ini oleh penyairnya sengaja digubah untuk merekam peristiwa berbagai event penting atau acara kegiatan lainnya di dalam masyarakat, sekaligus menjadi varian kehidupan penyairnya. Lihatlah syair peristiwa Irwan Prayitno, merekam peristiwa â€œpisah sambut Gubernur Sumbar dari Donny (PJ. Gubernur Sumbar) kepada dirinya Irwan Prayitno sebagai varian sejarah hidupnya meresapi konten adat, menemukan teladan: â€œ<em>ambiak tuah ka nan manang</em>â€ sbb.:</p>
<p>Jikok baralek pasanglah janur</p>
<p>Sempurnakan dengan permadani</p>
<p>Walau 6 bulan menjadi Gubernur</p>
<p>Ketokohan pak Donny kami teladani</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebelum Irwan Prayitno, ada Taufiq Ismail di samping ulama dahalu yang punya banyak genre puisi peristiwa, posisinya amat signifikan dalam khazanah kesusasteraan Islam di Indonesia. Dari perspektif puisi peristiwa dengan elegi Taufiq kalau tidak melebihi, setara denganÂ <strong><em>rasa`</em></strong>(<strong>Ø±Ø«Ø§Ø¡</strong>) penyair besar Arab seperti Prof. Dr. Adonis (lahir 1930) dewasa ini.</p>
<p><strong>Al-Syiâ€™r al-Taâ€™limiy</strong></p>
<p>Syair peristiwa Irwan secara tematik juga berbentuk genre<em>al-syiâ€™r al-taâ€™limiyÂ </em>(puisi didkatik) pula. Pantun tentang serah terima jabatan Pj.Gubernur Donny kepada dirinya tadi, dari perspektif aliran sastra moralismeÂ <em>akhlaqiyah</em>menaruh nilai pesan moral â€œ<em>ambiak contoh ka nan sudah, ambiak tuah ka nan manang</em>â€. Pesan moral itu setidaknya bentuk penghargaan kepada â€œnan sudahâ€ dan â€œka nan manangâ€ yang patut jadi teladan. JugaÂ <em>madah</em>(pujian) atas kinerja dan teladan yang ditinggalkan pendahulu (<em>nan sudah</em>):Â <em>walau 6 bulan menjadi Gubernur/ ketokohan pak Donny kami teladani</em>. Ada nilai didik, dan dapat menjadi pembelajaran bagi generasi yang<em>student todya and leader tomorrow</em>, bahwa bagaimanapun para pendahulu tak harus dilupakan. Justru pendahulu itu, ditiru keteladanan yang ada padanya. Keteladanan itu tidak hanya dilirik, tetapi dicontoh dan dilanjutkanÂ <em>performance process</em>(kinerja bengkalai) yang baik. Selama ini justru dari perspektif politik kinerja bengkalai ini sering diabaikan setiap pertukaran pemimpin. Ini bagian pembelajaran pantun Irwan, menghagai dan meneladani apa yang patut dicontoh pada para pendahulu.</p>
<p>Dalam prkateknya, pekerjaan kinerja bengkalai pejabat lama yang besar sekalipun tidak dilanjutkan pejabat baru, ada rasa â€œgengsianâ€ sehingga memulai lagi pada kilometer nol yang sangat tidakÂ <em>sustainable</em>(berkelanjutan). Artinya pantun Irwan Prayitno ini mengisyaratkan komitmen dan penghargaan terhadap jasa pelaksanaan tupoksi, keteladanan dan kinerja tokoh pendahulu dan mesti dilanjutkan.</p>
<p>Ada pesan yang sarat nilai didik, pesan moral politik bagi kader pemimpin, dan memperlihatkan wawasan yang jauh ke depan. Karenanya wacana teks syair dan cara bersyair seperti Irwan Prayitno sarat ajaran dan pesan dan atau mengajarkan keteladanan di samping mengajarkan materi ilmu pengetahuan dalam berbagai disiplin. Justru ia dalam intens membaca kehidupan surau dulu, basis pembinaan SDM dalam bidang agama, adat budaya oleh ulama. Ia mengakui â€œSDM Minang unggul tapi perlu dikembangkan dengan pendidikan terpaduâ€ (Irwan Prayitno, 2005:27). â€œApresiasi dan aktualisasi SDM Minang bisa dimulai dari berbagai lembaga pendidikan, baik formal maupun in/nonformal sebagai tempat kaderisasi SDMâ€ (Irwan Prayitno, 2013:166). Ulama dahulu mendidik termasuk di lembaga formal/ nonformal surau secara terpadu menggunakan wacanaÂ <em>talk</em>danÂ <em>text</em>syair. Irwan sekarang berpantun, jenis syair juga. Ada keberlanjutan kepiawaian ulama dahulu pada tradisi berpantun Irawan. Karena sarat materi ajar dan pesan dengan model pembelajaran integratif cara bersyair pragment, maka syair pantunnya dapat disebut genreÂ <em>al-syiâ€™r al-taâ€™limiyÂ </em>(syair didaktik). Jenis syair didaktik mengikuti Dr. Emil Yaâ€™qub (1987) dalam bukunyaÂ <em>al-Isthilahat al-Adabiyah</em>(Istilah Sastra), sengaja digubah untuk mengajarkan nilai dan ilmu pengetahuan. Ia memberi contoh syair didaktik terbaik berjenis syair majelis (<em>nadwat, society verse</em>) menyebut nama-nama tokoh termasuk nama penyair sendiri, yakni buku syair â€œ<em>Matan Alfiyah</em>â€ karya Ibnu Malik. Syair ini mengajarkan ilmuÂ <em>nahwu</em>(<em>nahwiyah</em>, sintaksis Arab) lengkap seluruh aspek secara ringkas. Dalam syair pengantarnya, seperti pantun spontan â€“ syair Irwan Prayitno, tak lupa menyulam nama tokoh, dimulai namanya sendiri, lihatlah baris-baris syair didaktik Ibnu Malik (dalam Yulizal Yunus, 2010) sbb.:</p>
<p><em>Â </em></p>
<p><em>Qala Muhammad huwa ibnu Malik</em></p>
<p><em>Ahmadu rabbi Allah khaira Malik</em></p>
<p><em>Mushaliyaâ€™ala l-Nabiyi l-mushthafa</em></p>
<p><em>Wa ilaihi l-mustakmilina l-syarafa</em></p>
<p><em>Â </em></p>
<p><em>Wastaâ€™in Allah fi Alfiyah</em></p>
<p><em>Maqashidu l-Nahwi biha mahwiyah</em></p>
<p><em>Tuqarribu l-Aqsha bilafzhi mujaz</em></p>
<p><em>Wa tabsuthu l-banla biwaâ€™di munjaz</em></p>
<p><em>Â </em></p>
<p>(berkata Muhammad ibnu Malik</p>
<p>Ku puji Tuhanku Allah Maha Pemilik</p>
<p>Bersalawat pada Nabi Pilihan</p>
<p>Dan keluarganya yang mencapai kemuliaan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Minta tolong Allah untuk buku Alfiyah</p>
<p>Mencakup seluruh materi Nahwiyah</p>
<p>Sajian luas dengan baris-baris ringkas</p>
<p>Penjelasan detail dijanjikan puas)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski mengajarkan pengetahuan, namun stilistika syair didaktik, tetap menarik dengan barisnya empat-empat, seperti jenisÂ <em>rubaâ€™i</em>(empat-empat baris), menghitung suku kata untuk kepentinganÂ <em>tafâ€™ilah</em>(<em>pot</em>),<em>bahar</em>(nada jeda) dan ditambah dengan kekuatan bunyi akhir (<em>qafiyah,Â </em>rima) bersajakÂ <em>aa aaÂ </em>dan atau<em>ab ab</em>. Contoh syair didaktik lain banyak ditulis ulama Minang masa pujangga lama, di antaranya syair Dr. Abdullah Ahmad pendiri PGAI dan Adabia Padang dalam kumpulan syair â€œParoekoenanâ€ (dalam Yulizal Yunus, 2010), lihat baris-barisnya pada bagian â€œrukun 13 shalatâ€ berkaitanÂ <em>takbiratulihram</em>dengan niat shalat, berikut ini:</p>
<p><em>Â </em></p>
<p>Rukun pertama niat namanya</p>
<p>Sengaja di hati itu maknanya</p>
<p>Ferdhu sembahyang dalam ingatnya</p>
<p>Tentukan waktu apa namanya</p>
<p>â€¦</p>
<p>Waktu niat sedang melakat</p>
<p>Sengaja fardhu sedang shalat</p>
<p>Takbiratulihram lekaslah ikat</p>
<p>Takbir berdiri pula sepakat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Syair Society Verse: Gong Istana Pemajuan Kebudayaan</strong></p>
<p>Syair-syair yang memberi gugahan masyarakat, terdapat banyak jenis. Syair didaktik tidak saja memberi gugahan tetapi menawarkan nilai dan materi ajar seperti syair Dr. Abdullah Ahmad tadi mengajarkan perukunan â€œrukun 13 shalatâ€.Â Â Beda lagi dengan syair genre syairÂ <em>society verseÂ </em>(<em>nadawat</em>, puisi seminar, puisi majlis), digubah khusus untuk kelompok kumunitas tertentu, pasnya disajikan dalam sebuah majlis untuk sharing berfikir. Majelis dimaksud adalah kerapatan/ pertemuan/ majelis sastra dan atau khusus untuk acara-acara terhormat para penyair dan kelompok masyarakat tertentu. Intinya di samping memberi gugahan dan motovasi juga memberikan spirit kehadiran pada sebuah perkumpulan. Pantun spontan Irwan Prayitno pada genre lain ada menunjukkan syairÂ <em>society verse.</em>Di antaranya lihat pantun â€“ syairÂ <em>nadawat</em>Irwan Prayitno dalam event â€œDiskusi Budaya Nan Jombang Ery Mefri,31 Mei 2016â€ dengan baris-barisnya sbb:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kembangkan seni jangan lupakan adat</p>
<p>Hadir diskusi di tempat Ery Mefri</p>
<p>Kalau salam tak dijawab semangat</p>
<p>Kita ulangi sekali lagi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Forum editor sangat terkenal</p>
<p>Moderatornya bernama Khairul Jasmi</p>
<p>Wartawan Senior yang menggelobal</p>
<p>Setiap kesempatan baca puisi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gubernur bersama anggota dewan</p>
<p>Tampil di ladang nan jombang</p>
<p>Diberi apresiasi oleh pak Darman</p>
<p>Semoga kesenian maju di masa datang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tersebut kembali Dewan Kesenian</p>
<p>RKT pun jadi perhatian</p>
<p>Bahkan banyak beri saran</p>
<p>Tak luput pula usul kadis kebudayaan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada penghargaan Irwan Prayitno kepada sejumlah tokoh dalam majelis seperti Ery Mefri dari pimpinan Nan Jombang, Khairul Jasmi Pemred Skh. Singgalang wartawan senior yang disebutnya menggelobal dan Ketua Forum Editor (Massmedia), Darman Moenir sastrawan budayawan senior, Kadis Kebudayaan Taufik Efendi, dll., adalah merupakan pembuka kontak komunikasi yang tidak akan lepas dengan peserta majelis dan memberi spirit agar acara semarak dan sarat visi ke depan pemajuan kebudayaan seperti amanat UU 5/ 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Terlebih ajakan Gubernur dan Dewan/ Legislatif (pemerintahan Sumatera Barat) mengandungÂ <em>tasyjiâ€™ khalifah</em>(gong istana) memulai pemajuan kebudayaan: di antaranya keterpaduan Islam dan adat yang menjadi visi misi Gubernur. Juga sastra, puisi, kesenian termasuk lembaga seni di tingkat Sumatera Barat seperti Dewan Kesenian Sumatera Barat (DKSB) yang sudah lama mati suri dan sudah dibentuk tim-9 dan tim-14 yang saya satu di antaranya sudah juga tidak mampu membangunkan â€œmati suriâ€ dan menyelamatkan kematian DKSB itu dan akhirnya mati juga. Makna yang terdalam, memajukan kebudayaan di Sumatera Barat: aspek sistem sosial (adat) dan aspek sistem kesenian (wujud suara/ sastra, wujud gerak/ tari dan pertunjukan serta wujud rupa/ lukis, pahat dan arsitektur), Iwan seperti telah memukul gong dan telah dibunyikannya dalam kapasitasnya sebagai Gubernur Sumatera Barat, tinggal lagi bagaimana gong-gong kabupaten/ kota se Sumatera Barat menyahutinya dengan memajukan pemangku dan lembaga serta akitivitas kebudayaan (adat dan seni) di wilayah setempat.</p>
<p>Tidak saja gong, bahkan Gubernur Irwan, sudah membuat contoh tradisi bepantun, mengembalikan kebesaran Islam dan sastra melayu Islam. Ia menyambung tradisi maestro ulama Minangkabau menyair pelopor syair sufistik yang antropomorfik, marak sejak pujangga lama dan menjadi mahakarya ABS-SBK. Melihat masa kejayaan ulama Minang menyair itu, boleh diteorikan, â€œtiada ulama tanpa menyairâ€. Kebiasaan berpantun genre syair ini, sebenarnya sudah ditunjukan bangsa pemilik bahasa yang terkaya di dunia yakni Arab sejak masa klasik. Arab masa klasik itu, dalam memajukan kehidupan sastra, muncul ungkapanÂ <em>al-syair min thabiâ€™iti l-ArabÂ </em>(syair itu adalah kebiasaan lidah Arab). Orasi/ pidato mereka disebutÂ <em>khatabah</em>pada masa Arab klasik stilistikanya persis seperti syair, mempunyai rima dan bersajakÂ <em>aa aa,Â </em>sebagai bagian musikal puisi dan lisensi puitik syair. Karenanya para ahli pidatoÂ Arab pada masa klasik itumendapatÂ peringkatÂ derajat tinggidalam berbagai event festival pasar seni seperti Dzul Majas, Pasar Ukaz dsb. Mereka menghargai penyair yang berprestasi, sebagaimana layaknyapara penyairyang amat dihargai ketika itu. Justru sampai pada masa Nabi SAW menghargai syair, dalam hadis disebutÂ <em>inna min syiâ€™ri lahikmahÂ </em>(tak dimungkiri sebagian syair itu kaya dengan hikmah).</p>
<p>Masyarakat Arabmasa klasikmembuat tradisimengadakan majelisÂ (<em>nad</em><em>a</em><em>wah</em>, temu penyair di pasar seni, seminar, festival seni sastra)sebagai sarana untuk mendeklamasikanÂ pantun (syair, sajak) mereka. Merekabertanding pidatoyang baris-baris pidatonya adalah gaya syair. Pada event itu mereka mengambil kesempatan di pasar seni seperti Dzul Majaz danÂ <em>Sauq al-UkazÂ </em>(Pasar Seni Ukaz) sejenis â€œPadang Fairâ€ sekarang. Pada pasar seni ini mereka menggelar pameran budaya, pameran produk-produk dagang, bahkan menjadi ajang penyebaran agama, ajang politik kepentingan. Juga mereka saling tukar menukar informasi dan berita masing-masing tentang masyarakat sukunya serta perkumpulan majelis (<em>nadawat/</em>majelis seminar,Â <em>nadi</em>/ group sastra penyair). Juga termasuk tukar menukar info perkumpulan sastraÂ <em>Nadi Quraisy</em>(Group Quraisy) danÂ <em>Darun Nadwah</em>(Rumah Seminar, Convention Hall) dll., yang berbasis di sekitar Kaâ€™bah.</p>
<p>Arab masa klasik tadi mengadakan berbagai festival sastra memperdengarkan baca syair-syair yang mereka gubah, di pasar-pasar seni. Mereka menulis dan baca syair seperti di pasar seniÂ <em>Majinnah</em>,Â <em>DZul Majaz</em>di samping pasa seni terbesarÂ <em>Sauq al-UkazÂ </em>Â diÂ <strong>al-Atsdia</strong>(antara Mekah dan Thaif) tadi.Â <em>Sauq al-Ukaz</em>bukan sekedar pasar seni biasa, tetapi sudah merupakan pekan budaya besar, yang mempersiapan kalender berbagai kegiatan seni dan pertunjukan berperiodik seperti satu malam di Thaif dan tiga malam di Mekah, bahkan juga punya kalender mingguan, bulanan dan tahunan seperti disebut dalamÂ <em>Aswaq al-Arab fi al-Jahiliyati wa al-Islam/Â </em><em>Pasar Seni Arab masa klasik dan Islam (</em>Said bin Muhammad al-Afghani, tt: 286-289). Di pasar seni itu mereka berlomba pidato gaya syair dan bersyair memperlihatkan kekuatan syairpada lisan mereka,Â justrumelebihitulisan.</p>
<p>Syair di mana pun justru menaruh lisensi puitik bahkanÂ <em>magic</em>seperti mantra.Disuasanakan musikal (rima/ nada dan irama) untai baris-baris puitik. Syair merekaÂ <em>yuhadhid samiâ€™ wa qariâ€™Â </em>(membuai dan membuat penikmat terempati). Seperti juga baris-baris puitik Irwan Prayitno, dalam pantun spontannya memberikan pesona dan bahkan memicu tawa gembira, di samping menunjukan proses pikir lancar dan cerdas santun dalam bahasa pantun yang mengalir. Karenanya bahasa mengalir menunjukkan proses pikir lancar dan cerdas, mengukuhkan derjat manusia sebagai makhlukÂ <em>nathiq</em>(bicara cerdas). Bahasa mengalir itu dalam perspektifÂ <em>manthiq</em>(ilmu logika) yang dalam praktek fenomena masyarakat dialogis disebutÂ <em>mintiq</em>dalam bahasa Minang:Â <em>mantiak</em>. Di lisannya, mengalir kata puitik yang sarat filosofi (nilai filsafat). Minang justru istana kata. Budaya orangnya, pandai berpantun spontan menunjukkan cerdas (Mak Katik, 2017). Bahasa lincah itu berakar pada budaya (prilaku), sebut Taufik Ismail (2017) pada buku Irwan â€œPantun Spontan al Irwan Prayitnoâ€.</p>
<p>Bahasa lincah, bersih dan santun dalam perjuangan, tanpa tersandung konflik dan kondisi dan usia, ditunjukan ulama penyair. Di antaranya ulama penyair Syekh Muhammad Taher Jalaluddin al-Falaki al Azhari (adik sepupu imam besar Masjd al-Haram, Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi) ayahanda Prof. Tun Tan Sri Hamdan, Gubernur Pulau Pinang, Malaysia, katanya adalah â€berakar dari spirit Islam, diilhami Yang Maha Bersih dan Maha Indahâ€. Karenanya berkatalah yang pasih sebagai ciri umat Islam yang bersih bersumber dari Yang Maha Kasih. Ulama penyair Syekh Muhammad Tahir Jalaluddin al-Falaki al-Azhari, dalam baris syairnya sbb.:</p>
<p><em>Â </em></p>
<p><em>Kiranya kamu wahai kekasih</em></p>
<p><em>Kaum berugama Islam yang bersih</em></p>
<p><em>Membawa beberpa perkataan yang fasih</em></p>
<p><em>Belum ada bahasamu masih</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Syair Renungan/ Tahir Jalaluddin,</p>
<p>SP10/109, Arkip Negara Malaysia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahasa fasih (lancar) dan bersih santun, bagian motivasi perjuangan. Bahasa santun ini merupakan senjata perjuangan bagi ulama menegakkan dakwah Islam, dan senjata ulama pejuang membebaskan umat dari semua bentuk keterjajahan. Tuanku Imam Bonjol sebagai ulama pejuang juga menyair (Dada Meuraxa, 1974:411). Pesan syairnya dengan bahasa santun menyalakan semangat â€œnafsuâ€ juang yang tidak dihentikan kekuatan yang tertekan dan kondisi yang tak menguntungkan. Lihat syairnya sbb.:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perjuangan hidup selalu bertumpuk</p>
<p>Kekuatan menjadi lapuk</p>
<p>Punggung lurus menjadi bungkuk</p>
<p>Tapi nafsu tak mau tunduk</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahasa santun sebagai energi menyalakan â€œnafsuâ€ juang, dipakai para ulama pejuang. Karenanya, sebuah ajakan berbahasa dan berkata jernih, cerdas, indah dan santun, pantas direspon, meski dalam keadaan sekonflik apapun. Kata santun melahirkan pikiran jernih, kata marah menghilangkan keseimbangan. Kata orang Minang menyebar kearifan, berbahasa dan bersikap baik tah harus marah melihat sikap dan mendengar bahasa marah.Â <em>H</em><em>arimau dalam perut/ kambing dikeluarkan</em>. Nilai ini pastilah berakar dari penggalan amanat firman Allah SWT, misalnya:Â <em>idfaâ€™ billati hiya ahsanÂ </em><em>al-saiyiâ€™ahÂ </em>(tolaklah kejahatan dengan kebaikan). Pertemuan dua nilai adat dan syaraâ€™ sumber Kitabullah ini, membuktikan orang Minang kuat memegang filosofinyaÂ <em>Adat Basandi Syaraâ€™ â€“ Syaraâ€™ Basandi Kitabullah</em>(ABS â€“ SBK)<em>,</em>dioperasionalkan dengan strategiÂ <em>Syaraâ€™ Mangato â€“ Adat MamakaiÂ </em>(SM-AM)dan ATJG (Alam Takambang Jadi Guru).Karenanya syair lama para ulama dulu, rata-rata jernih, mengajarkan Islam dengan cara bersyair, bahasa yang mengalir bersajak mengantarkan ilmu, cerita dan sejarah, seperti dalam al-Barzanji penyair Maulud Nabi dari Arab.</p>
<p>Justru Arab klasik dengan group sastranya memperlombakan bicara mengalir dan bijak (Â <em>mintiq, mantiakÂ </em>dalam bahasa Minang) serta sarat lisensi puitik. Kompetisi bicara mengalir itu dalam bentuk pidato gaya syair dan bersyair. Dari sinilah lahir syair-syair agung. Syair agung itu dihargai tidak saja dengan materil yang baris dan kerta menuliskannya ditimbang dihargai dengan timbangan emas. Bahkan puisi terbaik atau puisi agung mereka itu dihargai. Pengahargaan itu tidak saja dengan emas dan uang dirham, juga dihargai, setiap puisi terpilih dihargai dengan menggantungkannya di dinding Kaâ€™bah. Syair yang terpilih dan digantungkan di Kaâ€™bah itu, disebut denganÂ <em>syiâ€™r al-muâ€™allaqatÂ </em>(syair yang dipajang di dinding Kaâ€™bah). Tersebut 7 penyair besar<em>muâ€™llaqat</em>(yang syair mereka digantungkan di dinding Kaâ€™bah) itu ialah: (1) Umru l-Qais (Yaman), (2) Tharafah bin Abdul Bakri, (3) Zuhair bin Abi Sulma, (4) Antarah bin Syaddad, (5) Lubaid bin Rabi&#8217;ah al-Amiriy, (6) Amr bin Kultsum dan (7) Harist bin Hillizah (lihat, al-Zauzaniy,tt). Disebut juga 3 nama penyairÂ <em>muâ€™allaqat</em>besar lainnya menjadi 10 pilihan penyair agung yakni: (1) Nabaghah, (2) A&#8217;sya dan (3) Ubaid bin al-Abrash. Sebagai contoh lihat baris-baris syair agung Lubaid bin Rabi&#8217;ah al-Amiriy sbb.:</p>
<p><em>Idza iltaqat al-majamiâ€™u lam yazal(a)Â </em></p>
<p><em>Minna lizaru â€˜azhimatin jasysyamuha</em></p>
<p><em>Wa muqasysyimun yuâ€™thi l-â€˜asyirata haqqaha</em></p>
<p><em>Wa muâ€™dzamirun lihuquqiha hadhdhamuha</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Bila para kabilah berkumpul, kaumku tak kalah</p>
<p>Merespon debat memecahkan masalah</p>
<p>Adil membagi bagian hak keluarga</p>
<p>santun kepada semua meski terambil haknya)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terinspirasi atau tidak, historika pasar seniÂ <em>Sauq â€˜Ukaz</em>Arab yang melahirkanÂ <em>syiâ€™r muâ€™allaqatÂ </em>dari pasar seni Arab masa klasik tadi, tradisi bersastra syair dan pantun sudah dibawa ke pasar seni perlombaan dalam berbagai event. Ada lomba menulis dan baca puisi, event itu sudah menjadi tradisi budaya dan sastra hampir di penjuru dunia. Di Sumatera Barat â€œPantun Spontan al Irwan Prayitnoâ€ sudah masuk ke event perlombaan membaca dan menulis pantun serupa. Gerakan ini didukung para sastrawan, melaksanakan lomba baca pantun itu dan sudah berulang. Ada keyakinan, segera lahir paraÂ <em>â€œshahib rauâ€™ah wa jamalâ€Â </em>(pemilik lisensi puitik dan pemilik keindahan) dalam piawai berpantun seperti Irwan piawai berpantun, sudah tak asing lagi. Terakhir yang mempesona, dengarlah syair â€“ pantun Irwan tentang pragment lara Palestina dan sudah di-<em>youtube-</em>kan. AdalahÂ Pantun Spontan ala Irwan PrayitnoÂ dalamÂ Konser Amal untuk Palestina, pada â€œPanggungÂ <em>Padang Fair</em>â€ di GOR Agus Salim Padang, 1 Mei 2017. Betapa dengan deklamasi pragment haru dalam suasana rintik, ia mendeklamasikan syair tentang penindasan Israel atas rakyat Palestina. Pantunnya sungguh menggambarkan bagaimana laku buruk Israel sebagai bangsa mempertontonkan kezalimannya kepada dunia, seperti menggarisbawahi betapa kejamnya Israel, jangankan memusuhi Islam, para nabi di kalangannya sendiri dibunuh dan digergajinya. Terakhir dunia buncah seperti mau memicu perang dunia ke-3 setelah Israel mancaplok Yerusalem ibu Kota Pelestina mau menjadikan ibu kotanya setelah mendapat legitmasi sepihak Trump sang presiden AS yang aneh itu, negara besar sumber demokrasi itu justru menciderai demokrasi dunia. Lihat baris-baris Irwan tentang Palestina yang terluka dari jalur Gaza sbb.:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suara pekikan hingar bingar</p>
<p>Suara anak-anak tak berdosa</p>
<p>Sudah lama kita mendengar</p>
<p>Penindasan terjadi di jalur Gaza</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tentara menembak begitu tega</p>
<p>Dengan senapan dan tank baja</p>
<p>Keberadaan nyawa tak lagi berharga</p>
<p>Perempuan dan anak-anak sama saja</p>
<p><strong>Pantun MURI dan Ujaran Santun, Teladan Anak MudaÂ </strong></p>
<p>Kepiawaian Irwan Prayitno berpantun spontan begini, menandinglanjutkan gaya syair masa pujangga lama ini ditularkan dan direspon. Mulai dari tradisi lomba menulis dan baca pantun anak sekolah sampai tradisi pejabat utama berpantun syair. Seperti gambaran sejarah, pemajuan sastra dimulai dari gong dibunyikan khalifah. Syair dinilai dan dihargai khalifah dengan dirham untuk baris per-baris dan untuk per-berat kilo gram kertas tempat menuliskan syair itu. Seperti khalifah Muawiyah (743-744) al-Walid II menguji hafalan dan keindahan bacaan syair seorangÂ <em>rapsodis</em>(<em>al-rawiyah</em>, periwayat) ulung bernama Hammad al-Rawiyah (wafat 771 M) yang hafal semua puisi agung 7 penyairÂ <em>al-muâ€™allaqatÂ </em>(puisi maestro yang digantungkan di Kaâ€™bah) dan puisi-puisi pra Islam lainnya. Saking tertariknya khalifah kepada Hammad, yang mulia memberi hadiah 100.000 dirham. Hadiah seharga yang sama diberikan pula masa khalifah berikutnya (724-743 M) Hisyam ibn Abdu l-Malik. Lomba pantun Minang di Sumatera Barat ini seperti belajar dari sejarah, mulai bersimpongan. Tentu pula tidak ketinggalan hadiah dari Gubernur Irwan Prayitno. Ia sendiri yang piawai berpantun spontan sudah menginspirasi mengingat sejarah sastra dunia. Karena pantunnya pantas dikumpul dan diterbitkan, lalu dihargai. Adalah pantas ia diberi penghargaan seperti Piagam MURI dalam ketegori cipta pantun spontan jumlah terbanyak sebagai maha karya maestro sekaligus menerima Hak Cipta Intelektual Karya Pantun Spontan ala Irwan Prayitno dari Kemenkumham, 20 Agustus 2017.</p>
<div>
<p>Mestilah kepiawaian Irwan Prayitno berpantun ini penting dibudayakan pada generasi muda, piawai menulis dan baca pantun dan berkarakter santun ke depan, misalnya melalui kegiatan penggelaranFestivalÂ Pantun &#8220;Lomba Pantun Spontanâ€ untuktingkat SLTA se Sumbar.Pernah digelarÂ 9.000 pantunyang masuk, diikuti817 pesertaÂ menulis dan membaca pantunpada Festival Pantun Spontanala Irwan Prayitnodikomandoi Ade Hendri dengan para juri dari para sastrwan Sumatera Barat itu. PesertaÂ dimulai dariÂ mengirimkan pantun terbaik karya sendiriÂ sampaiÂ dilombakan, di Tugu Perdamaian Padang Agustus tahun lalu. Awal tahun 2018 dipasilitasi Disbud Sumbar, dilaksanakan lagi lomba serupa. Pesertanya diperluas, tidak saja anak sekolah tingkat SMA se Sumbar, juga diikuti wartawan se Indonesia, justru mengambil momentum Hari Pers Nasional 2018 (HPN-2018). Mereka diseleksi sejak awal Desember 2017 sampai awal Januari 2018, dinilai dan dipilih pada event pentas HPN â€“ 2018 di Muaro Lasak Padang, awal Februari 2018.</p>
<p>Voice point, Festival Pantun Spontan diinspirasi Pantun Spontan ala Irwan Prayitno ini, harapan terbesar lahir para muda Minangkabau<em>â€œshahib rauâ€™ah wa jamalâ€Â </em>(pemilik lisensi puitik dan pemilik keindahan) dalam piawai berpantun dan berkata santun. Juga menginspirasi mengingat kembali sejarah kegemilangan Islam warisan sejarah pasar seni mirip Padang Fair, yang pernah dikenal luar biasa seperti pasar seniÂ <em>Sauq al-Ukaz, Majinnah</em>danÂ <em>Dzul Majaz</em>masa Arab klasik dan masa kejayaan Arab Islam. Di pasar seni itu ditampilkan kebolehan orator berorasi dan berpidato gaya bersyair dan dihargai sama dengan derjat penyair, juga penyair membaca syair-syairnya dan mereka dipilih dan terpilih 10 penyair agung yangÂ <em>reward</em>nya, syair mereka itu dipajang di dinding Kaâ€™bah disebut denganÂ <em>syiâ€™r al-Muâ€™allaqatÂ </em>(syair pajangan dinding Kaâ€™bah). Di negeri ABS â€“ SBK ini lahir dan dihargai Pantun Spontan ala Prayitno, mengingatkan kita pula kepada ulama Minangkabau menyair,Â <em>syair syiâ€™ar</em>,Â <em>menyair menjadi ulama</em>, seolahÂ <em>tiada ulama tanpa menyair</em>di Minangkabau menonjol era pujangga lama. Justru disadari atau tidak Irwan Prayitno lahir melanjutkan tradisi ulama menyair, bagian keagungan karya maestro intelektual ulama dan pemimpin di Sumatera Barat dalam subkultur Minangkabau ini.***</p>
<p><em>Yulizal Yunus, Pengajar Sastra di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Imam Bonjol Padang.Â Tulisan ini semula disediakan khusus untuk edisi khusus MajalahÂ Shaut al-Jamiâ€™ah,Â edisi Desember 2017 sekaligus sebagai Kado HUTlah ke-57 Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat, 20 Desember 1960 â€“ 2017. Di-rewrite (edit tulis ulang) untuk makalah Seminar Internasional Kerjasama dua Perguruan Tinggi: FAH UIN Imam Bonjol Padang dan UPM Malaysia, 18 Januari 2018.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>RujukanÂ </strong><span style="color: #000000; font-size: 1.8em;">Â </span></p>
<p>Al-Zauzaniy,<em>Syarh al-Muâ€™allaqat al-Syabâ€™i l-ThiwÄl.Â </em>Libanon: Syiâ€™rkah Dar l-Arqam bin Abi l-Arqam, tt.</p>
<p>Braginsky, V.I.,Â <em>Yang Indah, Berfaedah dan Kamal, Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7-19.Â </em>Jakarta: INIS, 1998</p>
<p>Dada, Meuraxa,Â <em>Sejarah Kebudayaan Sumatera.Â </em>Jakarta: Firma Hasmar, 1974</p>
<p>Emil Yaâ€™qub, Dr., dkk,Â <em>Qamus al-Mushthalahat al-Lughawiyah wa l-Adabiyah, Arabiy â€“ Injliziy â€“ Faransiy.Â </em>Bairut: Dar l-Ilmi li l-Malayiin, 1987</p>
<p>Hendri Hassan, S.Ds, pengantar,Â <em>Irwan Prayitno di Mata Awak (Media Cetak), Posmetro, Singgalang, Padang Ekspres, Rakyat Sumbar, Metro Andalas, Haluan, Republika dan Kompas.Â </em>Padang: PT.Aryajaya Pradhana, 2015.</p>
<p>Irwan Prayitno,Â <em>Pantun Spontan ala Irwan Prayitno, Antologi cet.I. Jilis 1,2, 3,4.</em>Padang: CV.K. Abdi Nusa, 2017.</p>
<p>___________,<em>Inspirasi untuk Negeri.Â </em>Padang: tp, 2013.</p>
<p>___________ Prof., Dr., Psi.MSc Datuak Rajo Bandaro Basa,Â <em>Kiprah Seorang Asli Putra Minang, Mambangkik Batang Tarandam, Reaktualisasi dan Aktualisasi Potensi Minang, Saatnya Kita Berubah Maju Bersama Rakyat dan Nagari, Restrukturisasi dan Revitalisasi Pengelola Daerah.Â </em>Padang: tp,Â Â 2005</p>
<p>____________,<em>Sang Datuak.Â </em>Padang: tp, 2005</p>
<p>Panuti Sudjiman,ed,Â <em><span style="text-decoration: underline;">Kamus Istilah Sastra</span></em>, Jakarta, Gramedia,1986.</p>
<p>Muhammad Quthub,Â <em>Manhaj al-Fanni l-Islamiy.Â </em>Bairut: Dar al-Syuruuq, 1973</p>
<p>Rusli Marzuki Saria,Â <em>Mangkutak di Negeri Prosaliris, Kumpulan Puisi.Â </em>Jakarta: PT. GramediaWidiasarana Indonesia. Jakarta, 2010</p>
<p>Syafruddin Nurdin dan Adriantoni,Â <em>Kurikulum dan Pembelajaran, cet. II</em><em>.</em><em></em>Jakarta: Rajawali Pres, 2016</p>
<p>Syekh Muhammad Dalil bin Muhammaf Fatawi,Â <em>Majmuâ€™ wa Mustaâ€™mal dan Kitab Miftah al-Haq, cet.11</em><em>.Â </em>Bukittinggi: HMS Sulaiman,Â Â 1326 H</p>
<p>SyekhÂ Muhammad Ali bin Abd al-Muthalib,<em>Burhan al-Haq, Raddun â€˜ala Tsamaniyat al-Masaâ€™il, al-Jawabu min Suâ€™al al-Saâ€™il al-Qathiâ€™at al-Waqiâ€™ah Ghayat al-Taqriib</em><em>.</em><em></em>Padang: Foolyoumer, 1918</p>
<p>Syekh Sulai al-Rasuliy,Â <em>Risalah</em><em>(yang Mengandung 6 Risalah Syair dan Cerita Islam)</em>. Sungai Puar: H.Ahmad Khalidiy, 1325 H</p>
<p>Yongki Salmeno, ed.,Â <em>Irwan Prayitno untuk Sumbar Bangkit.Â </em>Padang: PT.Grafika Jaya Sumbar, 2015</p>
<p>__________________,Â <em>Inspirasi untuk Negeri Irwan Prayitno, cet. II.Â </em>Padang: PT.Grafika Jaya Sumbar, 2014</p>
<p>__________________,<em></em></p>
<p>Yulizal, Yunus,<em>Perspektif</em><em></em><em>IslamÂ </em><em>Melayu</em><strong>,Â </strong><em>Kajian Sastra Ulama Minangkabau</em><em>, Makalah untuk Adia-2017, Makalah the 2nd Annual International Symposium on Islam and Humanities (Islam and Malay Local Wisdom)</em>. Palembang: FD-ADIA, 2017.<em></em><em></em></p>
<p>___________,<em>Kesultanan Pagruyung, Jejak Islam pada Kerajaan-Kerajaan Dharmasraya.Â </em>Jakarta: Puslitbang Lektur, 2016.</p>
<p>___________,<em>Minangkabau, Social Movement.Â </em>Padang: Imam Bonjol Press, 2015.</p>
<p>____________,Â <em>Konsep danÂ </em><em>P</em><em>erubahan</em><em>d</em><em>alam Seni Tradisional Minangka</em><em>bau, Makalah Seminar</em><em>UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, di Galeri Seni Rupa, Senen, 1 April 2013</em>.Padang: TBP, 2013</p>
<p>____________,<em>IslamÂ </em><em>Pantai d</em><em>i Gerbang Selatan Sumatera Barat</em>:Â Padang: Imam Bonjol Press,Â 2012.</p>
<p>____________,Â <em>Nilai Konseling Ulama KlasikÂ Â Janan Thaib terhadap Umat, Kertas Kerja Seminar Serantau Kitab Turath 27-28 Oktober 2010, Pembina Serta Perkembangan Tradisi Ilmu di Alam Melayu, Pemeliharaan Kitab Turath sebagai Nilai Khazanah Umat Islam, Prosiding h. 96-108,Â </em>Seri Begawan Brunei: KUPU, 2010</p>
<p>___________,<em>Aspek Pendidikan Islam dalam Sastra Ulama Minangkabau, Studi Syair Syekh Sulaiman al-Rasuli, draft awal Disertasi.</em>Padang: PPs. IAIN Imam Bonjol, 2010.</p>
<p>____________, Himpunan Cerita Rakyat Sumatera Barat, Ibu yang Menyusukan Anaknya di Bulan. Padang: Disbudpar Pemrov Sumbar, 2010</p>
<p>____________,Â <em>Beberapa Ulama di Sumatera Barat.Â </em>Padang: Museum Adityawarman, 2008</p>
<p><em>____________,Â </em><em>Al-Qashash Al-Islamiyah fi Tatsqifi Syakhshiyat Al-Athfal, Dirasat fi Al-Adab wa l-Tarbiyah.Â </em>Padang: IAIN-IB Press, 2003</p>
<p>____________,<em>Kesultanan Indrapura dan Mandeh Rubiyah di Lunang, Spirit Sejarah dari Kerjaan Bahari hingga Semangat Melayu Dunia.Â </em>Padang: IAIN-IB Press dan Pemkab Pessel, 2002.</p>
<p><em>____________,Â </em><em>Persepsi Masyarakat Sumatera Barat Terhadap Kematian Kanak-kanak (Analisa Pengaruh Nazam Kanak-Kanak Sebagai Upaya Menjernihkan Paham Keliru Menuju Jalan ke Sorga), Laporan Penelitian 1998/ 1999.Â </em>Padang: Puslit IAIN-IB, 1999.</p>
<p><em>__________</em>__<em>, Sastra Islam di Indonesia, Kajian Syair Apologetik Pembela Tarekat Naqsyabandi Syekh Bayang</em>: Padang, IAIN-IB Press, 1999.</p>
<p>____________,Â <em>Pewarisan Sikap Profetik, Artikel al-Turas</em>. Padang: IAIN IB Press, 1991.</p>
<p>____________,<em>Pewarisan Nafas Islam dalam Budaya, Artikel Al-Turas.Â </em>Padang IAIN IB, Press 1991.</p>
<p>___________,<em>Perkembangan Mutakhir Penulisan Puisi, Piksi Dan Naskah Drama Karya Sastra Sastrawan Muda Daerah</em>, Makalah Temu Kritikus Sastra Muda Se Sumatera. Padang: TBP, 1989.</p>
<p>___________,Â <em>ed. Study on Work of Dr. Haji Abdul Karim Amrullah</em>. Tokyo: Toyota Foundation, 1988.</p>
<p>van Ronkel<em>, Supplement to the catalogues of Arabic Manuscripts Preserved in the Museum of the Batavia Society of Arts and Sciences.Â </em>Batavia: Bruning et Wijt, 1913</p>
</div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="applewebdata://2C2F99CD-473F-4501-8E73-1541DE2BEFF8#_ftnref1">[1]</a>Syafruddin Nurdin dan Adriantoni,Â <em>Kurikulum dan Pembelajaran, cet. II,Â </em>(Jakarta: Rajawali Pres, 2016), h.315</p>
</div>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2016/10/pantun-pembukaan-musabaqah-tilawatil-quran-mtq-nasional-37-tingkat-kota-solok-2016/" rel="bookmark" class="wherego_title">Pantun Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  Nasional 37 Tingkat Kota Solok 2016</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/02/jadi-kepala-daerah-siap-berkorban/" rel="bookmark" class="wherego_title">Jadi Kepala Daerah, Siap Berkorban</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2021/01/jalan-menjadi-kepala-daerah/" rel="bookmark" class="wherego_title">Jalan Menjadi Kepala Daerah</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2020/09/sumbar-tiga-besar-realisasi-belanja-apbd-provinsi-se-indonesia/" rel="bookmark" class="wherego_title">Sumbar Tiga Besar Realisasi Belanja APBD Provinsi se-Indonesia</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2020/09/pesta-pernikahan-di-era-covid/" rel="bookmark" class="wherego_title">Pesta Pernikahan di Era Covid</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2019/10/kepedulian-orang-minangkabau/" rel="bookmark" class="wherego_title">Kepedulian Orang Minangkabau</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/11/al-syir-al-tasjiliy-dan-pantun-spontan-ala-irwan-prayitno/' addthis:title='Al-Syi&#8217;r Al-Tasjiliy dan Pantun Spontan Ala Irwan Prayitno '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2018/11/al-syir-al-tasjiliy-dan-pantun-spontan-ala-irwan-prayitno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kagum pada Sosok Anwar Ibrahim, Gubernur Sumbar Beri Nama Anaknya Anwar dan Ibrahim</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2018/10/kagum-pada-sosok-anwar-ibrahim-gubernur-sumbar-beri-nama-anaknya-anwar-dan-ibrahim/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2018/10/kagum-pada-sosok-anwar-ibrahim-gubernur-sumbar-beri-nama-anaknya-anwar-dan-ibrahim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2018 01:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=10788</guid>
		<description><![CDATA[PADANGÂ - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengaku mengagumi sosok Anwar Ibrahim yang santun dalam berpolitik. Bahkan saking kagumnya pada tokoh reformasi Malaysia itu, Irwan memberi nama anaknya Anwar dan Ibrahim. &#8220;Saat kuliah di Malaysia, saya menyaksikan beliau berjuang, menggelar demonstrasi. Saya kagum dan memberi nama anak saya Anwar dan Ibrahim,&#8221; katanya saat jamuan makan malam &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2018/10/kagum-pada-sosok-anwar-ibrahim-gubernur-sumbar-beri-nama-anaknya-anwar-dan-ibrahim/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/10/kagum-pada-sosok-anwar-ibrahim-gubernur-sumbar-beri-nama-anaknya-anwar-dan-ibrahim/' addthis:title='Kagum pada Sosok Anwar Ibrahim, Gubernur Sumbar Beri Nama Anaknya Anwar dan Ibrahim '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip021.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-10732" title="ip021" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip021.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>PADANG</strong>Â - Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengaku mengagumi sosok Anwar Ibrahim yang santun dalam berpolitik. Bahkan saking kagumnya pada tokoh reformasi Malaysia itu, Irwan memberi nama anaknya Anwar dan Ibrahim.</p>
<p>&#8220;Saat kuliah di Malaysia, saya menyaksikan beliau berjuang, menggelar demonstrasi. Saya kagum dan memberi nama anak saya Anwar dan Ibrahim,&#8221; katanya saat jamuan makan malam di Kantor Gubernur Sumatera Barat, Sabtu malam 27 Oktober 2018 seperti dilansir<em>Â Langkan.id.</em></p>
<p>Irwan mengatakan, Anwar sebagai tokoh politik sangat istiqomah dalam berjuang. Meskipun badai menghadangnya. Dia pun berpartai tak pernah jadi kutu loncat. Anwar tetap konsisten dengan Partai Keadilan Rakyat yang didirikannya. &#8220;Belajarlah dari Anwar Ibrahim,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Anwar akan berada di Sumatera Barat hingga Senin 29 Oktober 2018. Dalam dalam lawatannya, Anwar akan memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (28/10).</p>
<p>Anwar juga dijadwalkan berkunjung ke Aie Angek Cottage atau Rumah Puisi Taufiq Ismail di Kabupaten Tanah Datar. Kemudian dilanjutkan ke Diniyah Puteri Padang Panjang dan menikmati kuliner Sate Mak Syukur. Lalu perjalanan dilanjutkan menuju Istano Basa Pagaruyuang di Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>Calon Perdana Menteri Malaysia yang digadang-gadangkan ini, juga akan berkunjung ke Istana Bung Hatta di Kota Bukittinggi. Dia dijadwalkan meninjau Pasar Ateh Bukittinggi yang hangus terbakar beberapa bulan yang lalu, sekaligus menuju Rumah Kelahiran Bung Hatta.Â <strong>***Â </strong></p>
<p><em>gosumbar.com 28 Oktober 2018</em></p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2012/06/profil-2/" rel="bookmark" class="wherego_title">Profil Irwan Prayitno</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/10/kagum-pada-sosok-anwar-ibrahim-gubernur-sumbar-beri-nama-anaknya-anwar-dan-ibrahim/' addthis:title='Kagum pada Sosok Anwar Ibrahim, Gubernur Sumbar Beri Nama Anaknya Anwar dan Ibrahim '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2018/10/kagum-pada-sosok-anwar-ibrahim-gubernur-sumbar-beri-nama-anaknya-anwar-dan-ibrahim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pena Emas PWI, Tentang Aur Dan Tebing</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2018/09/pena-emas-pwi-tentang-aur-dan-tebing/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2018/09/pena-emas-pwi-tentang-aur-dan-tebing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Sep 2018 02:22:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=10753</guid>
		<description><![CDATA[BAGAI aur dan tebing. Itulah analogi yang digunakan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno untuk menggambarkan hubungan kemitraan sejajar antara pers dan pemerintah. Keduanya saling membutuhkan dalam arti positif, dan karenanya harus saling menghormati fungsi dan tugas masing-masing juga dalam arti positif. Tidak ada yang lebih tinggi dan lebih utama dari yang lainnya. Karena Irwan serius &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2018/09/pena-emas-pwi-tentang-aur-dan-tebing/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/09/pena-emas-pwi-tentang-aur-dan-tebing/' addthis:title='Pena Emas PWI, Tentang Aur Dan Tebing '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip036.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-10710" title="ip036" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip036.jpg" alt="" width="600" height="398" /></a>BAGAI aur dan tebing. Itulah analogi yang digunakan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno untuk menggambarkan hubungan kemitraan sejajar antara pers dan pemerintah.</p>
<p>Keduanya saling membutuhkan dalam arti positif, dan karenanya harus saling menghormati fungsi dan tugas masing-masing juga dalam arti positif.</p>
<p>Tidak ada yang lebih tinggi dan lebih utama dari yang lainnya. Karena Irwan serius dalam menjalankan roda pemerintahan di Sumatera Barat, dia pun berharap bisa berhubungan atau bermitra dengan wartawan dan media yang serius pula. Itu kesimpulan saya.</p>
<p>Nyatanya, Irwan menyatakan sendiri, dirinya tidak mau menghabiskan waktu untuk menghadapi wartawan dan media yang tidak jelas dan abal-abal.</p>
<p>Irwan Prayitno menyampaikan pandangan-pandangannya mengenai kehidupan pers nasional di hadapan panelis Pena Emas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rapat pleno yang diperluas di kantor Gubernur Provinsi Sumatera Barat di Padang, Jumat (21/9). Orasinya diberi judul â€œMinangkabau Dalam Jati Diri Pers Nasionalâ€.</p>
<p>â€œKami mengibaratkan sinergi keduanya bagaikan aur dengan tebing. Aur semacam tanaman pelindung agar tebing tidak runtuh, namun aur akan tumbang bilamana tak ada tebing tempat ia tumbuh,â€ kata pria kelahiran Jogjakarta 20 Desember 1963 ini.</p>
<p>Ini adalah tradisi PWI dalam setiap ajang penyerahan anugerah tertinggi Pena Emas. Ketua Umum PWI Margiono yang memimpin rapat pleno menjelaskan bahwa anugerah ini diberikan kepada individu yang memberikan kontribusi kepada kehidupan pers nasional dan ikut merawat kemerdekaan pers.</p>
<p>Menurut penilaian PWI Pusat atas saran yang disampaikan PWI Sumatera Barat, Irwan Prayitno dinilai pantas untuk mendapatkan anugerah Pena Emas. Namun sebelum pin Pena Emas disematkan kepadanya, Irwan Prayitno diwajibkan menyampaikan pandangan-pandangannya mengenai kehidupan pers nasional, untuk membuktikan bahwa dirinya memang layak mendapatkan anugerah Pena Emas.</p>
<p>Dalam kapasitas sebagai Ketua bidang Luar Negeri PWI Pusat, saya ikut menjadi anggota panelis Pena Emas yang menyimak dan memberikan penilaian atas orasi Irwan Prayitno.</p>
<p>Anggota panelis Pena Emas lainnya adalah Sekjen PWI Hendry Ch. Bangun, Ketua Dewan Kehormatan PWI Ilham Bintang, Ketua bidang Organisasi Sasongko Tedjo, Ketua bidang Daerah Atal S. Depari, Ketua bidang Pendidikan Marah Sakti Siregar, juga penasihat PWI Soleh Thamrin, Muhammad Noeh, Djoko Saksono, dan Asro Kamal Rokan, serta Basyril Basyar.</p>
<p>Nama terakhir ini berkali-kali disebut Ketua Umum PWI sebagai â€œpromotorâ€ Irwan Prayitno untuk memperoleh Pena Emas.</p>
<p>â€œKemitraan sejajar antara pemerintah daerah dengan pers selama ini menjadi salah satu kekuatan kami, sehingga hubungan pers dengan pemerintahan di Sumatera Barat dapat berjalan dengan baik,â€ ujar Irwan.</p>
<p>Ia juga dikenal sebagai raja pantun yang sangat produktif. Maka tak heran, apabila dalam orasi, selain membaca naskah tertulis yang sudah disiapkannya, Irwan juga membaca pantun yang ditulisnya mendadak ditulisnya.</p>
<p>Irwan menghormati rumusan kebebasan pers yang dianut Indonesia sejak UU Pers 40/1999 berlaku. Upaya Dewan Pers mendorong peningkatan kompetensi wartawan pun menurutnya adalah hal positif yang sangat dibutuhkan agar kemitraan antara pers dan pemerintah menjadi konstruktif. Hal lain yang sudah barang tentu perlu diapresiasi dan didukung adalah upaya meningkatkan kompetensi perusahaan pers atau media.</p>
<p>â€œSemakinÂ  banyak wartawan yang kompeten, semakin membuat pers jadi sehat dan masyarakat jadi tercerdaskan. Produk pers yang berkualitas tinggi tentu lahir dari tangan para wartawan yang kompeten dan profesional. Insya Allah, untuk peningkatan kapasitas seperti ini kami berada dalam posisi ikut mendorong,â€ urai Irwan lagi masih diselingi satu dua pantun dadakan.</p>
<p>Aspek Budaya Minang</p>
<p>Sebelum masuk pada persoalan hubungan pers dan pemerintah, di awal orasinya Irwan menguraikan sejumlah aspek budaya Minangkabau, dari sistem kekerabatan matrilineal menurut garis ibu, budaya merantau yang dibedakannya dengan migrasi, juga budaya lapau, yang kesemuanya dibungkus semangat egalitarian.</p>
<p>Di masyarakat Minang pun, pemimpin tidak mendapatkan keistimewaan yang luar biasa. Dia hanya ditinggikan seranting, didahulukan selangkah.</p>
<p>â€œKalau saya menghadiri kegiatan, tidak ada penyambutan istimewa. Hanya panitia dan beberapa yang terkait. Selebihnya masyarakat duduk di tempat mereka. Kalau saya ke masjid pun begitu,â€ cerita Irwan menggambarkan.</p>
<p>Prinsip hidup egalitarian inilah, sambung dia, yang membuat setting budaya Minang memungkinkan lahirnya wartawan-wartawan hebat. Bahkan tak sedikit founding fathers Indonesia yang merupakan orang Minang dan hampir semuanya adalah wartawan. Dia menyebut sejumlah nama, dari Agus Salim, M. Natsir, M. Yamin, Bung Hatta, hingga Tan Malaka.</p>
<p>Karya-karya sastra dari Minangkabau yang berkembang sejak era literasi di abad ke-12 dalam perkembangannya juga ikut memperkuat bahasa Indonesia lewat novelis-novelis yang lahir beberapa abad kemudian.</p>
<p>Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Merantau ke Deli danÂ Di Bawah Lindungan Kaâ€™bah karyaÂ Hamka,Â Salah AsuhanÂ karyaÂ Abdul Muis,Â Sitti NurbayaÂ  karyaÂ Marah Rusli, danÂ Robohnya Surau Kami karyaÂ Ali Akbar Navis, antara lain karya sastra yang menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah Indonesia di masa lalu.</p>
<p>Belum lagi karya-karya pujangga seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail dan Sutan Takdir Alisjahbana.</p>
<p>Pers Harus Sehat</p>
<p>Bagian terakhir dari orasi Irwan Prayitno adalah kritiknya pada kehidupan pers nasional. Dia memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada berbagai upaya yang dilakukan masyarakat pers nasional, terutama PWI, untuk mendorong peningkatan kompetensi wartawan.</p>
<p>Tetapi di sisi lain, tidak dapat dipungkiri dalam praktik banyak wartawan yang tidak atau belum kompeten, juga masih ada pihak yang menggunakan pers untuk hal-hal lain di luar tujuan pers.</p>
<p>Hal-hal seperti ini yang mendorong Irwan Prayitno mengeluarkan Peraturan Gubernur 3/2018 yang merupakan perubahan atas Pergub 21/2016 tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Pergub itu persis diterbitkan tanggal 1 Agustus 2018 lalu.</p>
<p>Pemprov Sumbar akan memverifikasi semua media yang selama ini bekerjasama dengan instansi pemerintah di level provinsi maupun kabupaten dan kota.</p>
<p>Pergub itu antara lain menegaskan bahwa media massa yang ingin bekerjasama dengan Pemprov Sumbar harus terdaftar di Dewan Pers dan minimal terverifikasi administrasi.</p>
<p>Sementara penanggung jawab media dan/atau penanggung jawab redaksi harus memiliki tingkat Kompetensi Wartawan Utama.</p>
<p>Adapun wartawan yang bertugas meliput kegiatan di Pemprov Sumbar harus sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan memiliki sertifikat minimal Kompetensi Wartawan Muda. Untuk yang satu ini, masih ada kesempatan berbenah hingga paling lambat pada 1 Januari 2020.</p>
<p>Ada yang memprotes Pergub 3/2018 ini dan memandangnya sebagai upaya untuk membungkam kemerdekaan pers. Sepintas kekhawatiran ke arah itu dapat dibenarkan.</p>
<p>Tetapi, apabila kita merujuk pada UU 40/1999 tentang Pers, dan komitmen bersama yang sudah disepakati pengelola media dan Dewan Pers beserta organisasi profesi wartawan di tahun 2010 lalu di Palembang, maka kita akan menyadari bahwa kemerdekaan pers justru meningkatkan profesionalisme media dan kompetensi wartawan. Tidak ada cara lain.</p>
<p>Dalam sesi tanya jawab, Irwan Prayitno mengatakan, kebebasan bukan keadaan tanpa aturan sama sekali.</p>
<p>Dia mencontohkan kehidupan berlalu lintas yang nyata-nyata membutuhkan aturan yang jelas dan tegas demi keselamatan dan tercapainya tujuan.</p>
<p>Apa yang dilakukan Irwan Prayitno melalui Pergub yang dikeluarakannya masih sejalan dengan upaya kita, masyarakat pers nasional, untuk melindungi kemerdekaan pers.</p>
<p>Hanya tebing yang kuat yang bisa ditumbuhi aur. Hanya aur yang kuat yang bisa menjaga tebing dari ancaman longsoran tanah. Kira-kira demikian. [guh]</p>
<p>Teguh Santosa</p>
<p>Dimuat di teguhtimur.com 22 September 2018</p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2013/08/kau-istriku-lagu-karya-gubernur-sumbar-sudah-bisa-dinikmati-di-youtube/" rel="bookmark" class="wherego_title">Kau Istriku, Lagu karya Gubernur Sumbar Sudah Bisa Dinikmati di Youtube</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/09/pena-emas-pwi-tentang-aur-dan-tebing/' addthis:title='Pena Emas PWI, Tentang Aur Dan Tebing '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2018/09/pena-emas-pwi-tentang-aur-dan-tebing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Irwan Prayitno Jadi Drummer Saat Sambut Tim Ekspedisi APPSI</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2018/09/aksi-irwan-prayitno-jadi-drummer-saat-sambut-tim-ekspedisi-appsi/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2018/09/aksi-irwan-prayitno-jadi-drummer-saat-sambut-tim-ekspedisi-appsi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Sep 2018 22:20:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=10738</guid>
		<description><![CDATA[Padang &#8211; Tim Ekspedisi 34 Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tiba di Provinsi ke-5 Sumatera Barat dan diterima oleh Gubernur Irwan Prayitno. Dalam agenda di Padang, Tim Ekspedisi berkesempatan menyaksikan talenta Irwan dalam menggebuk drum. Bersama IP Band, sebagai drummer, Irwan membawakan lagu khas Minang Dindin Badinding hingga lagu dari Deep Purple &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2018/09/aksi-irwan-prayitno-jadi-drummer-saat-sambut-tim-ekspedisi-appsi/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/09/aksi-irwan-prayitno-jadi-drummer-saat-sambut-tim-ekspedisi-appsi/' addthis:title='Aksi Irwan Prayitno Jadi Drummer Saat Sambut Tim Ekspedisi APPSI '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip056.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-10740" title="ip056" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/09/ip056.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a>Padang</strong> &#8211; Tim Ekspedisi 34 Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tiba di Provinsi ke-5 Sumatera Barat dan diterima oleh Gubernur Irwan Prayitno. Dalam agenda di Padang, Tim Ekspedisi berkesempatan menyaksikan talenta Irwan dalam menggebuk drum.</p>
<p>Bersama IP Band, sebagai drummer, Irwan membawakan lagu khas Minang Dindin Badinding hingga lagu dari Deep Purple yakni Smoke On The Water.</p>
<p>Irwan Prayitno yang telah memimpin Sumbar sejak tahun 2010 ini, tak hanya mahir dalam memainkan drum tapi juga punya segudang bakat lain. Dalam kesenian, Irwan juga seorang penyanyi dan telah merilis beberapa album.</p>
<p>Gubernur berusia 54 tahun ini juga dikenal sebagai seorang sastrawan dan penulis. Diantara karya monumentalnya adalah berhasil memecahkan rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kepala Daerah yang Menciptakan Pantun Terbanyak.</p>
<p>Dalam olahraga, Irwan adalah seorang karateka dan satu-satunya gubernur yang telah mencapai sabuk hitam dan VI yang merupakan Dewan Guru Institut Karate-Do Nasional (Inkanas).</p>
<p>Kemudian Irwan juga adalah seorang crosser yang mampu melewati berbagai medan berat dengan motorcross. Keterampilannya mengendarai motorcross itu membantunya sebagai gubernur untuk blusukan mengakses daerah hutan, pegunungan dan lembah di sebagian Sumatera Barat yang memang berkontur dataran tinggi.</p>
<p>Tak hanya handal dalam kesenian dan olahraga, secara akademik Irwan adalah seorang guru besar di bidang psikologi. Gelar Profesor ia peroleh dari tempatnya dahulu mengajar sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Jakarta.</p>
<p>Saat kembali ke Padang, jiwanya sebagai seorang akademisi terpanggil, maka ia merintis sebuah lembaga pendidikan yakni Yayasan Adzkia Sumatera Barat. Irwan menceritakan dari modal hanya Rp 15.000, kini ia berhasil merintis dan mendirikan lembaga pendidikan dari level taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.</p>
<p>&#8220;Dulu setelah lulus S1 tahun 1987 saya pulang ke Padang dan mendirikan sebuah bimbingan belajar, dengan hanya bermodalkan uang Rp 15.000 untuk memfotokopi brosur lalu saya sebar ke sekolah-sekolah saya bisa memulai Bimbingan Belajar Adzkia, hingga kini lembaga pendidikan Adzkia telah memiliki banyak sekolah hingga kampus yakni sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan,&#8221; tutur ayah dari 10 anak ini kepada Tim Ekspedisi dari APPSI.</p>
<p>Irwan Prayitno adalah Gubernur ke-5 yang didatangi oleh Tim Ekspedisi 34 Gubernur dari APPSI, setelah dari Sumatera Barat Tim Ekspedisi akan meluncur ke Jambi via jalur Darat untuk menemui Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar.</p>
<p><strong>(idr/ega)</strong></p>
<p><em>detik.com, 19 September 2018</em></p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2012/06/profil-2/" rel="bookmark" class="wherego_title">Profil Irwan Prayitno</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/09/aksi-irwan-prayitno-jadi-drummer-saat-sambut-tim-ekspedisi-appsi/' addthis:title='Aksi Irwan Prayitno Jadi Drummer Saat Sambut Tim Ekspedisi APPSI '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2018/09/aksi-irwan-prayitno-jadi-drummer-saat-sambut-tim-ekspedisi-appsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Irwan dan Tifatul Masuk Daftar Capres</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2018/01/irwan-dan-tifatul-masuk-daftar-capres/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2018/01/irwan-dan-tifatul-masuk-daftar-capres/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2018 00:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=10410</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Padekâ€”Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah bersiap menatap Pilpres 2019. Menghadapi pilpres, PKS mengumumkan sembilan nama yang akan diusungnya untuk maju sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden untuk 2019. Dua tokoh Sumbar masuk dalam sembilan nama itu, yakni Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan mantan Menkominfo Tifatul Sembiring. Pemilihan Sembilan nama itu, menurut Presiden PKS, &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2018/01/irwan-dan-tifatul-masuk-daftar-capres/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/01/irwan-dan-tifatul-masuk-daftar-capres/' addthis:title='Irwan dan Tifatul Masuk Daftar Capres '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp_Image_2017-05-06_at_16_06_34.jpeg"><img class="aligncenter size-full wp-image-10411" title="Semat Penghargaan Presiden RI" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2018/01/WhatsApp_Image_2017-05-06_at_16_06_34.jpeg" alt="" width="600" height="400" /></a></strong></p>
<p><strong>Jakarta, Padek</strong>â€”Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah bersiap menatap Pilpres 2019. Menghadapi pilpres, PKS mengumumkan sembilan nama yang akan diusungnya untuk maju sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden untuk 2019.</p>
<p>Dua tokoh Sumbar masuk dalam sembilan nama itu, yakni Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan mantan Menkominfo Tifatul Sembiring. Pemilihan Sembilan nama itu, menurut Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman adalah hasil dari Musyawarah Majelis Syuro VI PKS yang digelar selama dua hari, pada 13-14 Januari 2018.</p>
<p>â€œPada Sabtu dan Minggu kemarin, Musyawarah Majelis Syuro VI PKS menetapkan sembilan nama sebagai bakal calon presiden dan atau bakal calon wakil presiden hasil penjaringan internal,â€ ungkap Sohibul di kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (15/1).</p>
<p>Sohibul Iman menerangkan, PKS memajukan namanama kader hasil penjaringan internal guna ditawarkan kepada masyarakat dalam suksesi kepemimpinan nasional pada 2019. Sebagai partai kader, ungkap Sohibul, PKS telah melakukan proses kaderisasi kepemimpinan dalam berbagai jenjang.</p>
<p>â€œSaat ini PKS memiliki stok kepemimpinan yang cukup banyak untuk menjadi bakal calon Presiden dan atau bakal calon Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden 2019,â€ tukasnya.</p>
<p>Sembilan nama hasil Musyawarah Majelis Syuro VI PKS tersebut adalah, Irwan Prayitno, Ahmad Heryawan, Â Hidayat Nur Wahid. Anis Matta, M Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf Dan Mardani Ali Sera.</p>
<p>Padang Ekspres, 16 JANUARI 2018</p>
<div id="wherego_related"> </div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2018/01/irwan-dan-tifatul-masuk-daftar-capres/' addthis:title='Irwan dan Tifatul Masuk Daftar Capres '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2018/01/irwan-dan-tifatul-masuk-daftar-capres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjemput Pagi di Dusseldorf</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2017/10/menjemput-pagi-di-dusseldorf/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2017/10/menjemput-pagi-di-dusseldorf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Oct 2017 09:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=9971</guid>
		<description><![CDATA[Pukul tujuh lebih belasan menit. Pesawat Etihad mendarat mulus, di pagi yang berkabut. Semestinya sudah terang, tapi Dusseldorf masih terang-terang kacang. Pagi itu, Jumat (6/6), setelah empat belas jam lebih membunuh bosan di atas pesawat; tujuh jam dari Jakarta ke Abu Dhabi, dan sekitar tujuh jam pula dari Abu Dhabi ke Dusseldorf, kami menghirup udara &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2017/10/menjemput-pagi-di-dusseldorf/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2017/10/menjemput-pagi-di-dusseldorf/' addthis:title='Menjemput Pagi di Dusseldorf '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9963" class="wp-caption aligncenter" style="width: 609px"><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2017/10/2017-10-10-Delegasi-ke-JERMAN.jpg"><img class="size-full wp-image-9963" title="2017-10-10 Delegasi ke JERMAN" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2017/10/2017-10-10-Delegasi-ke-JERMAN.jpg" alt="" width="599" height="401" /></a><p class="wp-caption-text">FOTO BERSAMA | Gubernur Irwan Prayitno bersama pejabat dari Sumbar foto bersama dengan pejabat provinsi Nordth Rhein-Westhlen, Jerman.</p></div>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Pukul tujuh lebih belasan menit. Pesawat Etihad mendarat mulus, di pagi yang berkabut. Semestinya sudah terang, tapi Dusseldorf masih terang-terang kacang.</p>
<p>Pagi itu, Jumat (6/6), setelah empat belas jam lebih membunuh bosan di atas pesawat; tujuh jam dari Jakarta ke Abu Dhabi, dan sekitar tujuh jam pula dari Abu Dhabi ke Dusseldorf, kami menghirup udara Jerman.</p>
<p>Serasa akan berbeda. Tetapi sama saja. Bandara Dusseldorf memang besar, namun jelas tidak lebih mentereng dibanding Soetta. Apalagi dibanding Â T3 di Soetta.</p>
<p>Kendati baru saja mendarat, dengan membersihkan diri alakadarnya, kami bertukar pakaian. Mengenakan kemeja dan jas, siap untuk agenda Â pertama; mengunjungi pemerintah propinsi Nordth Rhein Westhalen (NRW) yang berpusat di Dusseldorf. &#8220;Agenda kita cukup padat,&#8221; kata Gubernur Irwan Prayitno.</p>
<p>Kantor kepariwisataan NRW itu terletak di sisi sungai Rhein yang terkenal itu. Ya, Dusseldorf itu memang juga adalah kota pelabuhan, di samping juga sebagai kota yang memiliki kalender tetap menggelar pekan budaya Jepang. Maklum, di kota ini cukup banyak warga keturunan Jepang bermukim.</p>
<p>Kantor NRW itu, seperti juga kantor dan gedung lainnya di Dusseldorf, tidaklah megah dilihat dari arsitekturnya. Model bangunan di sini cenderung biasa-biasa saja.</p>
<p>Begitu juga para pegawainya. Entah karena memang jumlah pegawainya sedikit, tetapi gedung 21 lantai itu, terlihat lengang. Rupanya, dalam jam kerja, memang sulit melihat mereka berkeliaran. Semuanya asyik bekerja di ruang masing-masing.</p>
<p>Dan kedatangan kami pun menjadi satu-satunya yang membuat ramaiÂ  gedung itu. Bukan karena jumlah kami yang belasan orang, tapi rupanya orang Jerman ketat soal waktu. Kami datang tigapuluh menit lebih awal dari jadwal pukul 11.00 waktu setempat.</p>
<p>Bukan tidak ramah, tetapi mereka tentu punya jadwal yang lain pula selain menerima kami untuk berkunjung. Jadi, sebelum pertemuan, kami mengisi berswafoto mengabadikan sungai Rhein yang jernih dari lantai 21 gedung itu.</p>
<p>Sambil menunggu, kami pun sempat memotret marawa hitam-merah-kuning. &#8220;Sama persis dengan marawa kita,&#8221; ujar Afrizal, anggota DPRD Sumbar dari Partai Golkar.</p>
<p>Akhirnya, Karl-Uwe Butof, Direktur Umum jawatan yang mengurusi kepariwisataan, inovasi dan energi di propinsi NRW menyambut kami didampingi Â dua orang stafnya, di ruang rapat ukuran sedang di lantai 21 itu. Ia cukup ramah untuk pelayanannya yang tidak dibuatbuat. Ia bahkan berkenan menuang kopi untuk Gubernur Irwan Prayitno.</p>
<p>Usai Butof mempresentasikan secara umum perihal propinsi itu, kemudia salah seorang deputinya menceritakan tentang pariwisata, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dengan bahasa inggris yang fasih membungkus diskusi dengan mengajukan ikatan kerjasama propinsi kembar. Beberapa sektor yang paling mungkin, dan perlu fokus yang jelas, akan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan, kata Butof merespon. Dikatakan, saat ini pihaknya juga tengah menjalin kerjasama dengan Provinsi Fukusima, Jepang.</p>
<p>Atas peluang tersebut, Gubernur Irwan Prayitno meminta SKPD terkait dan pihak kedutaan bisa menindaklanjutinya. &#8220;Cukup beberapa saja fokusnya. Misalnya kepariwisataan dan energy terbarukan,&#8221; ujar Irwan.</p>
<p>Seperti diketahui, Gubernur Irwan Prayitno melakukan kunjungan ke Jerman dalam rangka undangan Kementerian Perindustrian untuk menghadiri sekaligus berpidato pada pembukaan pameran makanan olahan yang digelar di Koln Messe, 6 &#8211; 13 Oktober 2017.</p>
<p>Ikut pula dalam rombongan sejumlah pejabat Pemprov Sumbar. Antara lain Kepala Dinas Pariwisata Oni Yulfian, Kepala Dinas Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Maswar Dedi, Kepala Dinas Perindag Asben Hendri, Kepala Bappeda Hansastri, Kepala Bakeuda Zainuddin, Kepala Dinas Kebudayaan Taufik Effendi dan tiga legislator dari DPRD Sumbar; Aftizal, Ismunandar dan Nofrizal.</p>
<p>Selain menyambut baik ajakan untuk mengikat kerjasama &#8220;propinsi kembar&#8221; itu, pihak NRW juga mempresentasikan pembangunan kepariwisataannya. Kepala unit kepariwisataan NRW Frank Butenhoff, mengatakan pihaknya mengawali pembangariwisataan dengan menyusun grand design yang jelas. &#8220;Kami juga mengalokasikan anggaran promosi sebesar 7 miliar euro lebih per tahun,&#8221; katanya.</p>
<p>Singgalang, 7 Oktober 2017</p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2012/06/jabatan-di-dpr-ri/" rel="bookmark" class="wherego_title">Jabatan di DPR RI</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2017/10/menjemput-pagi-di-dusseldorf/' addthis:title='Menjemput Pagi di Dusseldorf '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2017/10/menjemput-pagi-di-dusseldorf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Mahasiswa Itu Disambut Isak Tangis</title>
		<link>http://irwan-prayitno.com/2017/09/dua-mahasiswa-itu-disambut-isak-tangis/</link>
		<comments>http://irwan-prayitno.com/2017/09/dua-mahasiswa-itu-disambut-isak-tangis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2017 02:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lintas Sumatera Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irwan-prayitno.com/?p=9648</guid>
		<description><![CDATA[Dua mahasiswa asal Sumbar, yang ditahan kepolisian Mesir akhirnya sampai di kampung halaman, Minggu, (3/9). Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis, telah Â mendarat di BIM, sekitar pukul 13.10. Kepulangan dua mahasiswa asal Sumbar yang langsung disambut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan juga para keluarga di pintu kepulangan Bandara. Â Tampak dengan suasana haru dan isak tangis. &#8230;  <a class="continue_reading" href="http://irwan-prayitno.com/2017/09/dua-mahasiswa-itu-disambut-isak-tangis/">Continue reading &#187;</a><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2017/09/dua-mahasiswa-itu-disambut-isak-tangis/' addthis:title='Dua Mahasiswa Itu Disambut Isak Tangis '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9649" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2017/09/2017-9-4-mahasiswa-mesir.jpg"><img class="size-full wp-image-9649" title="2017-9-4 mahasiswa mesir" src="http://irwan-prayitno.com/wp-content/uploads/2017/09/2017-9-4-mahasiswa-mesir.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Gubernur Irwan Prayitno menyaksikan keharuan ketika dua mahasiswa asal Sumbar yang ditahan di Mesir, Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Minggu</p></div>
<p>Dua mahasiswa asal Sumbar, yang ditahan kepolisian Mesir akhirnya sampai di kampung halaman, Minggu, (3/9). Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis, telah Â mendarat di BIM, sekitar pukul 13.10.</p>
<p>Kepulangan dua mahasiswa asal Sumbar yang langsung disambut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan juga para keluarga di pintu kepulangan Bandara. Â Tampak dengan suasana haru dan isak tangis. Hadi dan Nurul tak lepas dari pelukan keluarga yang telah lama menahan akan rindu kedua putra mereka sempat ditahan Otoritas Keamanan setempat sejak 1 Agustus lalu dikarenakan masuk wilayah terlarang.</p>
<p>â€œKita ditangkap oleh Otoritas Keamanan setempat saat itu tengah berbelanja ditoko. Kita diambil Â aja dijalan. Katanya mau periksa visa. Tidak tahunya malah ditahan,â€ kata Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis.</p>
<p>Ibu Nurul, Muharnes merasakan senang dengan kepulangan ketiga dari lima bersaudara ini. Karena, setiap hari mesti memikirkan anaknya yang masih ditahan disana.</p>
<p>â€œSetiap hari berdoa agar anak saya bebas. Karena mereka disana hanya menuntut ilmu dan tidak pernah melakukan hal yang tidak baik. Tetapi kenapa ditahan,â€ ulasnya sambil menahan isak tangis bahagia.</p>
<p>Ayah Nurul, ElFis menyebutkan, bahwa sejak anak ditahan kepalanya sering sakit karena memikirkan anaknya ini yang ditahan tanpa sebab. â€œNamun, hari ini perasaan saya lega dan gembira sudah dapat berkumpul dengan anak. Karena, Nurul merupakan satu-satu anak yang melakukan studi ke Mesir. Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah atas peran penting membebaskan anak saya ini,â€ ungkapnya.</p>
<p>Di tempat sama, Ibu Hadi, Muktalindah merasakan kebahagiaan karena kepulangan sibuah hati ini. Dan berharap anaknya dapat kembali melanjutkan studi di Mesir.</p>
<p>Ia bercerita sejak anaknya kedua ini ditahan sudah kehilangan kontak selama lima hari, dan perasaan sudah tidak enak. â€œNama saja orang tua tentu perasaan tidak enak. anak ada apa-apa disana. Saya coba telpon tidak masuk, hubungi temannya via pesan singkat hanya dibaca. Tidak dibalas. Maka saya bilang sama adiknya ini ada apa-apa pasti sama abang kamu. Ternyata benar kami dapat informasi mereka ditahan tanpa alasan,â€ terangnya.</p>
<p>Sambungnya, karena tahu karakter anaknya bagaimana. Tidak mungkin dia berbuat macam-macam disana. Maka coba kontak pemerintah dan ada respon. â€œUntuk itu saya berterimakasih kepada pemerintah yang telah membantu saya dan keluarga kembali dipertemukan dengan sang buah hati,â€ pungkasnya.</p>
<p>Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, dua mahasiswa asal Sumbar yang sempat ditahan pihak Otoritas Keamanan di Mesir telah pulang ke Sumbar. Ini semua berkat peran besar KementerianÂ  Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Mesir.</p>
<p>Dikatakan Gubernur, sejak ditahannya kedua mahasiswa asal Sumbar ini, Pihak Pemprov Sumbar telah intens berkomunikasi dengan Dubes RI dan Kemenlu untuk memproses pembebasan Nurul dan Hadi ini.</p>
<p>â€œKita hanya dapat melakukan komunikasi untuk pembebasan ini. Yang berperan tetap Dubes dan Kemenlu. Jika sudah selesai prosesnya disana. Baru kami Pemprov yang akan menfasilitasi kepulangannya ke tanah air,â€ tuturnya.</p>
<p>Ia menambahkan, saat ini mahasiswa yang melakukan studi di Mesir asal Sumbar ada sekitar 300-an. Tetapi jika digabung dengan se-Indonesia ada ribuan. Sehingga, adanya kasus ini meminta mahasiswa yang melakukan studi di sana untuk belajar dengan serius.</p>
<p>Saat ini, Pemprov tengah berkomunikasi dengan pihak Dubes untuk mengurus transkrip nilai mereka. Sebab, kedua mahasiswa ini ingin kembali melanjutkan studi ke Mesir. â€œJadi untuk itu kami bantu untuk menfasilitasi pengurusan nilainya,â€ katanya.</p>
<p>Selain itu, pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan wawancara kepada dua orang ini. Dari hasilnya mereka berdua tidak bersalah dan pihak BNPT juga akan menyurati Kemenlu supaya mereka dapat balik lagi melanjutkan studinya ke Mesir. Jadi tidak ada mereka diblacklist.</p>
<p>Diketahui, Pemprov Sumbar bahkan mendukung mahasiswa asal minang yang studi di Mesir. Bahkan, kata Irwan wisma laki-laki dan Perempuan hanya Sumbar yang punya di Kairo.</p>
<p>â€œJadi mahasiswa kesana itu untuk belajar dan mereka adalah calon ulama masa depan. Kita di Sumbar sangat butuh peran ulama,â€ terangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia meminta mahasiswa yang saat ini masih melakukan studi di mesir untuk berhati-hati, jangan memasuki wilayah yang tengah konflik.</p>
<p>Singgalang, 4 September 2017</p>
<div id="wherego_related"><h3>Pengunjung yang membaca halaman ini, juga membaca:</h3><ul><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2017/09/sumbar-tawarkan-investasi-kilang-minyak/" rel="bookmark" class="wherego_title">Sumbar Tawarkan Investasi Kilang Minyak</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2017/09/sip-sakato-diluncurkan-pemprov-berlakukan-pelayanan-perizinan-dan-non-perizinan-daring/" rel="bookmark" class="wherego_title">SIP Sakato Diluncurkan: Pemprov Berlakukan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan Daring</a></li><li><a href="http://irwan-prayitno.com/2013/04/gubernur-apresiasi-gedung-baru-bank-nagari-dan-sayangkan-keraguan-pemkab-ko-menambaah-modal/" rel="bookmark" class="wherego_title">Gubernur Apresiasi Gedung Baru Bank Nagari dan Sayangkan Keraguan Pemkab-ko Menambah Modal</a></li><li>Powered by <a href="http://ajaydsouza.com/wordpress/plugins/where-did-they-go-from-here/">Where did they go from here?</a></li></ul></div><div class="addthis_toolbox addthis_default_style " addthis:url='http://irwan-prayitno.com/2017/09/dua-mahasiswa-itu-disambut-isak-tangis/' addthis:title='Dua Mahasiswa Itu Disambut Isak Tangis '  ><a class="addthis_button_facebook_like" fb:like:layout="button_count"></a><a class="addthis_button_tweet"></a><a class="addthis_button_google_plusone" g:plusone:size="medium"></a><a class="addthis_counter addthis_pill_style"></a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irwan-prayitno.com/2017/09/dua-mahasiswa-itu-disambut-isak-tangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
